Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rp2.000

Uang kertas dua ribu rupiah (Rp2.000) adalah pecahan uang rupiah Indonesia. Pertama kali diperkenalkan pada 9 Juli 2009, uang ini menjadi alat pembayaran yang sah pada hari berikutnya dan telah dimodifikasi dua kali, pertama pada tahun 2016 dan kemudian pada tahun 2022. Semua uang kertas pecahan ini dicetak dengan kertas katun sejak diperkenalkan.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rp2.000
Dua ribu rupiah
(Indonesia)
NilaiRp2,000
Panjang126 mm
Lebar65 mm
Berat90 g
Fitur keamananBenang pengaman, tinta ultraviolet, cetak intaglio, pelapis plastik, tanda air
Jenis kertasKertas katun
Tahun cetak2009-sekarang (dimodifikasi 2016, 2022)
Bagian depan
RancanganMohammad Husni Thamrin
PerancangBank Indonesia
Tanggal perancangan2022
Bagian belakang
RancanganNgarai Sianok, tari piring, dan bunga cempaka
PerancangBank Indonesia
Tanggal perancangan2022

Uang kertas dua ribu rupiah (Rp2.000) adalah pecahan uang rupiah Indonesia. Pertama kali diperkenalkan pada 9 Juli 2009,[1] uang ini menjadi alat pembayaran yang sah pada hari berikutnya dan telah dimodifikasi dua kali, pertama pada tahun 2016 dan kemudian pada tahun 2022. Semua uang kertas pecahan ini dicetak dengan kertas katun sejak diperkenalkan.[2]

Edisi 2009

Sisi depan edisi pertama (2009)
Sisi belakang edisi pertama (2009)

Uang kertas Rp2.000 pertama berwarna abu-abu dan menampilkan potret Pangeran Antasari di sisi depannya serta penggambaran tarian tradisional Dayak di sisi belakangnya. Fitur keamanannya meliputi tanda air Pangeran Antasari sendiri, benang pengaman dengan pengulangan kata "BI2000" yang bersinar merah di bawah cahaya hitam, mikroteks, gambar logo Bank Indonesia yang tembus pandang, cetakan relief, dan kode tunanetra berbentuk persegi panjang dengan ukiran intaglio di sisi kiri bawah sisi depannya.[3]

Edisi 2016

Sisi depan edisi 2016
Sisi belakang edisi 2016

Edisi kedua uang kertas Rp2.000 diterbitkan pada 19 Desember 2016. Uang kertas berwarna hijau keabu-abuan ini, berukuran 141 mm × 65 mm (5,6 in × 2,6 in) dan berat 80 g (2,8 oz), menampilkan gambar pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin di sisi depannya dan gambar Ngarai Sianok, tarian tradisional tari piring, dan bunga cempaka[4] di sisi belakangnya. Fitur keamanannya meliputi mikroteks, cetak intaglio, gambar tembus pandang, benang pengaman, tanda air Pangeran Antasari, gambar laten, dan tinta ultraviolet.[5]

Uang kertas seri ini terkadang tertukar dengan uang kertas pecahan 20.000 rupiah yang lebih besar dari seri yang sama tahun 2016, yang warna, denominasi, desain, dan ukurannya serupa.[6] Bank Indonesia memperkirakan bahwa uang kertas ini, bersama dengan uang kertas lain dari seri 2016, akan berhenti menjadi alat pembayaran yang sah sekitar tahun 2025 atau 2026.[7][8]

Pendaran cahaya ultraviolet, sisi depan
Pendaran cahaya ultraviolet, sisi belakang

Edisi 2022

Edisi ketiga uang kertas Rp2.000 diterbitkan pada tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.[9] Meskipun desain sisi depan dan belakangnya tetap sama, ukuran uang kertas tersebut diperkecil menjadi 126 mm × 65 mm (5,0 in × 2,6 in)[10] sementara skema warnanya dibuat berwarna-warni (berbeda dengan monokrom seri sebelumnya) dan beratnya meningkat menjadi 90 g (3,2 oz).[11] Fitur pengamannya meliputi benang pengaman,[12] seni tinta ultraviolet,[13] cetak intaglio, kode tunanetra,[14] lapisan plastik yang juga meningkatkan daya tahannya,[15] gambar logo Bank Indonesia yang tembus pandang, dan tanda air Mohammad Husni Thamrin.[16]

Dilaporkan bahwa uang kertas ini terkadang tertukar dengan uang kertas pecahan 50.000 rupiah yang lebih besar pada seri yang sama tahun 2022.[17]

Penandatangan uang Rp2.000

Tanda tangan
TahunGubernur Bank IndonesiaDeputi Gubernur Bank Indonesia
2009Deputi Gubernur Senior Miranda S. GoeltomBudi Rochadi
2010-2011Darmin NasutionBudi Rochadi
2012-2013Darmin NasutionRonald Waas
2014-2016Agus Dermawan Wintarto MartowardojoDeputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara
2016-2018Agus Dermawan Wintarto MartowardojoSri Mulyani Indrawati
2018-2021 Perry Warjiyo Sri Mulyani Indrawati

