Rivalitas sepak bola Indonesia-Malaysia atau juga disebut Derbi Serumpun adalah sebuah rivalitas pertandingan sepak bola antara tim nasional Indonesia dan tim nasional Malaysia yang sampai saat ini telah memainkan lebih dari 50 pertandingan. Rivalitas antara timnas Indonesia dan Timnas Malaysia merupakan salah satu rivalitas tim sepak bola antar negara paling terkenal di Asia Tenggara dan Asia. Konflik politik yang terjadi di antara kedua negara pada 1960-an telah membawa sentimen ke pertandingan sepak bola. Kata-kata "Ganyang Malaysia!" yang pernah diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia pada masa itu, Sukarno, dalam pidato politiknya di Jakarta pada awal Konfrontasi Indonesia–Malaysia seolah-olah menjadi pemacu semangat kepada Tim Garuda ketika mereka akan bertemu dengan Tim Harimau Malaya. Atmosfer pertandingan antara timnas dua negara ini selalu menimbulkan kontroversi sebelum maupun sesudah pertandingan, baik itu di Indonesia maupun di Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lokasi Indonesia (hijau) dan Malaysia (jingga) | |
| Nama lain | Derbi Asia Tenggara |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Lokasi | Asia tenggara |
| Tim terlibat | |
| Pertemuan pertama | Malaya 2–4 Indonesia Turnamen Merdeka 7 September 1957 |
| Pertemuan terakhir | Malaysia 1–4 Indonesia Kejuaraan AFF 19 Desember 2021 |
| Stadion | |
| Statistik | |
| Total pertemuan | 79 |
| Kemenangan terbanyak | |
| Penampilan terbanyak | |
| Pencetak gol terbanyak | |
| Rekor pertemuan | Indonesia: 36 Seri: 18 Malaysia: 25 Lihat tabel dibawah |
| Status | Aktif |
| Kemenangan terbesar | Malaysia 7–1 Indonesia 14 Agustus 1976 Indonesia 6–0 Malaysia 6 Agustus 1999 |
Rivalitas sepak bola Indonesia-Malaysia atau juga disebut Derbi Serumpun adalah sebuah rivalitas pertandingan sepak bola antara tim nasional Indonesia dan tim nasional Malaysia yang sampai saat ini telah memainkan lebih dari 50 pertandingan.[1][2] Rivalitas antara timnas Indonesia dan Timnas Malaysia merupakan salah satu rivalitas tim sepak bola antar negara paling terkenal di Asia Tenggara dan Asia.[3][4] Konflik politik yang terjadi di antara kedua negara pada 1960-an telah membawa sentimen ke pertandingan sepak bola. Kata-kata "Ganyang Malaysia!" yang pernah diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia pada masa itu, Sukarno, dalam pidato politiknya di Jakarta pada awal Konfrontasi Indonesia–Malaysia seolah-olah menjadi pemacu semangat kepada Tim Garuda ketika mereka akan bertemu dengan Tim Harimau Malaya (julukan Timnas Malaysia).[5] Atmosfer pertandingan antara timnas dua negara ini selalu menimbulkan kontroversi sebelum maupun sesudah pertandingan, baik itu di Indonesia maupun di Malaysia.
Hanya pertandingan timnas senior, tidak termasuk Timnas jenjang usia.[6]
| Indonesia menang | 36 |
| Seri | 19 |
| Malaysia menang | 25 |
| Gol Indonesia | 132 |
| Gol Malaysia | 103 |
| Total pertandingan | 79 |
| Indonesia | Kompetisi | Malaysia | |
|---|---|---|---|
| Asia Tenggara, Asia & Dunia | |||
| – | Kejuaraan ASEAN | 1 | |
| 2 | SEA Games (hingga 1999) | 4 | |
| – | Piala Asia AFC | – | |
| – | Asian Games (hingga 1998) | – | |
| – | Piala Dunia FIFA | - | |
| – | Olimpiade Musim Panas (hingga 1988) | – | |
| 2 | Total | 5 | |