Abu Ali Muhammad bin Al-Mustanir, yang dikenal sebagai Quṭrub sang ahli tata Bahasa Arab dari Basrah, adalah seorang penyair, ilmuwan, sarjana tafsir Al-Qur'an dan filolog serta ahli bahasa terkemuka pada masanya. Ia menulis tentang berbagai macam subjek dan menulis Kitāb al-Muthallath yang merupakan karya pertama, yang kemudian menghasilkan beberapa versi lanjutan dan diperluas. Ia wafat pada tahun 821/22.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Quṭrub Abu Ali Muhammad | |
|---|---|
| Lahir | Baṣrah, Irak |
| Meninggal | 821 Baghdad, Irak |
| Nama lain | Abū Alī Muḥammad ibn al-Mustanīr (ابو على محمد بن المستنيرcode: ar is deprecated ); Aḥmad ibn Muḥammad; al-Ḥasan ibn Muḥammad |
| Latar belakang akademis | |
| Dipengaruhi | Sibawaih |
| Karya akademis | |
| Era | Bani Abbasiyah |
| Aliran | Sekolah Nahu Basrah |
| Karya terkenal | Kitāb al-Muthalath, tafsir |
Abu Ali Muhammad bin Al-Mustanir (Arab : أبو علي محمد بن المستنيرcode: ar is deprecated ), yang dikenal sebagai Quṭrub sang ahli tata Bahasa Arab dari Basrah, adalah seorang penyair, ilmuwan, sarjana tafsir Al-Qur'an dan filolog serta ahli bahasa terkemuka pada masanya. Ia menulis tentang berbagai macam subjek dan menulis Kitāb al-Muthallath[1] yang merupakan karya pertama, yang kemudian menghasilkan beberapa versi lanjutan dan diperluas. Ia wafat pada tahun 821/22 (206 H).[2]
Dia dipanggil qutrub berawal dari keseringan Sibawaih mendapatkan Abu Ali setiap kali keluar dari rumahnya untuk melaksanakan salat Subuh untuk menuntut ilmu, dengan harapan Abu Ali mendapatkan waktu private untuk belajar dan bertanya kepada Sibawaih. Lalu ia mengatakan: “Kamu itu seperti hewan melata malam yang selalu bergerak dan tak pernah istirahat (hewan Qutrub)”. Maka sejak itu Abu Ali mendapat julukan Qutrub dan lebih dikenal dengan panggilan tersebut. Dikenal oleh ahli bahasa sebagai orang pertama yang membuat tsulatsi yang dikenal dengan Tsulatsi Quthrub.[3]
Quṭrub[4] sang Ahli Tata Bahasa, Abu 'Alī Muḥammad bin al-Mustanīr, dikenal juga sebagai Aḥmad bin Muḥammad, atau al-Ḥasan bin Muḥammad;[5] ia belajar di bawah bimbingan Sibawayh[6] dan para filolog Baṣrah, pesaing mazhab Kūfah. Quṭrub, dan kemudian putranya al-Ḥasan, mengajar putra-putra Abu Dulaf al-Qāsim bin Isa.[butuh rujukan]
Quṭrub adalah penduduk asli Baṣrah dan seorang mawlā (murid) Salim bin Ziād. Ahli ilmu kalam Muhammad bin Habib (w.859/860)[7] mengutip Quṭrub bersama Ibnu al-A'rābī, Abu 'Ubaydah, Abu al-Yaqẓān, dan lain-lain, yang merupakan ulama yang ahli dalam bidang silsilah, hadis, bahasa, puisi, dan suku.[7] ḥāfiẓ Baghdād Hārūn bin 'Alī al-Munajjim, dari keluarga Munajjim yang terkenal, memasukkan ayat-ayat Quṭrub dalam Kitāb al-Bārī miliknya.[5]
Qutrub mengajar anak Abu Dulaf Al-Qasim bin Isa, ia condong kepada faham Muktazilah karena beliau lahir dari keluarga berfaham Muktazilah, maka ketika menulis tafsir, ia enggan untuk memperkenalkannya ke khalayak umum karena takut dari tanggapan jelek masyarakat umum.[3]
Qutrub menyelisihi beberapa ahli nahwu dalam hal tujuan dari I’rab, menurut dia alif, wawu dan ya’ dalam mustanna dan jama’ sama dengan kedudukan fathah, kasrah dan dhammah dalam i’rab.[3]
Di antara buku-buku yang ditulisnya adalah:[8]