Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRebiya Kadeer
Artikel Wikipedia

Rebiya Kadeer

Rebiya Kadeer adalah seorang pengusaha dan aktivis beretnis Uighur asal China. Lahir di wilayah Xinjiang di Tiongkok, Kadeer menjadi seorang milioner pada 1980an karena kepemilikan real estatenya dan konglomerat multinasional. Kadeer memegang berbagai jabatan dalam parlemen China dan institusi politik lainnya sebelum ditangkap pada 1999 karena mengirimkan laporan rujukan internal konfidensial kepada suaminya, yang bekerja di Amerika Serikat sebagai penyiar independen pro-Xinjiang. Setelah ia pergi ke Amerika Serikat pada 2005, Kadeer mengklaim telah memegang berbagai gelar kepemimpinan dari organisasi-organisasi Uighur di luar negara seperti Kongres Uighur Dunia. Kadeer dapat berbicara dalam bahasa Uighur dan bahasa Mandarin.

Wikipedia article
Diperbarui 24 Juni 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rebiya Kadeer

Rebiya Kadeer
Lahir15 November 1946 (umur 79)
Tempat tinggalVirginia,[1] Amerika Serikat
KebangsaanTiongkok
PekerjaanAktivis politik
Dikenal atasPresiden Kongresi Uighur Dunia
  • (2004) Rafto Prize (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm3461917 Modifica els identificadors a Wikidata
Rebiya Kadeer
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 熱比婭·卡德爾code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 热比娅·卡德尔code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Rèbǐyǎ Kǎdé'ěr
- Wade-Giles: Je4-pi3-ya K'a3-te2-erh3
Nama Uighur
Uighur: رابىيە قادىر

Rebiya Kadeer (bahasa Uighur: رابىيە قادىر‎; Hanzi: 热比娅·卡德尔; kelahiran 15 November 1946) adalah seorang pengusaha dan aktivis beretnis Uighur asal China. Lahir di wilayah Xinjiang di Tiongkok, Kadeer menjadi seorang milioner pada 1980an karena kepemilikan real estatenya dan konglomerat multinasional. Kadeer memegang berbagai jabatan dalam parlemen China dan institusi politik lainnya sebelum ditangkap pada 1999 karena mengirimkan laporan rujukan internal konfidensial kepada suaminya, yang bekerja di Amerika Serikat sebagai penyiar independen pro-Xinjiang. Setelah ia pergi ke Amerika Serikat pada 2005, Kadeer mengklaim telah memegang berbagai gelar kepemimpinan dari organisasi-organisasi Uighur di luar negara seperti Kongres Uighur Dunia. Kadeer dapat berbicara dalam bahasa Uighur dan bahasa Mandarin.

Kehidupan awal dan karier

Rebiya Kadeer adalah seorang aktivis politik dan pengusaha Uighur berpengaruh dari wilayah barat laut Xinjiang, sebuah wilayah otonomi di Republik Rakyat China (RRC). Ia lahir di kota Altay, kemudian ia menikah pada 1965 dan berpindah ke kota Aksu.

Sejarah keluarga

Menurut autobiografinya, Dragon Fighter: One Woman's Epic Struggle for Peace with China, ayah Rebiya Kadeer' menjadi bagian dari para pemberontak Uighur pro-Soviet dibawah kepemimpinan Republik Turkestan Timur Kedua dalam Pemberontakan Ili (Pemberontakan Tiga Provinsi) pada 1944-1946, menggunakan bantuan Soviet dan bertarung dengan pemerintahan Republik China dibawah kepemimpinan Chiang Kai-shek.[2] Kadeer dan keluarganya berteman akrab dengan para pengasing Rusia Putih yang tinggal di Xinjiang dan Kadeer berkata bahwa beberapa orang Uighur yang mengikuti budaya Rusia menjadi "lebih maju" ketimbang orang Uighur yang lain.[3]

Pernikahan pertama

Kadeer memasuki pernikahan pertamanya sebagai seorang ibu rumah tangga, namun pada beberapa titik ia mulai secara independen membuat dan menjual pakaian dan usaha-usaha kecil lainnya untuk tambahan masukan.