Lihat pula

  • Uang kertas rupiah

Referensi

  1. ↑ Detik Finance. "BI Luncurkan Pecahan Rp 2.000". detikfinance. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
  2. ↑ Merdeka (19 Agustus 2022). "Informasi Seputar Uang Belum Banyak Orang Tahu, Termasuk Tahan Dilipat 2.500 Kali". merdeka.com. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
  3. ↑ Detik Finance. "Yuk, Berburu Pecahan Rp 2.000". detikfinance. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
  4. ↑ Andryanto, S. Dian (16 November 2021). "Ingin Tahu Flora dan Fauna Khas Indonesia, Bisa Lihat di Pecahan Uang Rupiah". Tempo. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  5. ↑ Liputan6.com (19 Desember 2016). "Ini Penampakan Uang Rupiah Baru Emisi 2016". liputan6.com. Diakses tanggal 10 Oktober 2023. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  6. ↑ "Dibilang Mirip, Uang Kertas Rp 2000 dan Rp 20.000 Ini Buat Orang Sering Tertukar Menggunakannya". Tribun Travel. 21 Maret 2018. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  7. ↑ "BI: Dalam 3 Tahun, Uang Kertas Lama akan Tergantikan dengan yang Baru". merdeka.com. 18 Agustus 2022. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  8. ↑ Mediatama, Grahanusa (19 Agustus 2022). "4 Tahun ke Depan, Uang Rupiah 2016 Diprediksi Bakal Menghilang dari Peredaran". kontan.co.id. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  9. ↑ Sopiah, Anisa. "Rupiah Baru Muncul, Lebih Canggih & Bikin Pangling!". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  10. ↑ Setyadi, Agus. "Mengenal Bungong Jeumpa yang Muncul di Uang Kertas Baru Rp 2 Ribu". detiksumut. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
  11. ↑ detikFinance, Tim. "5 Perbedaan Uang Rupiah Versi Baru 2022 dengan Keluaran Lama". detikbali. Diakses tanggal 8 Oktober 2023.
  12. ↑ Silaban, Martha Warta (20 Agustus 2022). "BI Jamin Keamanan Uang Kertas Rupiah Baru: Tidak Bisa Ditiru". Tempo. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  13. ↑ Bestari, Novina Putri. "Boleh Dicek, Ada Teknologi Canggih di Balik Uang Baru 2022". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  14. ↑ Luthfiana, Hisyam (5 Juli 2023). "Deretan Fitur pada Uang Kertas Rupiah untuk Memudahkan Difabel Netra Mengenali Uang". Tempo. Diakses tanggal 8 Oktober 2023.
  15. ↑ Redaksi, Tim. "Perbedaan Paling Mencolok Uang Rupiah Baru Dengan yang Lama". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2023-07-10.
  16. ↑ "Ciri-ciri Uang Rp 2000 Terbaru TE 2022, Kenali Agar Tak Keliru dengan 50 Ribu". suara.com. 2 Mei 2023. Diakses tanggal 9 Oktober 2023.
  17. ↑ Laucereno, Sylke Febrina. "Banyak yang 'Kegocek', Begini Cara Bedain Uang Rp 2.000 dan Rp 50.000". detikfinance. Diakses tanggal 9 Oktober 2023.
  • l
  • b
  • s
Rupiah (Rp)
Bank sentral: Bank Indonesia · ISO 4217: IDR
Uang logam
Rp½ · Rp1 · Rp2 · Rp2,5 · Rp5 · Rp10 · Rp25 · Rp50 · Rp100 · Rp200 · Rp500 · Rp1.000
Uang kertas
Rp100 · Rp500 · Rp1.000 · Rp2.000 · Rp5.000 · Rp10.000 · Rp20.000 · Rp50.000 · Rp75.000 · Rp100.000


Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Edisi 2009
  2. Edisi 2016
  3. Edisi 2022
  4. Penandatangan uang Rp2.000
  5. Lihat pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Rp100.000

(Rp100.000) adalah salah satu nilai nominal rupiah Indonesia. Sebagai nilai nominal rupiah tertinggi dan kedua terbaru (setelah uang kertas Rp2.000), uang

Rp10.000

Rp10.000 (dibaca: Sepuluh ribu rupiah) (Penulisan baku: Rp10.000,00) adalah nilai nominal uang kertas dan yang pernah dicetak hingga tahun 2022 dan masih

Rp50.000

Rp50.000 (dibaca: lima puluh ribu rupiah) (Penulisan baku: Rp50.000,00) adalah nilai nominal uang kertas dan yang pernah dicetak hingga tahun 2023 dan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026