Raja Narasaon ; adalah seorang tokoh dalam marga Batak Toba leluhur dari marga Manurung, Sitorus, Sirait, Butarbutar, dan keturunannya. Raja Narasaon berjarak lima generasi dari Si Raja Batak, tepatnya putra tunggal dari Tuan Sorbadijae yang bergelar Nai Rasaon atau disebut juga sebagai Datu Pejel yang keturunannya tersebar di berbagai daerah, terutama di Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, khususnya di wilayah Ajibata yang merupakan bona pasogit dan Tanah Ulayat dari seluruh keturunan Tuan Sorbadijae melalui putranya Raja Narasaon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pomparan Raja Narasaon | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aksara Batak | ᯉᯒᯘᯀᯬᯉ᯲ (Surat Batak Toba) | ||||||||||
| Arti | raja + narasaon (diambil dari nama Nai Rasaon) | ||||||||||
| Silsilah | |||||||||||
| Jarak generasi dengan Siraja Batak |
| ||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Raja Narasaon | ||||||||||
| Nama istri | Boru Limbong | ||||||||||
| Nama anak | (kembar)
| ||||||||||
| Nama boru | (Boru dari Raja Mangarerak) • Similing-iling Boru Narasaon (bergelar Nailing) (Dinikahi oleh Raja Silahisabungan) | ||||||||||
| Kekerabatan | |||||||||||
| Turunan | |||||||||||
| Matani ari binsar | |||||||||||
| Asal | |||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||
| Etnis | |||||||||||
| Daerah asal | Ajibata, Toba | ||||||||||
Raja Narasaon (Surat Batak: ᯉᯒᯘᯀᯬᯉ᯲); adalah seorang tokoh dalam marga Batak Toba leluhur dari marga Manurung, Sitorus, Sirait, Butarbutar, dan keturunannya. Raja Narasaon berjarak lima generasi dari Si Raja Batak, tepatnya putra tunggal dari Tuan Sorbadijae yang bergelar Nai Rasaon atau disebut juga sebagai Datu Pejel yang keturunannya tersebar di berbagai daerah, terutama di Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, khususnya di wilayah Ajibata yang merupakan bona pasogit (kampung halaman) dan Tanah Ulayat dari seluruh keturunan Tuan Sorbadijae melalui putranya Raja Narasaon.
Raja Narasaon merupakan salah satu induk dalam marga Batak leluhur dari marga-marga Batak yang berasal dari Sibisa, Toba yang merupakan Penguasa di Toba bagian utara hingga tengah, yakni; Ajibata hingga Uluan yang merupakan Wilayah Ulayat keturunannya, terletak di pinggiran Danau Toba yang mengarah ke Pulau Samosir, dan pintu masuk:
1. Dari Kecamatan Ajibata, berbatasan dengan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, kemudian mendaki ke Dolok Motung, lalu masuk ke Desa Pardamean Sibisa dan juga Parsaoran Sibisa.
2. Dari simpang jalan antara
Parapat-Pasar Lumban Julu.
Kelompok marga ini sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Sitorus, Sirait, Butarbutar, dan kelompok Manurung.
Kedua Tugu atau Monumen (Tambak; Kuburan Nenek Moyang) dari kelompok marga ini terletak di desa Sibisa dengan jarak yang tidak terlalu jauh, yang saling berdekatan dengan yang lainnya.[1]
I. SI RAJA BATAK, anakna tolu:
II.2. RAJA ISUMBAON, anakna tolu:
III.1. TUAN SORIMANGARAJA, anakna tolu:
IV.2. TUAN SORBA DIJAE, anakna sada:
V.1. RAJA NARASAON, anakna dua (linduat):
• Raja Mangarerak (Mangarerak Mangatur)
• Raja Mangatur (Mangatur Mangarerak)
Tuan Sorbadijae yang bergelar Nai Rasaon dikenal juga sebagai Datu Pejel merupakan anak kedua dari Tuan Sorimangaraja yang dilahirkan oleh istri keduanya yang merupakan putri dari Guru Tatea Bulan, yaitu Si Boru Biding Laut. Tuan Sorbadijae menikah dengan Boru Tantan Debata dan melahirkan seorang putra yang bernama Raja Narasaon.
Raja Narasaon kemudian menikah dengan Boru Limbong dan melahirkan dua orang putra yang kembar (sabalutan) dan hingga saat ini tidak diketahui secara pasti dan jelas perihal mana yang sulung dan mana yang bungsu dari antara kedua putra tersebut. Adapun kedua orang tersebut ialah Raja Mangarerak (Mangarerak Mangatur) dan Raja Mangatur (Mangatur Mangarerak).
Raja Mangarerak menikah dengan Si Boru Hutahot, putri dari Siraja Borbor dan memiliki seorang putra yang bernama Toga Manurung dan seorang putri yang bernama Siboru Similing-iling. Toga Manurung kemudian menikah dengan kedua paribannya, yaitu: Siampul Julu Boru Borbor dan Sumaing Boru Borbor serta memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Raja Hutagurgur (Manurung Sihahaan), (2) Raja Hutagaol (Manurung Sibitonga), dan (3) Raja Simanoroni (Manurung Siampudan). dan Raja Mangarerak juga memiliki seorang putri yang bernama Similing-iling Boru Narasaon (gelar Nailing) dinikahi oleh Raja Silahisabungan dan memperoleh Raja Tambun (Tambun Raja) yang menurunkan marga Tambun atau Tambunan.
Raja Mangatur menikah dengan Deak Bintang Hagurasan Boru Sagala dan memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Toga Sitorus, (2) Toga Sirait, dan (3) Toga Butarbutar. Toga Sitorus kemudian menikah dengan Tapiomas Palangki Boru Borbor, memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Raja Pane (Sitorus Pane), (2) Raja Dori (Sitorus Doring), dan (3) Raja Boltok (Sitorus Boltog), Toga Sirait menikah dengan Manotalan Boru Limbong, memperoleh dua orang putra, yaitu: (1) Sirait Sihahaan, (2) Sirait Sianggian, kemudian Toga Butarbutar menikah dengan Ragi Oloan Boru Sinaga, memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Raja Simananduk (Butarbutar Simananduk), (2) Hutagorat (Punu; tidak berketurunan), dan (3) Raja Simananti (Butarbutar Simananti).