Kewirausahaan

Setelah perceraiannya, Kadeer membuat sebuah layanan pencucian baju pada 1976. Ia kemudian menikah lagi pada 1981 dengan Sidik Rouzi, yang kemudian menjadi profesor yang berasosiasi, dan berpindah ke Ürümqi, menganugerahinya sebelas anak.[4] Di Ürümqi, Kadeer menjalankan sebuah tempat jualan di distrik bisnis lokal tersebut, dan mengubahnya menjadi toko swalayan yang khusus menjual pakaian adat Uighur. Pada 1985, Kadeer memindahkan usaha tersebut ke gedung komersial yang berukuran 14,000 meter persegi.[5]

Setelah keruntuhan Uni Soviet, Kadeer melakukan perdagangan lintas perbatasan, membuat asetnya memuncak menjadi lebih dari 200 juta yuan.[6] Ia menjadi salah satu dari lima orang terkaya di China, dan kesuksesannya membuatnya dijuluki "millioner perempuan". Perusahaan perdagangan tersebut telah mengoperasikan bisnisnya di China, Rusia dan Kazakhstan.[7] Kadeer mendirikan Perusahaan Kerjasama Perdagangan dan Industri Akida, yang memiliki sejumlah properti di provinsi Xinjiang. Properti-properti tersebut meliputi Pusat Perdagangan Akida, Pusat Perdagangan Kadeer dan Tuanjie, atau Unity, teater di Ürümqi.[8]

Kadeer menjadi seorang filantropis aktif pada komunitasnya, yang paling dikenal dengan yayasannya, Gerakan 1,000 Ibu, sebuah organisasi kepedulian untuk membantu wanita Uighur untuk memulai bisnis lokal mereka sendiri serta membantu anak yatim piatu atau kurang mampu.[6]

Pembebasan dan karier selanjutnya

The 10 Conditions of Love

Pada 2009, Jeff Daniels[9] membuat sebuah film dokumenter, The 10 Conditions of Love, mengenai Kadeer. Penayangan perdananya dijadwalkan dilakukan di Festival Film Internasional Melbourne, yang bertentangan dengan permintaan dari konsulat Tiongkok di Melbourne untuk menarik film tersebut.[10][11]

Dokumenter tersebut dijadwalkan akan ditayangkan di Festival Film Kaoshiung, Taiwan, pada Oktober 2009, namun kemudian dijadwalkan ulang pada bulan September, sebelum festival tersebut diselenggarakan.[12]

Meminta dukungan kepada Jepang

Pada Mei 2012, ketika berada di Tokyo untuk mengikuti sebuah konferensi, Kadeer mengunjungi Kuil Yasukuni, yang kontroversial karena kuil tersebut tempat dimana para penjahat perang Jepang dihormati. Ia mengatakan bahwa pemerintah Jepang mendukung Uighur secara keuangan dan politik.[13]

Karya

  • with Cavelius, Alexandra (2008). Die Himmelsstürmerin: Chinas Staatsfeindin NR. 1 erzählt aus ihrem Leben. Heyne. ISBN 978-3-453-64041-2. (German)
  • English edition: Dragon Fighter: One Woman's Epic Struggle for Peace with China. W. W. Norton & Company, Inc. ISBN 978-0-9798456-1-1. (restricted online copy pada Google Books)

