Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRatu Indonesia
Artikel Wikipedia

Ratu Indonesia

Ratu Indonesia adalah kontes kecantikan yang pernah diadakan di Indonesia pada 1971–1977 dengan misi mempromosikaan pariwisata Indonesia ke kancah dunia.

kontes kecantikan
Diperbarui 4 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini bukan mengenai Puteri Indonesia, Miss Indonesia, atau Ratu (grup musik).
Ratu Indonesia
JenisKontes kecantikan
Organisasi induk
  • Badan Pembina Ratu Indonesia
  • Yayasan Pembina Puteri Indonesia (sejak 1976)
Markas besarIndonesia Jakarta
Edisi pertama1971
Edisi terakhir1977
Tokoh Penting
  • Ali Sadikin
  • Surjosumarno
  • Wim Tomasoa

Ratu Indonesia adalah kontes kecantikan yang pernah diadakan di Indonesia pada 1971–1977 dengan misi mempromosikaan pariwisata Indonesia ke kancah dunia.[1][2][3][4]

Kontes ini berubah nama menjadi Puteri Indonesia pada 1976 dan diselenggarakan untuk terakhir kalinya pada 1977.[5][6]

Pada 1992, Surjosumarno, salah satu tokoh penyelenggara kontes ini, turut mendirikan Yayasan Puteri Indonesia bersama pengusaha Mooryati Soedibyo, melahirkan kontes Puteri Indonesia yang masih berlangsung hingga hari ini.[7]

Sejarah

Dalam memoarnya, gubernur Ali Sadikin menyebut bahwa dirinyalah yang mencetuskan ide penyelenggaraan kontes semacam ini untuk mendorong pemajuan pariwisata Jakarta.

Muncul pikiran pada saya, mengapa di Indonesia tidak diadakan juga semacam perlombaan "Puteri Indonesia", seperti halnya yang terdapat di Thailand, di Malaysia, di Filipina. Apakah puteri-puteri Indonesia kurang cantik, kurang intelligent?code: id is deprecated

— Ali Sadikin, Bang Ali: Demi Jakarta (1966-1977)

Untuk mewujudkannya, Ali menugaskan Wim Tomasoa, pejabat Bapparda/Dinas Pariwisata DKI, agar merancang konsep dan format kontes. Ia dibantu antaranya oleh Adjie Damais dan Wardiman Djojonegoro, keduanya saat itu bawahan Ali di Balai Kota.[1][8]

Upaya inilah yang lantas melahirkan kontes-kontes seperti Ratu Djakarta dan Ratu Pariwisata, yang pada gilirannya melahirkan Ratu Indonesia.[9] Edisi pertamanya digelar pada Oktober 1971 dan dimenangkan oleh Herni Sunarja dari Jawa Barat.

Penolakan

Pada malam pemilihan Ratu Indonesia 1973, sekelompok orang dari Komite Anti Kemewahan melakukan demonstrasi di depan pintu Bali Room, Hotel Indonesia. Mereka menggelar poster-poster protes yang antaranya berbunyi: Ingat Penderitaan Rakyat, Stop Kemewahan, hingga Ratu Berpesta , Cukong Gembira.[10]

Meski kontes tetap dilanjutkan, tak pelak aksi ini jadi perbincangan. Surjosumarno, sang ketua penyelenggara, menjelaskan kepada media bahwa acara tahunan tersebut tidak menggunakan uang rakyat. Menurutnya, dana didapat dari sponsor dan pinjaman bank.[11]

Selain itu, sebagian pihak juga mempertanyakan kesesuaian kontes ini yang turut menyertakan parade baju renang dan pengumuman ukuran badan para kontestan.[12][13]

Puteri Indonesia

Sejak 1976, nama Ratu Indonesia diubah menjadi Puteri Indonesia. Untuk mengelolanya didirikan Yayasan Pembina Puteri Indonesia. Langkah ini disebut untuk memperjelas pengarahan dan garis tugas yang sebelumnya dikerjakan secara ad hoc.[5][14]

Tamat

Puteri Indonesia 1977 jadi gelaran terakhir kontes ini. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan berbagai kesulitan seperti masalah pendanaan dan terbatasnya minat peserta,[15][16] kontes ini akhirnya gulung tikar di tengah kondisi politik yang semakin tidak mendukung.[17]

