Sudjadnan Parnohadiningrat (Sudjadnan) adalah seorang mantan diplomat asal Indonesia yang menjabat di dalam Departemen Luar Negeri selama lebih dari dua dekade, sebelum menjadi terpidana kasus korupsi sidang internasional yang diadakan Kementerian Luar Negeri pada tahun 2005 dan dipenjara pada tahun 2014 seusai divonis 2 tahun 6 bulan. Sudjadnan telah memegang beberapa posisi yang cukup tinggi di dalam Departemen Luar Negeri Pemerintah Indonesia, termasuk Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan kemudian ke Amerika Serikat (2006-2009).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 21 Oktober 1952 Yogyakarta |
| Kematian | 30 Juni 2025 |
| Data pribadi | |
| Pendidikan | Universitas Gadjah Mada |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | diplomat |
Sudjadnan Parnohadiningrat (Sudjadnan) (21 Oktober 1952 – 30 Juni 2025)[1] adalah seorang mantan diplomat asal Indonesia yang menjabat di dalam Departemen Luar Negeri selama lebih dari dua dekade, sebelum menjadi terpidana kasus korupsi sidang internasional yang diadakan Kementerian Luar Negeri pada tahun 2005 dan dipenjara pada tahun 2014 seusai divonis 2 tahun 6 bulan.[2][3][4] Sudjadnan telah memegang beberapa posisi yang cukup tinggi di dalam Departemen Luar Negeri Pemerintah Indonesia, termasuk Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (2002 sampai 2006), Duta Besar Indonesia untuk Australia (2001 sampai 2002) dan kemudian ke Amerika Serikat (2006-2009).[5]
Sudjadnan lulus dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, pada tahun 1978 dengan gelar di bidang Hubungan Internasional. Dia kemudian menyelesaikan beberapa kursus dengan Departemen Luar Negeri Indonesia dan pada tahun 1997 telah melakukan program Master of International Affairs (MIA) di Universitas Columbia, Kota New York, Amerika Serikat.[6]
Sudjadnan lahir pada tanggal 21 Oktober 1952 di Yogyakarta. Ia menikah dan memiliki tiga orang anak.