Romeo Rissal yang bernama lengkap Romeo Rissal Panjialam adalah seorang ekonom, bankir dan profesional Indonesia. Ia pernah memimpin sebagai Direktur Regional Bank Indonesia (BI) Wilayah VIII yang berkantor di kota Padang dengan ruang lingkup empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Sebelumnya, Romeo berkarier sebagai Direktur Regional Bank Indonesia Wilayah IX yang berkantor di kota Medan, dan membawahi dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Romeo Rissal | |
|---|---|
| Lahir | Romeo Rissal Panjialam |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | - Universitas George Washington, Washington, D.C., Amerika Serikat - Universitas Filipina - Universitas Negeri Yogyakarta |
| Pekerjaan | Ekonom, bankir, profesional |
| Dikenal atas | - Direktur Regional BI Wilayah VIII - Staf Ahli Gubernur BI |
Romeo Rissal yang bernama lengkap Romeo Rissal Panjialam adalah seorang ekonom, bankir dan profesional Indonesia. Ia pernah memimpin sebagai Direktur Regional Bank Indonesia (BI) Wilayah VIII yang berkantor di kota Padang dengan ruang lingkup empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Sebelumnya, Romeo berkarier sebagai Direktur Regional Bank Indonesia Wilayah IX yang berkantor di kota Medan, dan membawahi dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh.[1]
Romeo Rissal meraih gelar Sarjana (S1) dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 1977, sedangkan gelar Master (S2) ia dapatkan dari Universitas Filipina pada tahun 1983 serta gelar Doktor (S3) dari Universitas George Washington, Washington, D.C., Amerika Serikat pada tahun 1988.
Ia dikenal sebagai seorang bankir yang sangat peduli dengan sistem ekonomi yang berdasarkan Syariah Islam dan perekonomian rakyat bawah, sehingga oleh sebagian pihak ia disebut sebagai tokoh kebangkitan ekonomi syariah (ES), dan bank syariah (BS). Setelah pensiun dari BI, Romeo aktif membangun suatu lembaga keuangan (fund management) yang juga berbasis syariah di Singapura bersama beberapa orang koleganya dari Malaysia, Singapura, dan Hongkong.[2]
Nama Romeo Rissal juga sempat beredar dan masuk bursa calon gubernur Sumatera Barat pada pilkada Sumbar tahun 2010, tetapi idealismenya menyatakan ia tak mau membeli atau mengeluarkan uang untuk mendapatkan suatu jabatan.