Gubernur Ali Sadikin yang banyak memfasilitasi kontes ini tidak lagi menjabat sejak pertengahan 1977. Sementara itu, suara penolakan terhadap kontes kecantikan diamplifikasi oleh Daoed Joesoef yang sejak Maret 1978 dilantik jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Meski tidak tegas melarang, namun Daoed getol menyuarakan penolakannya dalam berbagai kesempatan, menyebut kontes semacam ini malah merendahkan kaum perempuan.[18][19][20]

Ditambah, Wim Tomasoa yang sejak awal merancang dan mengurusi kontes ini memang sudah lama sakit-sakitan dan meninggal dunia pada 7 April 1979.[21]

Daftar edisi dan pemenang

Edisi Tanggal Lokasi Ratu Indonesia Runner-up Jumlah Peserta Referensi
1 2
Pertama 11 Oktober 1971 Gedung Hailai, Taman Impian Jaya Ancol Herni Sunarja
 Jawa Barat
Endang Triwahjuni
 Jakarta
Melinda Susilarini Mohammad
 Jawa Barat
28 [22][23]
Ke-2 2 Oktober 1972 Bali Room, Hotel Indonesia Irene Rebecca Soetanto
 Jakarta
Setyawati Samsidin
 Jawa Timur
Early Burhan Ali
 Jakarta
15 [24]
Ke-3 7 Desember 1973 Lydia Arlini Wahab
 Jakarta
Liza Sundoro
 Jawa Tengah
Wiwid Nurwidyohening
 DI Yogyakarta
— [25]
Pada 1974 pemilihan ditiadakan. Lydia Arlini Wahab, Ratu Indonesia 1973, lantas dimahkotai kembali sebagai Ratu Indonesia 1974. Pengangkatan Lydia dilakukan bersamaan dengan malam penyerahan hadiah Ratu Jakarta 1974 di Merak Bar, Hotel Borobudur Jakarta. [26]
Ke-4 20 Februari 1975 Bali Room, Hotel Indonesia Fransisca Warastuti
 Jakarta
Maureen Tenges
 Sulawesi Utara
Sosiawati Rahayu
 Jawa Tengah
— [27]
Ke-5 20 Februari 1976 Balai Sidang Senayan Yayu Yuliarti Rahayu
 Jawa Barat
Treesje Nugraheni Ratri Astuti
 Jakarta
Lily Chaerani Nainggolan
 Sumatera Utara
21 [5]
Ke-6 Maret 1977 Siti Mirza Nuriah Arifin
 Sumatera Selatan
Indri Hapsari Soeharto
 Jawa Tengah
June Malaihollo
 Maluku
14 [14]

