Rolliansyah "Roy" Soemirat merupakan diplomat Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Iran dan juru bicara bagi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Roy Soemirat | |
|---|---|
| Duta Besar Indonesia untuk Iran | |
| Mulai menjabat 24 Maret 2025 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Informasi pribadi | |
| Pendidikan | Universitas Indonesia |
Rolliansyah "Roy" Soemirat merupakan diplomat Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Iran dan juru bicara bagi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Soemirat meraih gelar master dalam hubungan internasional dari Universitas Indonesia.[1]
Soemirat bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Maret 2000 dengan penugasan pada Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata.[2] Ia kemudian bertugas di perwakilan tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York sebagai sekretaris ketiga[3] dan sekretaris pertama.[4] Selama keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB pada tahun 2008, Soemirat ditunjuk sebagai perwakilan pengganti Indonesia di Dewan Keamanan.[5]
Pada tahun 2012, ia diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus korupsi yang melibatkan sekretaris jenderal kementerian luar negeri Sudjadnan Parnohadiningrat.[6] Kariernya berlanjut sebagai negosiator utama Indonesia untuk adopsi Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana pada 2015.[7][8] Ia kemudian menjabat sebagai koordinator fungsi politik di perwakilan tetap Indonesia untuk PBB.[9][10]
Pada 6 Oktober 2020, Soemirat menjabat sebagai Direktur Urusan Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata.[11] Selama masa jabatannya, beliau berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Indonesia untuk sidang Komisi Narkotika dan Narkoba PBB pada bulan April 2021.[12] Ia dipindahkan ke direktorat jenderal ASEAN pada tahun 2022 sebagai direktur kerja sama politik dan keamanan ASEAN.[13] Selama kepemimpinan Indonesia dari G20, Soemirat menjabat sebagai ketua Kelompok Kerja Anti-Korupsi bersama dengan Mochamad Hadiyana dari Komisi Pemberantasan Korupsi.[14]
Pada 16 Mei 2024, Soemirat menjadi kepala biro pendukung strategis menteri luar negeri Retno Marsudi.[15] Ia kemudian ditunjuk sebagai juru bicara kedua kementerian luar negeri[16] dan bertugas bersama dengan juru bicara utama Muhammad Iqbal.[17]
Pada bulan Agustus 2024, Presiden Joko Widodo mencalonkan Soemirat sebagai duta besar Indonesia untuk Iran merangkap untuk Turkmenistan. Ia lolos uji kelayakan dan kepatutan yang diadakan komisi pertama DPR pada September tahun tersebut.[18] Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Maret 2025.[19] Setelah perang Iran-Israel, Soemirat secara langsung mengoordinasikan upaya kementerian luar negeri dalam mengevakuasi WNI. Sebanyak 97 WNI diangkut ke kota Astara yang terletak di Perbatasan Azerbaijan–Iran sebelum diterbangkan ke Baku.[20][21][22][23]