Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dahniar Sukotjo

Komisaris Besar Polisi (Purn.) Dahniar Sukotjo adalah seorang anggota Polwan Indonesia. Ia awalnya bekerja sebagai telegrafis di Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) Bukittinggi.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dahniar Sukotjo
Lahir1930
Padang Bubuih, Ganggo Hilia, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat
Meninggal8 Desember 1993
Kebangsaan Indonesia
AlmamaterSekolah Polisi Negara (SPN), Bukittinggi, Sumatra Tengah
PekerjaanPolisi
Dikenal atasPolwan Indonesia yang pertama

Komisaris Besar Polisi (Purn.) Dahniar Sukotjo (lahir 1930 di Padang Bubuih, Ganggo Hilia, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, meninggal 8 Desember 1993) adalah seorang anggota Polwan (Polisi Wanita) Indonesia. Ia awalnya bekerja sebagai telegrafis di Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) Bukittinggi.

Ia bersama lima orang koleganya, yaitu Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Pramono, Djasmaniar, dan Rosnalia Taher merupakan perempuan Indonesia pertama yang menjadi Polwan dan juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di Tanah Air.[1]

Riwayat

Secara resmi pada tanggal 1 September 1948, Dahniar bersama kelima orang koleganya yang ketika itu sama-sama gadis remaja merupakan perempuan Indonesia angkatan pertama yang masuk Pendidikan Inspektur Polisi pada SPN (Sekolah Polisi Negara) di Bukittinggi, Sumatra Tengah pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika terjadinya Agresi Militer Belanda II. Pendidikan Inspektur Polisi itu diadakan karena terjadinya pengungsian besar-besaran penduduk untuk menghindari wilayah peperangan yang dibombardir militer Belanda.[2]

Untuk mengantisipasi penyusupan atau pelaku kriminal yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai republik, semua pengungsi harus melalui pemeriksaan bahkan penggeledahan. Namun kaum perempuan ketika itu menolak untuk digeledah oleh polisi pria, sehingga Pemerintah Indonesia menginstruksikan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk membuka pendidikan inspektur polisi bagi kaum perempuan. Setelah melalui seleksi yang ketat, maka terpilihlah enam orang yang semuanya merupakan perempuan Minangkabau, dan resmi menjalani pendidikan sejak 1 September 1948. Tanggal tersebut kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya polisi wanita.[3]

Referensi

  1. ↑ 6 Polwan Pertama Indonesia Berdarah Minang Diarsipkan 2013-10-30 di Wayback Machine. TEMPO.CO, 2 September 2013. Diakses 9 September 2013.
  2. ↑ Mengenang Sejarah Lahirnya Polwan di RI[pranala nonaktif permanen] Metrotvnews.com, 30 Agustus 2013. Diakses 9 September 2013.
  3. ↑ Begini Sejarah Polwan di Indonesia Diarsipkan 2013-10-30 di Wayback Machine. TEMPO.CO, 2 September 2013. Diakses 9 September 2013.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kepolisian Negara Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat
  2. Referensi

Artikel Terkait

Rosnalia Taher

orang koleganya, yaitu Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, dan Djasmaniar merupakan perempuan Indonesia pertama yang menjadi

Mariana Saanin

bersama lima orang koleganya, yaitu Nelly Pauna, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmaniar, dan Rosnalia Taher merupakan perempuan Indonesia pertama

Daftar tokoh Sumatera Barat

Artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026