Drs. H. Rudy Ariffin, M.B.A. adalah seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan dari 2005 hingga 2015. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Banjar dari 1999 hingga 2005.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Rudy Ariffin | |
|---|---|
Potret resmi, 2010 | |
| Gubernur Kalimantan Selatan ke-9 | |
| Masa jabatan 5 Agustus 2005 – 5 Agustus 2015 | |
| Wakil | Rosehan Noor Bahri (2005–2010) Rudy Resnawan (2010–2015) |
| Bupati Banjar ke-14 | |
| Masa jabatan 9 Agustus 2000 – 9 Agustus 2005 (Pelaksana Tugas: 1999 – 24 Maret 2000) | |
| Wakil | Mawardi Abbas |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 Agustus 1953 Banjarmasin, Kalimantan, Indonesia |
| Partai politik | PPP |
| Suami/istri | Hayatun Fardah |
| Anak | 3, termasuk Aditya Mufti Ariffin |
| Almamater | Universitas Lambung Mangkurat |
| Profesi |
|
Drs. H. Rudy Ariffin, M.B.A. (lahir 17 Agustus 1953) adalah seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan dari 2005 hingga 2015. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Banjar dari 1999 hingga 2005.
Rudi Ariffin lahir di Banjarmasin pada 17 Agustus 1953. Karier politiknya tidak terlepas dari latar belakang pendidikan yang Ia jalani selama mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi, yaitu Ia mengambil jurusan Sosial Politik (SosPol).
Karier politiknya berawal saat ia duduk di bangku kuliah di jurusan sosial politik. Sebelum kelulusan, ia sempat menjabat sebagai MPP Kecamatan Sungai Tabuk pada tahun 1979-1982. Selanjutnya, menjabat sebagai Pd. Selaputda Banjarbaru selama satu tahun. Perlahan tetapi pasti, karier Rudy mulai merangkak naik. Berbagai jabatan di dunia politik pernah ia duduki hingga ia duduk melenggang di kursi Gubernur Kalimantan Selatan. Ia menjabat sebagai Gubernur Kalsel dengan PPP sebagai kendaraan politiknya. Di PPP ia menajabat sebagai Ketua DPW Kalimantan Selatan.
Beberapa capaian yang dihasilkan dari kepemimpinan Rudy Ariffin diantaranya menuntaskan pengerukan alur ambang sungai Barito, mendorong PLN membangun PLTU 2x 65 Megawatt di Asam-asam untuk mengatasi byar pet listrik di wilayah Kalselteng, membangun pusat perkantoran Pemerintah Provinsi di Banjarbaru, membangun industri besi baja, dan berhasil membawa APBD Kalimantan Selatan menembus angka RP. 2,2 Triliun. Selain itu hal yang dirasa paling menggembirakan bagi masyarakat adalah melarang truk batubara melintasi jalan negara sesuai Perda No. 3 Tahun 2008.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Abdul Madjid |
Bupati Banjar 1999–2005 |
Diteruskan oleh: Khairul Saleh |
| Didahului oleh: Sjachriel Darham |
Gubernur Kalimantan Selatan 2005–2015 |
Diteruskan oleh: Tarmizi Abdul Karim (Pj.) |