Komisaris Besar Polisi (Purn.) Rosnalia Taher adalah seorang anggota Polwan Indonesia. Berasal dari Koto Gadang, ia awalnya bekerja sebagai klerk di Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Rosnalia Taher | |
|---|---|
| Lahir | Sumatra Tengah |
| Meninggal | 15 Agustus 1993 |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Sekolah Polisi Negara (SPN), Bukittinggi, Sumatra Tengah |
| Pekerjaan | Polisi |
| Dikenal atas | Polwan Indonesia yang pertama |
Komisaris Besar Polisi (Purn.) Rosnalia Taher (lahir di Sumatra Tengah) adalah seorang anggota Polwan (Polisi Wanita) Indonesia. Berasal dari Koto Gadang, ia awalnya bekerja sebagai klerk di Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) .
Ia bersama lima orang koleganya, yaitu Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, dan Djasmaniar merupakan perempuan Indonesia pertama yang menjadi Polwan dan juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di Tanah Air.[1]
Secara resmi pada tanggal 1 September 1948, Rosnalia bersama kelima orang koleganya yang ketika itu sama-sama gadis remaja merupakan perempuan Indonesia angkatan pertama yang masuk Pendidikan Inspektur Polisi pada SPN (Sekolah Polisi Negara) di Bukittinggi, Sumatra Tengah pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika terjadinya Agresi Militer Belanda II. Pendidikan Inspektur Polisi itu diadakan karena terjadinya pengungsian besar-besaran penduduk untuk menghindari wilayah peperangan yang dibombardir militer Belanda.[2]
Untuk mengantisipasi penyusupan atau pelaku kriminal yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai republik, semua pengungsi harus melalui pemeriksaan bahkan penggeledahan. Namun kaum perempuan ketika itu menolak untuk digeledah oleh polisi pria, sehingga Pemerintah Indonesia menginstruksikan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk membuka pendidikan inspektur polisi bagi kaum perempuan. Setelah melalui seleksi yang ketat, maka terpilihlah enam orang yang semuanya merupakan perempuan Minangkabau, dan resmi menjalani pendidikan sejak 1 September 1948. Tanggal tersebut kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya polisi wanita.[3]