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ Kadeer 2009, p. 9.
  3. ↑ Kadeer 2009, p. 13.
  4. ↑ Chu Miniter, Paulette (Maret 2007). "Taking a Stand for China's Uighurs". Far Eastern Economic Review (54).
  5. ↑ qingzhenblogs. "The enticing life of Rebiya Kadeer". Blog article. qingzhenblogs. Diakses tanggal 14 Desember 2011.
  6. 1 2 "Profile: Rebiya Kadeer". BBC News. 17 Maret 2005. Diakses tanggal 4 Januari 2010.
  7. ↑ "Films "Leaving Fear Behind" and "China's Public Enemy No. 1 – Rebiya Kaadeer"". Online Article about a Movie. City of Tublin. Diakses tanggal 14 December 2011.
  8. ↑ Chan, Royston (8 September 2009). Reuters China to demolish Kadeer buildings in restive Urumqi http://www.reuters.com/article/latestCrisis/idUSSP473138 China to demolish Kadeer buildings in restive Urumqi. ;
  9. ↑ See details at IMDb
  10. ↑ McGuirk, Rod (26 July 2009). Hackers put China flag on Australian film Web site. Associated Press.
  11. ↑ Uighur premiere a sell-out in Australia Diarsipkan 2012-12-08 di Archive.is. Agence France-Presse. 27 Juli 2009.
  12. ↑ Chang, Maubo ( 22 September 2009). Documentary about Uighur political dissident shown in Kaohsiung[pranala nonaktif permanen]. Central News Agency.
  13. ↑ "Uyghur leader visits Yasukuni shrine during Tokyo conference". Want China Times. 2012-05-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2012-08-29.
Additional References
  • Esposito, John L.; Voll, John Obert; Bakar, Osman (2007). Asian Islam in the 21st Century. Oxford University Press US. ISBN 978-0-19-533302-2.
  • Kadeer, Rebiya (2009). Dragon Fighter: One Woman's Epic Struggle for Peace with China. Alexandra Cavelius (Edisi illustrated). Kales Press. ISBN 0979845610. Diakses tanggal 10 March 2014.
  • Millward, James A. (2007). Eurasian Crossroads: A History of Xinjiang. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-13924-3.

Pranala luar

  • Portal Biografi
  • iconPortal Politik
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rebiya Kadeer.
  • Rashdan, Abdelrahman. Meeting the Uyghur Leader Rebiya Kadeer. OnIslam.net Retrieved: Feb. 26, 2013.
  • One on One – Rebiya Kadeer di YouTube – interview on Al Jazeera English (video, 22 min)
  • Personal History Freedom Collection interview
  • l
  • b
  • s
Konflik Xinjiang
Latar belakang
  • Peperangan Xinjiang
  • Pemberontakan Ili
  • Provinsi Xinjiang
Peristiwa
  • Ketegangan Ürümqi 1989
  • Insiden Ghulja
  • Pengeboman Ürümqi 1992
  • Pengeboman bus Ürümqi 1997
  • Ketegangan Uighur 2008
  • Serangan Kashgar 2008
  • Insiden Shaoguan
  • Pemberontakan Ürümqi Juli 2009
  • Serangan dan protes September 2009
  • Pengeboman Aksu 2010
  • Serangan Hotan 2011
  • Serangan Kashgar 2011
  • Krisis sandera Pishan
  • Serangan Yecheng 2012
  • Tianjin Airlines Penerbangan 7554
  • Ketegangan Bachu April 2013
  • Kerusuhan Shanshan Juni 2013
  • Serangan Lapangan Tiananmen 2013
  • Serangan Kunming 2014
  • Penembakan perbatasan Tiongkok-Vietnam 2014
  • Serangan Ürümqi April 2014
  • Serangan Ürümqi Mei 2014
  • Pembunuhan Juma Tayir
Tokoh
  • Ehmetjan Qasim
  • Wang Zhen
  • Saifuddin Azizi
  • Rebiya Kadeer
  • Nur Bekri
  • Li Zhi
  • Wang Lequan
  • Zhang Chunxian
  • Ilham Tohti
Hal terkait
  • Kongres Uighur Dunia
  • Gerakan kemerdekaan Uighur
  • Orang Uighur
  • Hubungan Tiongkok–Turki
  • Hubungan Tiongkok – Kirgizstan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
    • 2
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Korea
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan karier
  2. Sejarah keluarga
  3. Pernikahan pertama
  4. Kewirausahaan
  5. Pembebasan dan karier selanjutnya
  6. The 10 Conditions of Love
  7. Meminta dukungan kepada Jepang
  8. Karya
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Kerusuhan Ürümqi Juli 2009

dari luar negeri oleh Kongres Uighur Sedunia dan pemimpinnya Rebiya Kadeer, sementara Kadeer menyangkal tuduhan tersebut dan menganggap kekerasan tersebut

PetroChina

perusahaan asal Tiongkok

Insiden Ghulja

setelah insiden di Xinjiang, terutama terhadpa orang-orang Uighur. Rebiya Kadeer, yang menyaksikan Insiden Ghulja, kemudian menjadi pemimpin Kongres

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026