Nia Kurniasih Ardikoesoema adalah seorang ratu kecantikan asal Bandung yang menjadi wakil Indonesia pertama dalam kontes Miss Universe pada 1974.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Nia Kurniasih Ardikoesoema | |
|---|---|
| Lahir | Nia Kurniasih (1948-03-18)18 Maret 1948 Bandung, Jawa Barat |
| Meninggal | 8 April 2018(2018-04-08) (umur 70) Bandung, Jawa Barat |
| Almamater | Institut Teknologi Bandung |
| Pemenang kontes kecantikan | |
| Kompetisi utama |
|
Nia Kurniasih Ardikoesoema (13 Maret 1948 – 8 April 2018) adalah seorang ratu kecantikan asal Bandung yang menjadi wakil Indonesia pertama dalam kontes Miss Universe pada 1974.[1][2]
Perjalanan Nia dalam belantika kontes kecantikan bermula di Institut Teknologi Bandung, saat ia mewakili jurusannya dalam pemilihan Miss University dan meraih juara kedua. Ia lantas ditarik untuk mengikuti pemilihan Ratu Kota Kembang, lagi-lagu jadi pemenang kedua.
Oleh Popong Djundjunan, saat itu istri wali kota Bandung, Nia diikut sertakan dalam pemilihan Ratu Jawa Barat pada September 1973. Selain berhasil jadi juara, ia juga memborong gelar Ratu Kepribadian dan Ratu Persahabatan.[3]
Bagaimanapun, kemenangannya sempat diliputi polemik. Nia, saat itu berumur 25 tahun 6 bulan, dianggap sudah tidak layak ikut karena batas usia peserta ditetapkan antara 18–25 tahun.[4]
Meski begitu, Nia tetap mempertahankan gelarnya. Sebagai Ratu Jawa Barat, ia terlibat dalam banyak kegiatan promosi kebudayaan dan pariwisata, termasuk menjadi bagian misi kesenian Jawa Barat ke Amerika Serikat.[3]
Selain itu, Nia juga berhak mewakili Jawa Barat dalam gelaran Ratu Indonesia 1973. Nia gagal meraih juara, namun ia berhasil menyabet gelar Ratu Kepribadian.
Pada 1974, Miss Universe untuk pertama kalinya digelar di Asia, yakni di Manila, Filipina. Pihak penyelenggara mendorong Indonesia untuk turut mengirimkan wakil.[5] Jadilah Nia yang dipilih sebagai perempuan Indonesia pertama yang bertanding di perhelatan ratu sejagad tersebut.[2]
Pengalaman sebagai ratu kecantikan mendorong Nia untuk berkarir di sektor pemerintahan. Kerjanya sebagai peneliti dimulai di PDAM Bandung. Setelah itu ia bekerja di Departemen Pekerjaan Umum. Terakhir karirnya berlabuh di Arsip Nasional hingga pensiun.[6][3][7]
Nia merupakan putri pasangan Rd. Koendraad Ardikoesoema dan Poppy Somadilaga.[8]
Setelah menamatkan pendidikan menengah di SMAN 2 Bandung pada 1968, Nia berkuliah di jurusan Teknik Penyehatan, Institut Teknologi Bandung dan lulus dengan gelar insinyur pada 1974. Dua tahun kemudian, ia mendapatkan beasiswa belajar selama setahun di Delft, negeri Belanda. Tak berhenti di situ, antara 1983–1985 Nia menempuh pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat dan meraih gelar master untuk bidang pengolahan limbah industri.[3][9]
Nia diketahui 2 kali membina rumah tangga. Pertama dengan Drajat Hoedajanto. Keduanya menikah pada 1978 dan dikarunia 2 orang anak: Ariya Hoedajanto dan Satriya Hoedajanto.[3] Pernikahan pertama ini berujung perceraian.
Pada 2009, Nia menikah dengan Poetoet Waskito Budi.
Nia meninggal dunia pada hari Minggu, 8 April 2018 pukul 20.59 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Jenazahnya dikebumikan di Al Jamil Mansion, San Diego Hills, Karawang.[7][10]
Dan bagaimana dengan nonah Indonesia, insinyur Nia Kurniasih itu? Pendeknya dia telah dapat pengalaman bagaimana berebut mau jadi Nonah Alam Semesta?
Tambah Wim Tomasoa, "Memang fihak Pilipina yang telah mendorong kami untuk mengirim- kan seorang wakil."
Ir. Nia Kurniasih A , Dipl.SE, M.Sc
| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Gelar baru |
Miss Universe Indonesia 1974 |
Diteruskan oleh: (1975) |