Partisipasi di ajang internasional

Keterangan warna
  •   Pemenang
  •   Runner-up
  •   Semifinalis
  •   Penghargaan khusus
Kompetisi Tahun Wakil Indonesia Hasil Keterangan
Kontestan Gelar Nasional
Miss Universe 1977 Siti Mirza Nuria Arifin[28] Puteri Indonesia Nusantara 1977 - Pengiriman kontestan dilakukan melalui kerja dengan Andi's Model Agency milik pengusaha Andi Nurhayati yang saat itu memegang lisensi Miss Universe di Indonesia
1976 Yayu Yuliarti Rahayuningsih[29] Puteri Indonesia Nusantara 1976 -
1975 Lydia Arlini Wahab[30] Ratu Indonesia 1973–1974 - Pengiriman kontestan dilakukan oleh Indonesia International, badan ad hoc gabungan pihak swasta dan Badan Pembina Ratu Indonesia.[31]
1974 Nia Kurniasih Ardikoesoema[32][33] Ratu Indonesia Kepribadian 1973 - Pengiriman kontestan dilakukan secara mandiri oleh Badan Pembina Ratu Indonesia
Miss International 1977 Indri Hapsari Soeharto[34] Puteri Indonesia Duta 1977 Runner-up 2
1976 Treesye Ratri Astuti Puteri Indonesia Duta 1976 -
1975 Sosiawati Rahayu[30] Puteri Indonesia Wisata 1975 -
1974 Lydia Arlini Wahab Ratu Indonesia 1973–1974 -
Miss Asia Quest 1977 Linda Emran[35][36] Puteri Indonesia Kepribadian 1977 Pemenang
1976 Renny Rosmini Harman[37] Puteri Indonesia Kepribadian 1976 -
1975 Maureen Tenges[30] Ratu Nusa Indonesia 1975 Miss Photogenic
1974 Liza Sundoro[38][39][40] Runner-up 2 Ratu Indonesia 1973 Runner-up 3
1973 Lely Herawati Soendoro[41][42] – Runner-up 2 Lely, juara 3 Ratu Djakarta 1972, ditunjuk bertanding menggantikan Early Burhan Ali, runner-up 2 Ratu Indonesia 1972, yang mundur karena memilih menikah.[43][44]
1972 Ike Rachmawati Sulaeman[45] Ratu Indonesia Kesayangan 1972 -
Queen of The Pacific 1977 June Malaihollo[46] Puteri Indonesia Wisata 1977 -
1976 Lily Chaerani Nainggolan Puteri Indonesia Wisata 1977 Miss Goodwill
1975 Fransisca Warastoeti[47][48][49] Ratu Indonesia 1975 Pemenang
1974 Lydia Arlini Wahab[50] Ratu Indonesia 1973–1974 Miss Crowning Glory
1973 Irene Rebecca Soetanto[51][52] Ratu Indonesia 1972 Pemenang
1972 Herni Sunarja Ratu Indonesia 1972 Runner-up 2 Prestasi Herni sempat dipersoalkan sejumlah warga negara Indonesia di Australia lewat surat pembaca di beberapa koran. Kepada Dinas Pariwisata DKI, pihak menyelenggara mengkonfirmasi capaian Herni dan menjelaskan bahwa hanya juara pertama yang mendapat mahkota.[53][54]

