Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) adalah badan amal konservasi alam terbesar di Inggris yang fokus pada pelestarian dan pemulihan habitat alami melalui kerja sama dengan mitra lokal dan perusahaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) adalah badan amal konservasi alam terbesar di Inggris yang fokus pada pelestarian dan pemulihan habitat alami melalui kerja sama dengan mitra lokal dan perusahaan.[1]
Pada tahun 1889, Emily Williamson mendirikan sebuah perkumpulan untuk melindungi burung dengan fokus utama menentang penggunaan bulu dan bulu eksotis yang mengancam kepunahan berbagai spesies, termasuk kuntul kecil, grebe jambul besar, dan burung cendrawasih. Organisasi ini awalnya terdiri dari perempuan dan muncul karena frustrasi terhadap Persatuan Ornitologi Inggris yang beranggotakan laki-laki, yang tidak mengambil tindakan terkait isu tersebut. Upaya Williamson berkembang pesat setelah bergabung dengan Etta Lemon dan Eliza Phillips. Pada 1904, perkumpulan ini dianugerahi Piagam Kerajaan, sehingga menjadi Royal Society for the Protection of Birds (RSPB). Kampanye pertama yang berhasil adalah pengesahan Undang-Undang Larangan Impor Bulu Burung pada 1921. Konservasi menjadi fokus utama badan amal ini, dan pada 1930, organisasi ini membeli cagar alam pertamanya. Pada 1947, Minsmere ditetapkan sebagai cagar alam, di mana avoset yang sempat punah di Inggris berhasil dikembangbiakkan, bersama dengan Pulau Havergate di sekitarnya. Selanjutnya, lebih banyak cagar alam didirikan, dan saat ini RSPB mengelola lebih dari 200 cagar alam di seluruh Inggris. Pada 1965 RSPB mendirikan Young Ornithologists Club, sekarang disebut sebagai Wildlife Explorers, dan pada 1979 meluncurkan Big Garden Birdwatch, kegiatan tahunan untuk menghitung burung di taman yang kini menjadi proyek sains warga terbesar di dunia. Pada awal 1990-an, RSPB memperluas jangkauan internasionalnya dan pada 1993 menjadi mitra BirdLife International, jaringan global yang menyatukan organisasi konservasi burung di seluruh dunia. Pada 1997, keanggotaan RSPB telah melampaui satu juta anggota, menjadikannya badan amal konservasi alam terbesar di Eropa.[2]
Royal Society for the Protection of Birds memperoleh status hukum melalui Piagam Kerajaan yang diberikan oleh Raja Edward VII pada November 1904. Piagam ini menjadi dasar hukum keberadaan badan amal ini dan menetapkan tujuan, fungsi, serta kewenangan-nya. Seiring waktu, Piagam dan Statuta organisasi telah diperbarui, termasuk melalui proses peninjauan konstitusional dari tahun 2016 - 2019, yang menghasilkan versi baru Piagam dan Statuta serta Peraturan Tambahan (Bye-Laws) yang disetujui oleh Dewan Penasehat Britania Raya pada Februari 2019. Statuta mengatur hak anggota, mekanisme Rapat Umum Anggota, dan struktur Dewan RSPB, sementara Peraturan Tambahan menguraikan secara rinci menyangkut hak, kewenangan, dan mekanisme operasional Dewan. Dokumen-dokumen ini menjadi dasar pengelolaan dan tata kelola organisasi ini secara keseluruhan.[3]