Rifabutin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis dan mencegah serta mengobati Mycobacterium avium complex. Rifabutin biasanya hanya digunakan pada mereka yang tidak dapat mentoleransi rifampin seperti penderita HIV/AIDS yang mengonsumsi antiretroviral. Untuk tuberkulosis aktif, obat ini digunakan bersama obat antimikobakteri lainnya. Untuk tuberkulosis laten, obat ini dapat digunakan sendiri jika paparannya adalah dengan TB yang resistan terhadap obat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Mycobutin[1] |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a693009 |
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Oral |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 85% |
| Pengikatan protein | 85% |
| Metabolisme | Hati |
| Waktu paruh eliminasi | 28 - 62 jam (rata-rata) |
| Ekskresi | Ginjal dan feses |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.133.627 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C46H62N4O11 |
| Massa molar | 847,02 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| (verify) | |
Rifabutin (disingkat Rfb) adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis dan mencegah serta mengobati Mycobacterium avium complex. Rifabutin biasanya hanya digunakan pada mereka yang tidak dapat mentoleransi rifampin seperti penderita HIV/AIDS yang mengonsumsi antiretroviral. Untuk tuberkulosis aktif, obat ini digunakan bersama obat antimikobakteri lainnya. Untuk tuberkulosis laten, obat ini dapat digunakan sendiri jika paparannya adalah dengan TB yang resistan terhadap obat.[1]
Rifabutin disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1992.[1] Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[3]

Rifabutin kini direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk tuberkulosis (TB),[4] tetapi rifampisin digunakan lebih luas karena harganya lebih murah. Namun karena patennya telah habis, harga keduanya kini sama.
Efek samping yang umum termasuk mulas, mual, ruam, sakit kepala, dan kadar neutrofil darah rendah. Efek samping lainnya termasuk nyeri otot dan uveitis, terutama ketika mengenai koloni Bartonella dan Babesia di kapiler badan siliaris pada ruang anterior mata. Meskipun tidak ditemukan bahaya selama kehamilan, tetapi belum diteliti dengan baik pada populasi tersebut. Rifabutin termasuk dalam keluarga obat rifamisin.[1] Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi RNA pada bakteri.[5]
Rifabutin is a rifamycin, which like rifampicin, works via inhibition of DNA‐dependent RNA synthesis in prokaryotes.