Referensi

  1. 1 2 K.H., Ramadhan (1992). Bang Ali: Demi Jakarta (1966-1977). Pustaka Sinar Harapan. ISBN 9794161659.
  2. ↑ "Gadis2 Jelita Memperkenal Indonesia Kepada Pelanchong2". Berita Harian (dalam bahasa Melayu).
  3. ↑ Anwar, Rosihan (27 Juli 1969). "Demam 'Ratu chantek' di Indonesia". Berita Harian (dalam bahasa Melayu).
  4. ↑ Dewi, Indah Kartika (2023). Sejarah Pemilihan "Putri" di Indonesia 1969–2018 (S1 thesis). Universitas Gadjah Mada.
  5. 1 2 3 "Hilang Ratu Datang Puteri". Tempo (majalah). 13 Maret 1976.
  6. ↑ "Konsep ratu cantik di Indon sudah diubah". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 23 Juni 1977.
  7. ↑ Kusumaningtyas, Mira (2014). Strategi Humas PT. Mustika Ratu, Tbk. Dalam Pelaksanaan Ajang Pemilihan Puteri Indonesia Periode 2012-2013 (S1 thesis). Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
  8. ↑ Djojonegoro, Wardiman (Mei 2016). Sepanjang Jalan Kenangan. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9786024240400.
  9. ↑ "Suryosumarno SH: Saya Undang Sponsor". Ekspres. Mulai tahun 1971 dan tahun-tahun berikutnya, sebutan Ratu Pariwisata Indonesia dirobah menjadi Ratu Indonesia.
  10. ↑ Arifin, Marzuki (1974). Peristiwa 15 Januari 1974: fakta, analisa lengkap dan latar belakang. Publishing House Indonesia.
  11. ↑ "Ratu-ratu Tak Kunjung Bosan". Tempo (majalah). 29 Des 1973.
  12. ↑ Adra'i, Kadjat (2008). Suka duka Fatmawati Sukarno. Yayasan Bung Karno. ISBN 9789799657343.
  13. ↑ Sukarno, Guntur (1974). "Ratu Indonesia versus Patriotisme". Triwikrama generasi muda!. Dela-Rohita. hlm. 49. ISBN 9789799657343.
  14. 1 2 "Ratu, Mobil Dan Cukong". Tempo (majalah). 12 Mar 1977.
  15. ↑ "Stop, Ratu Kecantikan". Tempo (majalah). 25 Mei 1974.
  16. ↑ "WIM TOMASOA: KENAPA PEMINAT MENURUN?". Ekspres. 28 Sep 1973.
  17. ↑ "Musim itu Akan Berlalu". Tempo (majalah). 1 Juli 1978.
  18. ↑ "Sambutan Menteri P dan K pada upacara Pelantikan Pimpinan Pusat Ikatan Dharma Wanita (IDHATA) Departemen P dan K periode 1978-1981". Suara Guru. Daoed Joesoef mengajak berpikir para ibu, apakah kira-kira masih perlu dipertahankan adanya pemilihan segala bentuk "Ratu" untuk negeri ini. Sebab menurut Menteri P dan K, hal tersebut tidak ada gunanya. Hal itu hanya akan merusak moral, serta menimbulkan anggapan yang keliru bagi masyarakat. Pemilihan Ratu itu sendiri dapat menimbulkan anggapan yang keliru pada diri anak itu sendiri. Wanita itu tentu menilai bahwa masyarakat sangat menghargai dirinya karena kecantikannya. Padahal kecantikan seorang wanita atau pria bukan dibuat oleh segala macam alat kecantikan. Tetapi hal itu adalah ciptaan Tuhan.
  19. ↑ "Moh. Said tentang Ratu-ratu Kecantikan: Kemuliaan Manusia Pada Mutu Hatinya". Berita Buana. 15 Mei 1978.
  20. ↑ Joesoef, Daoed (2006). Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran. Penerbit Buku Kompas. hlm. 649–657. ISBN 9789797092818.
  21. ↑ "Meninggal Dunia: Wim Bahar Tomasoa". Tempo (majalah). 14 Apr 1979.
  22. ↑ "Dicari: Ratu Yang Serba Cantik". Tempo (majalah). 30 Okt 1971.
  23. ↑ "Ratu Indonesia 1972 di-Hotel Hyatt". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 13 Mei 1972.
  24. ↑ "Ratu dan Ai-Kyu". Tempo (majalah). 14 Okt 1972.
  25. ↑ "Lydia Arlini Wahab: Lelaki yang jatuh cinta tak hanya..." Ekspres. Des 1973.
  26. ↑ "Memborong Titel". Tempo (majalah). 7 Des 1974.
  27. ↑ "Ratu-Ratu Indonesia". Tempo (majalah). 22 Feb 1975.
  28. ↑ "Perlombaan Ratu Kecantikan". Tempo (majalah). 25 Jun 1977. ...Pada pemilihan Puteri Indonesia terakhir, para pemenangnya disiapkan untuk mengikuti pemilihan mis-mis tingkat internasional. Misalnya Puteri Indonesia Nusantara Siti Mirza Nuriah Arifin dipersiapkan untuk pemilihan Miss Universe.
  29. ↑ "Dari Irma sampai Roosye". Tempo (majalah). 14 Agu 1982. ...Yuliarti Rahayuningsih , 28 tahun. Sarjana farmasi ITB ini baru dilantik jadi apoteker bulan April lalu. Ia pernah mengikuti lomba Miss Universe 1976 di Hongkong, dan pulang dengan tangan hampa...
