Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRumah Gadang Sangkak Karojan
Artikel Wikipedia

Rumah Gadang Sangkak Karojan

Rumah Gadang Sangkak Karojan adalah sebuah rumah gadang yang berada di Nagari Aie Amo, Kecamatan Kamang Baru, Sumatera Barat. Rumah Gadang ini termasuk kedalam benda cagar budaya.Bangunan Rumah Gadang ini berbentuk rumah panggung yang ditopang 20 tiang berdiameter rata-rata 16 cm. Tiang terbuat dari kayu Jua/Juar (nama Latin Senna siamea) dan tegak di atas batu sandi. Secara umum bangunan memiliki ukuran 5,5, m x 8,6 m dan luas 47,3 m². Tinggi bangunan hingga puncak gonjong mencapai 8 m.Terdapat dua jendela pada sisi depan bangunan dan dua pintu pada sisi depan dan kiri bangunan atau arah Utara bangunan. Untuk akses menuju bangunan menggunakan pintu samping yang dilengkapi dengan tangga kayu. Secara umum konstruksi pembentuk struktur rumah gadang mirip dengan sistem konstruksi rumah gadang umumnya.

Istana di Nagari Aia Amo, Kabupaten Sijunjung
Diperbarui 15 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rumah Gadang Sangkak Karojan
Rumah Gadang Sangkak Karojan
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Rumah Gadang Sangkak Karojan
Cagar budaya Indonesia
PeringkatKabupaten
KategoriBangunan
Lokasi
keberadaan
Nagari Aia Amo, Kabupaten Sijunjung
No. SKSK Bupati 188.45/533/KPTS-BPT-2020
Tanggal SK30 Desember 2020
PemilikPemerintah Kabupaten Sijunjung dab BPCB Sumbar  Indonesia
PengelolaPemerintah Kabupaten Sijunjung dab BPCB Sumbar
Koordinat0°44′03″S 101°15′48″E / 0.7342388°S 101.2633152°E / -0.7342388; 101.2633152
Rumah Gadang Sangkak Karojan di Indonesia
Rumah Gadang Sangkak Karojan
Rumah Gadang Sangkak Karojan
Lokasi Rumah Gadang Sangkak Karojan di Kabupaten Sijunjung

Rumah Gadang Sangkak Karojan adalah sebuah rumah gadang yang berada di Nagari Aie Amo, Kecamatan Kamang Baru, Sumatera Barat. Rumah Gadang ini termasuk kedalam benda cagar budaya.[1]Bangunan Rumah Gadang ini berbentuk rumah panggung yang ditopang 20 tiang berdiameter rata-rata 16 cm. Tiang terbuat dari kayu Jua/Juar (nama Latin Senna siamea) dan tegak di atas batu sandi. Secara umum bangunan memiliki ukuran 5,5, m x 8,6 m dan luas 47,3 m². Tinggi bangunan hingga puncak gonjong mencapai 8 m.Terdapat dua jendela pada sisi depan bangunan dan dua pintu pada sisi depan dan kiri bangunan atau arah Utara bangunan. Untuk akses menuju bangunan menggunakan pintu samping yang dilengkapi dengan tangga kayu. Secara umum konstruksi pembentuk struktur rumah gadang mirip dengan sistem konstruksi rumah gadang umumnya.[2][3]

Keunikan

Bangunan Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan beratap gonjong khas rumah gadang Minangkabau dengan dua gonjong. Material atap menggunakan bahan seng dan dinding papan dipasang tegak hingga lambai-lambai (lambak/les) jendela, kemudian dinding dipasang rebah. Sedangkan pada sisi kanan bangunan atau sisi Barat, dinding papan dipasang merebah keseluruhan. Dinding tegak dipasang pada bagian singok/segitiga loteng dan sayok singok. Pada bagian pereng dibentuk dari kayu berbentuk jumbai yang meruncing ke bawah. Pada bangian belakang terdapat bangunan yang berhubungan dengan bangunan inti, bangunan tersebut difungsikan sebagai dapur.[2]

Kerajaan Sangkak Karojan

Kerajaan Sangkak Karojan Sumua nan Janiah 14 Koto berada di Nagari Aie Amo Kecamatan Kamang Baru. Konon, nenek moyang Nagari Aie Amo berasal dari Tanah Suci yang berlayar melalui Laut Merah, Laut Siguntang-guntang sampai ke Palembang lalu ke Batang Hari, Jambi dan terus ke Batang Kuantan dan Batang Binuang. Ninik yang di atas itu adalah Dt. Andiko Rajo, Dt. Rajo Lelo Katik (Kotik Bandaro) dan rombongan.6 Pertama kali mereka menetap di suatu daerah ketinggian yang bernama Rumah Tinggi, dengan bertambahnya anggota keluarga maka menyebarlah mereka sampai ke 14 koto yaitu: limo koto di mudiak, ampek koto di tangah dan limo koto di hilie. Inilah kemudian yang menjadi wilayah Kerajaan Sangkak Karojan Sumua nan Janiah 14 koto. Sumua nan janiah berarti setiap perselisihan yang tidak bisa diselesaikan di koto masing-masing maka diselesaikan/dijernihkan, istilah setempat menyebutnya sebagai kegiatan barapek kauah atau bakauah bermusyawarah di Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan ini. Rumah Gadang ini sudah tidak dihuni lagi dan terakhir dipakai Tahun 2012.[3][2]

Rujukan

  1. ↑ "Pelestarian Benda Cagar Budaya Untuk Peningkatan Ekonomi". Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Diakses tanggal 2022-11-24.
  2. 1 2 3 Yuandha, Ade (2021-11-30). "Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan di Kabupaten Sijunjung". Halonusa.com. Diakses tanggal 2022-11-24.
  3. 1 2 "Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan Sijunjung - Informasi Situs Budaya Indonesia Rumah Gadang Kerajaan Sangkak Karojan Sijunjung". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2018-10-18. Diakses tanggal 2022-11-24.
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya di Kabupaten Sijunjung
Kategori
Benda

  • Lokomotif Uap Silukah
Lambang Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman

Lambang Kabupaten Maros
Bangunan

  • Gedung Joeang 45 Sijunjung
  • Masjid Tauhid Pincuran Tujuh
  • Rumah Gadang Tigo Baleh Ruang
  • Rumah Penginapan Ketua PDRI
  • Rumah Sidang PDRI Silantai
  • Rumah Tuanku Rajo Alam Jambulipo
  • Rumah Rumah Sender Radio PDRI Sumpur Kudus
  • Rumah Gadang Sangkak Karojan
  • Surau Tinggi Calau
Struktur

  • Makam Willem Hendrik De Greve
  • Makam Rajo Ibadat
  • Makam Rajo-rajo Jambulipo Latang
  • Makam Raja Jambu Lipo Lubuk Tarok
  • Makam Syech Abdul Wahab
  • Makam Syekh M Yasin
  • Lubang Kolam Kupitan
  • Makam Syekh Ibrahim Sumpur Kudus
Situs

-

Kawasan

  • Perkampungan Adat Jorong Padang Ranah dan Tanah Bato Nagari Sijunjung
Nama yang dimiringkan berarti merupakan cagar budaya peringkat provinsi di Indonesia.
Nama yang tebal dan dimiringkan berarti merupakan cagar budaya peringkat nasional di Indonesia.
  • Cagar budaya Indonesia di Kabupaten Sijunjung
  • Cagar budaya Indonesia menurut kabupaten/kota

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keunikan
  2. Kerajaan Sangkak Karojan
  3. Rujukan

Artikel Terkait

Kerajaan Pagaruyung

kerajaan di Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026