Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Raja Silahisabungan (Silalahi)

Raja Silahisabungan merupakan salah satu leluhur dari beberapa marga Suku Batak yang berasal dari Silalahi Nabolak, Dairi. Raja Silahisabungan merupakan generasi kelima dari Si Raja Batak, lebih tepatnya salah satu putra dari Tuan Sorbadibanua yang keturunannya tersebar di Silalahi Nabolak, Parbaba, Balige, Uluan, dan Sigotom. Adapun marga Silalahi merupakan marga persatuan dari seluruh keturunan Silahisabungan.

salah satu nenek moyang marga-marga Batak
Diperbarui 20 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Raja Silahisabungan (Silalahi)
Untuk kegunaan lain, lihat Silalahi (disambiguasi).
Silahisabungan
Tugu Makam Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak, Dairi.
Aksara Batak
  • ᯘᯪᯞᯂᯪᯘᯅᯮᯝᯉ᯲
    (Surat Batak Toba)
Nama/
penulisan
alternatif
Silahi Sabungan
Silsilah
Jarak
generasi
dengan
Siraja Batak
1Siraja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
5Silahisabungan
Nama lengkap
tokoh
Raja Silahisabungan
Nama istri
  • 1. Pinggan Matio Boru Padang Batanghari
  • 2. Similing-iling (Nailing) Boru Narasaon
Nama anak
  • 1. Loho Raja
  • 2. Tungkir Raja
  • 3. Sondi Raja
  • 4. Butar Raja
  • 5. Dabariba Raja
  • 6. Debang Raja
  • 7. Batu Raja
  • 8. Raja Tambun
Nama boruSi Boru Deang Namora
Kekerabatan
Turunan
  • Silalahi
  • Sihaloho
  • Situngkir
  • Sipangkar
  • Sipayung
  • Rumasondi
  • Naiborhu
  • Doloksaribu
  • Sinurat
  • Nadapdap
  • Rumasingap
  • Sinabutar
  • Sinabariba
  • Sidebang
  • Pintubatu
  • Sigiro
  • Tambun
  • Tambunan
  • Daulay
Matani ari
binsar
  • 1. Padang Batanghari
  • 2. Raja Narasaon
    (Manurung, Sitorus, Sirait, dan Butarbutar)
Asal
SukuBatak
Etnis
  • Batak Toba
  • Batak Simalungun
  • Batak Pakpak
  • Batak Karo
  • Batak Angkola
  • Batak Mandailing
Daerah asalSilalahi Nabolak, Dairi
Paguyuban
Lokasi tuguSilalahi III
Tugu Makam Raja Silahisabungan


Raja Silahisabungan (Surat Batak: ᯘᯪᯞᯂᯪᯘᯅᯮᯝᯉ᯲) merupakan salah satu leluhur dari beberapa marga Suku Batak yang berasal dari Silalahi Nabolak, Dairi. Raja Silahisabungan merupakan generasi kelima dari Si Raja Batak, lebih tepatnya salah satu putra dari Tuan Sorbadibanua yang keturunannya tersebar di Silalahi Nabolak, Parbaba, Balige, Uluan, dan Sigotom. Adapun marga Silalahi (Surat Batak: ᯘᯪᯞᯞᯂᯪ) merupakan marga persatuan dari seluruh keturunan Silahisabungan.[1]

Asal

Raja Silahisabungan merupakan salah satu putra dari Tuan Sorbadibanua yang pergi dari Balige bersama kakak dan adiknya yaitu Raja Sipaettua dan Siraja Oloan, yang mana Raja Sipaettua bermukim di Laguboti, Raja Silahisabungan bermukim di Silalahi Nabolak, lalu Siraja Oloan bermukim di Pangururan. Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan memperoleh ketujuh putranya, yaitu: Loho Raja, Tungkir Raja, Sondi Raja, Butar Raja, Dabariba Raja, Debang Raja, dan Batu Raja. Pinggan Matio juga melahirkan seorang putri yaitu Si Boru Deang Namora. Kemudian setelah menikah dengan istri pertamanya tersebut, Raja Silahisabungan pergi ke Ajibata dan kemudian ia menikah dengan Similing-iling (gelar Nailing) Boru Narasaon dan memperoleh seorang putra, yaitu: Raja Tambun (Tambun Raja). Adapun berikut urutan putra dari Silahisabungan:

  1. Loho Raja (Sihaloho)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja
    (Rumasondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar) atau (Sidabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) atau (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Raja Tambun (Tambun Raja)
    (Tambun) atau (Tambunan)

Kontroversi

Terdapat dua versi berbeda yang sering kali menimbulkan perselisihan atau kontroversi perihal asal-usul dan silsilah di antara internal keturunan Silahisabungan, di mana kelompok Silalahi Raja meyakini tokoh Silahisabungan memiliki 9 orang anak. Mereka juga mengklaim Silalahi Raja sebagai anak pertama dari Raja Silahisabungan, serta menolak menyerupakan marga mereka dengan keturunan Raja Silahisabungan yang lain. Sedangkan kelompok Silahisabungan meyakini Raja Silahisabungan hanya memiliki 8 orang anak, di mana semua anak dari Raja Silahisabungan ini merupakan marga Silalahi.

Kelompok Silalahi Raja menegaskan yang berhak menggunakan "Silalahi" sebagai marga, hanya keturunan Silalahi Raja saja. Sedangkan kelompok Silahisabungan menyatakan seluruh keturunan Silahisabungan berhak menggunakan kata "Silalahi" sebagai marga mereka.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Silalahi, di antaranya adalah:

  • Asner Silalahi
  • Duma Riris Silalahi
  • Harry Tjan Silalahi
  • Horas Tua Silalahi
  • Jojo Silalahi
  • Pande Radja Silalahi
  • Patar Silalahi
  • Rosianna Silalahi
  • Sudi Silalahi
  • T.B. Silalahi

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
  • l
  • b
  • s
Silahisabungan
Loho Raja
Sihaloho (Keloko)
Tugu Raja Silahisabungan
Tungkir Raja
Situngkir  • Sipangkar  • Sipayung
Sondi Raja
Rumasondi (Silalahi, Naiborhu, Doloksaribu, Sinurat, Nadapdap)  • Rumasingap
Butar Raja
Sidabutar (Dabutar), (Sinabutar)
Bariba Raja
Sidabariba (Sinabariba)
Debang Raja
Sidebang
Batu Raja
Pintubatu  • Sigiro
Raja Tambun
Tambun  • Tambunan (Baruara, Pagaraji, Sunge)  • Daulay
Tugu Makam Raja Silahisabungan


Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal
  2. Kontroversi
  3. Tokoh
  4. Referensi

Artikel Terkait

Marga Mandailing

Batu Bara, Daulae dan Matondang yang berasal dari satu nenek moyang. Tokoh nenek moyang ketiga marga tersebut menurut kisahnya dua orang bersaudara, yakni

Marga Simalungun

sebagai bagian dari keempat marga tersebut. Sebagai Salah satu suku yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, marga pada Batak Simalungun diturunkan melalui

Siraja Batak

eponim bagi leluhur masyarakat Batak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026