  30. 1 2 3 "Segala Macam Ratu". Tempo (majalah). 3 Agu 1974. ...Lidya Arlini Wahab (Ratu Indonesia 1973-1974) akan dikirim dalam pemilihan Miss Universe di El Salvador, Amerika Selatan dan Maureen Tenges (Ratu Indonesia Nusa 1975) akan dikirim pada pemilihan Miss Asia 1975, April ini. September nanti, Sosiawati Rahayu, Ratu Indonesia Wisata, turut dalam pemilihan International Pageant di Tokyo.
  31. ↑ "Segala Macam Ratu". Tempo (majalah). 3 Agu 1974. ...terbentuk sebuah badan bernama Indonesia International. Diprakarsai Dr. AA Bengu dari Merpati Nusantara Airlines (dan tentu saja direktur MNA Marsekal Santoso mendukung penuh), Surya Winata pemilik Kebayoran Inn, spesialis ratu-ratu Wim Tomasoa sebagai konsultan, Nelson Tobing (bekas suami Rima Melati nomor 2) sebagai koordinator pelaksana, dan Charles See dari Hollywood yang khusus membantu banyak dalam soal kontes internasional ini.
  32. ↑ "Kelinci Percobaan". Tempo (majalah). 20 Jul 1974.
  33. ↑ "Hadiah Sebuah Pulau". Tempo (majalah). 3 Agu 1974. Dan bagaimana dengan nonah Indonesia, insinyur Nia Kurniasih itu? Pendeknya dia telah dapat pengalaman bagaimana berebut mau jadi Nonah Alam Semesta?
  34. ↑ "Juara Miss Internasional". Tempo (majalah). 9 Jul 1977.
  35. ↑ "Perlombaan Ratu Kecantikan". Tempo (majalah). 25 Jun 1977.
  36. ↑ "Ratu Asia Pulang". Tempo (majalah). 9 Jul 1977.
  37. ↑ "Renny Rosmini, the newly elected "Putri Indonesia Kepribadian 1976 (Miss Indonesian Personality 1976), will represent Indonesia in the "Miss Asia" beauty competition". Indonesian News and Views (dalam bahasa Inggris). No. 27 Mar 1976.
  38. ↑ "Berkat Sponsor". Tempo (majalah). 11 Mei 1975.
  39. ↑ "Miss Asia 1974". Tempo (majalah). 8 Jun 1974.
  40. ↑ "Peserta Termuda". Tempo (majalah). 20 Jul 1974.
  41. ↑ "Tanpa upacara penyambutan". Tempo (majalah). 28 Jul 1973.
  42. ↑ "Juara ketiga". Tempo (majalah). 16 Jun 1973.
  43. ↑ "Menyerahkan Semua Hadiah". Tempo (majalah). 16 Jun 1973.
  44. ↑ "Ratu Kecantikan Bukan Barang Pajangan". Ekspres. 28 Sep 1973. ...banyak Ratu yang mengingkari janjinya diatas kertas tanpa kena tuntutan .Misalnya Early Burhan Ali dan Setiawati Samsidin (runner-up Ratu Indonesia 1972), dimana keduanya buru-buru menikah sedang kontraknya dengan Diparda DKI maupun BPRI/Ditjen Pariwisata belum berakhir
  45. ↑ "Tentang Kalahnya Ike". Tempo (majalah). 12 Agu 1972.
  46. ↑ "Perlombaan Ratu Kecantikan". Tempo (majalah). 25 Jun 1977. ...Pada pemilihan Puteri Indonesia terakhir, para pemenangnya disiapkan untuk mengikuti pemilihan mis-mis tingkat internasional... Puteri Pariwisata June Malaihollo telah turut Miss Moomba di Melbourne dan tidak menang.
  47. ↑ "Queen of Pacific". The Canberra Times (dalam bahasa Inggris). 10 Mar 1975.
  48. ↑ "Tak fikir berjaya kerana saingannya semua cantik2". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 12 Mar 1975.
  49. ↑ "Warastuti Raih Ratu Pasifik". Tempo (majalah). 22 Mar 1975.
  50. ↑ "Bicara Tentang Jodoh". Tempo (majalah). 17 Agu 1974. Lydia mengalihkan pembicaraan tentang dia pernah dipilih sebagai Miss Crowning Glory dalam Moomba Festival tahun ini di Australi. "Katanya sih karena rambut saya ini, saya dipilih", kata Lydia, "barangkali dianggap bagus". ;
  51. ↑ "SERENE IRENE". Papua New Guinea Post-Courier (dalam bahasa Inggris). 2 Mar 1973.
  52. ↑ "Yang Terayu di Kawasan Pasifik, Airin". Ekspres. 23 Mar 1973.
  53. ↑ "Melbourne Festival". Tempo (majalah). 24 Jun 1972.
  54. ↑ "Surat Redaksi" (PDF). Varianada. No. 78/III 1972.

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Penolakan
  3. Puteri Indonesia
  4. Tamat
  5. Daftar edisi dan pemenang
  6. Partisipasi di ajang internasional
  7. Referensi

Artikel Terkait

Ajang kecantikan

ajang pamer bersaing berdasarkan atribut jasmani yang menyenangkan secara estetika

Puteri Indonesia

ajang kontes kecantikan Indonesia

Daftar kontes kecantikan

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026