Persaingan Chelsea F.C. dan Leeds United F.C. adalah persaingan antara klub asal London Chelsea Football Club dan klub asal Yorkshire Leeds United Football Club, dua klub sepak bola profesional di Inggris. Rivalitas ini pertama kali muncul pada tahun 1960-an setelah serangkaian pertandingan yang sengit dan kontroversial, ketika kedua klub sering terlibat dalam perebutan gelar juara domestik dan Eropa yang berpuncak pada Final Piala FA 1970, yang dianggap sebagai salah satu pertandingan paling keras dalam sejarah sepak bola Inggris. Chelsea memainkan pertandingan kandang mereka di Stamford Bridge, sementara Leeds United memainkan pertandingan kandang mereka di Elland Road.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertandingan antara Leeds United dan Chelsea di Elland Road pada 1 April 2000 | |
| Lokasi | London Yorkshire |
|---|---|
| Tim terlibat | Chelsea Leeds United |
| Pertemuan pertama | Leeds United 5–0 Chelsea Divisi Kedua Liga Inggris 1927–1928 (10 Desember 1927) |
| Pertemuan terakhir |
|
| Pertemuan selanjutnya |
|
| Stadion | Stamford Bridge (Chelsea) Elland Road (Leeds United) |
| Statistik | |
| Total pertemuan | 111 |
| Kemenangan terbanyak | Leeds United (41) |
| Status | Chelsea: 39 Imbang: 31 Leeds United: 41 |
| Kemenangan terbesar | Leeds United 7–0 Chelsea (7 Oktober 1967) Chelsea 7–1 Leeds United (16 Maret 1935) |
Persaingan Chelsea F.C. dan Leeds United F.C. adalah persaingan antara klub asal London Chelsea Football Club dan klub asal Yorkshire Leeds United Football Club, dua klub sepak bola profesional di Inggris. Rivalitas ini pertama kali muncul pada tahun 1960-an setelah serangkaian pertandingan yang sengit dan kontroversial, ketika kedua klub sering terlibat dalam perebutan gelar juara domestik dan Eropa yang berpuncak pada Final Piala FA 1970, yang dianggap sebagai salah satu pertandingan paling keras dalam sejarah sepak bola Inggris.[1][2] Chelsea memainkan pertandingan kandang mereka di Stamford Bridge, sementara Leeds United memainkan pertandingan kandang mereka di Elland Road.
Perbedaaan mencolok yang dirasakan antara kedua klub memicu persaingan ini, yang disimpulkan sebagai "Keberanian Yorkshire melawan gemerlap Cockney" ("Yorkshire grit versus flash Cockney";[3] Cockney: sebutan untuk warga asli London Timur). Pada Biografi Resmi Chelsea (Official Chelsea Biography), Leeds United disebut sebagai salah satu rival utama Chelsea.[4] Namun, rivalitas tersebut efektif berakhir setelah Leeds United terdegradasi dari Liga Utama Inggris pada 2004, dengan kedua klub hanya bertemu satu kali dalam enam belas tahun setelah itu. Pada Liga Utama Inggris 2020–2021, setelah Leeds United promosi dengan meraih gelar juara Liga Championship EFL musim 2019–2020, kedua klub bertemu kembali. Pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan Chelsea 3–1 di Stamford Bridge pada 5 Desember 2020,[5] sementara pertandingan kedua berakhir imbang 0–0 di Elland Road pada 13 Maret 2021, menandakan kembalinya rivalitas antara kedua klub.[6]
Menurut sebuah jajak pendapat oleh Football Fans Census pada 2003, para penggemar Leeds United menempatkan Chelsea sebagai rival kedua terbesar setelah Manchester United, sementara para penggemar Chelsea menempatkan Arsenal sebagai rival utama, diikuti rivalitas dengan Tottenham Hotspur dan Manchester United.[7]
Secara keseluruhan dalam persaingan kedua klub ini pada semua kompetisi, per 10 Februari 2026, Leeds United mencatatkan kemenangan 41 kali dibanding Chelsea dengan 39 kali kemenangan, sementara kedua klub bermain dengan hasil imbang 31 kali.[8]
Enam bulan setelah pertandingan keras dan panas semifinal Piala FA di Villa Park, Leeds United mencatatakan kemenangan terbersar atas Chelsea. Chelsea memulai pertandingan dalam keadaan kacau setelah manajer Tommy Docherty mengundurkan diri sehari sebelumnya. Albert Johanneson membawa Leeds United unggul saat pertandingan berjalan lima menit dan skor 3–0 tercatat di papan skor dalam 14 menit setelah dua gol tambahan dari Jimmy Greenhoff dan Jack Charlton. Peter Lorimer menambah keunggulan Leeds United menjadi 4–0 sebelum babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Eddie Gray mencetak gol lewat bola tendangan dari dekat kotak penalti, Marvin Hinton mencetak gol bunuh diri dan kapten Leeds United Billy Bremner mencetak gol ketujuh.[9]
Chelsea, dibawah kepelatihan John Neal, bertemu tim papan tengah klasemen Leeds United dengan manajer Eddie Gray dan menampilkan dua pemain tersisa dari Final Piala FA 1970, David Harvey dan Peter Lorimer, pada Divisi dua. Chelsea yang membutuhkan kemenangan untuk memastikan promosi ke Divisi satu, unggul lewat satu gol gelandang sayap Mickey Thomas, trigol (hat-trick) "sempurna" Kerry Dixon, dan satu gol Paul Canoville di tambahan waktu babak kedua, mencatatkan kemenangan pertama atas Leeds United sejak 1972. Setelah pertandingan berakhir, para penonton penggemar Chelsea memasuki lapangan sementara para penonton penggemar Leeds United merusak papan skor.[10]
Pertandingan pada perempat final Piala Liga musim 2012–2013 ini merupakan pertemuan pertama antara Chelsea dan Leeds United dalam delapan tahun terakhir. Chelsea adalah tim Liga Utama Inggris, sementara Leeds United berkompetisi di Liga Championship EFL. Leeds United unggul terlebih dahulu lewat gol Luciano Becchio pada delapan menit sebelum babak pertama berakhir, tetapi Juan Mata menyamakan kedudukan lewat golnya pada awal babak kedua. Empat gol lainnya dari Branislav Ivanović, Victor Moses, Eden Hazard, dan Fernando Torres menghasilkan kemenangan untuk Si Biru.[11]
Kemenangan perdana Leeds United atas Chelsea sejak kembali ke Liga Utama Inggris pada 2020. Hasil tersebut merupakan kemenangan yang tak terlupakan, melanjutkan awal musim yang gemilang tanpa terkalahkan dengan kemenangan telak di Elland Road. Pemain baru yang didatangkan pada musim panas, Brenden Aaronson membuka skor dengan memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Chelsea, Édouard Mendy. Tak lama kemudian, Leeds United unggul dua gol setelah penyerang Spanyol, Rodrigo, menyundul bola hasil tendangan bebas Jack Harrison. Kedua pemain tersebut kembali berkolaborasi pada babak kedua, dengan Rodrigo memberikan umpan kepada Harrison yang kemudian mencetak gol dari jarak dekat untuk menjadikan skor 3–0. Pemain baru Chelsea, Kalidou Koulibaly, diusir keluar lapangan karena pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua, melengkapi penderitaan Chelsea.[12]
Tabel berikut menampilkan hasil kompetitif antara kedua tim (tidak menunjukkan jumlah gelar yang dimenangkan).
| Kompetisi | Jumlah pertemuan | Chelsea menang |
Imbang | Leeds United menang |
Gol Chelsea |
Gol Leeds United |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Liga | 98 | 30 | 27 | 41 | 120 | 147 |
| Piala FA | 9 | 6 | 3 | 0 | 20 | 8 |
| Piala EFL | 4 | 3 | 1 | 0 | 10 | 2 |
| Total | 111 | 39 | 31 | 41 | 150 | 157 |
| Kompetisi | Chelsea[13] | Leeds United[14] |
|---|---|---|
| Divisi Satu / Liga Utama Inggris | 6 | 3 |
| Divisi Dua / Liga Championship EFL | 2 | 4 |
| Piala FA | 8 | 1 |
| Piala EFL / Piala Liga Inggris | 5 | 1 |
| Liga Champions UEFA | 2 | 0 |
| Piala Winners UEFA | 2 | 0 |
| Liga Eropa UEFA | 2 | 0 |
| Piala Fairs | 0 | 2 |
| Charity / Community Shield FA | 4 | 3 |
| Piala Super UEFA | 2 | 0 |
| Piala Full Members | 2 | 0 |
| Piala Dunia Antarklub FIFA | 2 | 0 |
| Total | 37 | 13 |