Quentin Roosevelt I adalah putra bungsu dari Presiden Theodore Roosevelt dan Edith Roosevelt. Ia mengikuti jejak ayah dan kakaknya untuk masuk ke dinas militer dengan menjadi anggota Dinas Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dimana ia menjadi seorang pilot tempur dan berhasil menembak satu pesawat Jerman. Ia meninggal pada Hari Bastille 1918 di sebuah pertempuran udara diatas langit Prancis. Hingga saat ini, ia merupakan satu-satunya anak Presiden Amerika Serikat yang gugur akibat perang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Quentin Roosevelt | |
|---|---|
Lt. Roosevelt in the 95th Aero Squadron, WWI in France | |
| Lahir | (1897-11-19)19 November 1897 Washington, D.C., U.S. |
| Meninggal | 14 Juli 1918(1918-07-14) (umur 20) Chamery, near Coulonges-en-Tardenois, France |
| Dikebumikan | Normandy American Cemetery and Memorial, Colleville-sur-Mer, U.A. Concession Territory, U.S., U.A. |
| Pengabdian | United States of America |
| Dinas/cabang | United States Army Air Service |
| Lama dinas | 1917–1918 |
| Pangkat | Second Lieutenant |
| Kesatuan | 95th Aero Squadron |
| Perang/pertempuran | World War I |
| Penghargaan | Croix De Guerre (with palm) Purple Heart Victory Medal |
Quentin Roosevelt I (19 November 1897 – 14 Juli 1918) adalah putra bungsu dari Presiden Theodore Roosevelt dan Edith Roosevelt. Ia mengikuti jejak ayah dan kakaknya untuk masuk ke dinas militer dengan menjadi anggota Dinas Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dimana ia menjadi seorang pilot tempur dan berhasil menembak satu pesawat Jerman.[1] Ia meninggal pada Hari Bastille 1918 di sebuah pertempuran udara diatas langit Prancis. Hingga saat ini, ia merupakan satu-satunya anak Presiden Amerika Serikat yang gugur akibat perang.[2]
Quentin lahir di Washington, D.C. pada 19 November 1897. Ia merupakan putra bungsu Presiden Theodore Roosevelt. Ia memiliki kakak tiri, Alice, kakak perempuan kandung Ethel, dan kakak laki-laki Theodore Jr., Kermit, dan Archie. Quentin berusia 3 tahun ketika ayahnya menjadi Presiden Amerika Serikat dan ia dibesarkan di Gedung Putih. Ia adalah putra kesayangan Presiden diantara seluruh anaknya dan ia juga dikenal kasar.
Perilaku Quentin membuat ibunya, Edith, menjulukinya sebagai "anak nakal yang hebat". Di antara banyak petualangan Quentin bersama "Geng Gedung Putih" (nama yang diberikan oleh T.R. kepada Quentin dan teman-temannya), Quentin mengukir lapangan bisbol di halaman Gedung Putih tanpa izin, merusak potret resmi presiden di Gedung Putih dengan ludah, melempar bola salju dari atap Gedung Putih ke penjaga Secret Service yang tidak curiga, dan kadang-kadang menaiki lift keluarga[3] dengan Charlie Taft, anak dari Sekretaris Perang Amerika Serikat dan kelak Wakil Presiden Amerika Serikat William Howard Taft. Dinas Rahasia merasa khawatir melihat api dan asap di belakang Gedung Putih, dan ternyata mereka hanya melihat Quentin sedang memanggang kentang dengan cerobong asap bata darurat.[4]
Ia dengan cepat dikenal karena komentar-komentarnya yang lucu dan terkadang filosofis. Kepada seorang reporter yang mencoba menjebak anak laki-laki itu untuk memberikan informasi tentang ayahnya, Quentin mengakui, "Saya sesekali bertemu dengannya, tetapi saya tidak tahu apa pun tentang kehidupan keluarganya." Keluarga itu segera belajar untuk membuatnya diam selama makan malam ketika tamu-tamu penting hadir.
Suatu kali, ketika saudara laki-lakinya, Archie, sakit parah, Quentin-lah (dengan bantuan Charles Lee, seorang kusir Gedung Putih) yang membawa kuda poni Algonquin ke kamarnya dengan lift, yakin bahwa ini akan membuat saudara laki-lakinya tersenyum.
Tiga pilot Jerman telah dikreditkan dengan penembakan jatuh dan kematian Quentin Roosevelt pada waktu yang berbeda, dan ketiganya mungkin bertanggung jawab. Letnan Karl Thom dari Jasta 21, salah satu pilot ulung Jerman terkemuka dalam perang, berada di sekitar lokasi kejadian dengan catatan penembakan jatuh yang terkonfirmasi di dekatnya; ia sering dikreditkan dengan penembakan jatuh tersebut tetapi tidak pernah mengajukan klaim resmi. Letnan Christian Donhauser dari Jasta 17 mengaku dan kemudian mempublikasikan dirinya sebagai pembunuh Roosevelt. Sersan Carl Graeper dari Jasta 50 juga mengaku bertanggung jawab, meskipun jika dialah yang menembakkan tembakan fatal tersebut, itu akan menjadi satu-satunya kemenangan yang diraihnya dalam perang. Ketiganya mungkin terlibat dalam pertempuran udara yang menewaskan Roosevelt.
Pada tahun 1921, saudara laki-laki Quentin, Kermit Roosevelt, menerbitkan Quentin Roosevelt: A Sketch with Letters, sebuah kumpulan surat-menyurat dan penghormatan yang ditulis Quentin setelah kematiannya. Halaman 169–171 menggambarkan keadaan penerbangan terakhirnya. Salah satu surat ditulis oleh pilot Amerika Letnan Edward Buford, yang telah menyaksikan misi terakhir Roosevelt dan kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarganya.[5]
Kermit juga memasukan sebuah komunikade Jerman yang disadap pada 14 Juli 1918 mengenai pertempuran udara tersebut, dimana Jerman menyatakan bahwa Roosevelt adalah seorang musuh terhormat, menunjukkan keberanian tinggi sebelum ia ditembak di bagian kepala. Sebuah buletin Jerman selanjutnya mengkonfirmasi kematian "putra mantan Presiden Amerika Serikat." Laporan-laporan Jerman menyebutkan seorang bintara bernama Greper sebagai pihak yang berjasa atas kemenangan tersebut. Pers Jerman, termasuk Kölnische Zeitung, melaporkan pertemuan tersebut, menggambarkan Roosevelt sebagai orang yang meninggal "seperti seorang pahlawan" dan mencatat bahwa ia dimakamkan dengan upacara militer oleh para penerbang Jerman.
Upacara pemakaman Roosevelt disaksikan pada tanggal 15 Juli oleh Kapten James E. Gee dari Resimen Infanteri ke-110, yang saat itu merupakan tawanan perang yang dipindahkan melalui Chamery, dekat lokasi kecelakaan. Gee kemudian mengenang bahwa sekitar seribu tentara Jerman berdiri dalam formasi di sekitar makam, dan para perwira menjelaskan bahwa upacara yang rumit itu dilakukan baik untuk menghormati keberanian Roosevelt maupun sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya.
Pada tanggal 18 Juli 1918, selama serangan balasan Sekutu, Chamery direbut kembali dan makam Roosevelt ditemukan. Sebuah salib kayu yang dipasang oleh Jerman bertuliskan:
Leutnant Q. Roosevelt Dihormati dan dikubur oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jerman
Baling-baling yang patah dan sisa-sisa pesawatnya diletakkan di dekat makam. Para insinyur Amerika kemudian menandai lokasi tersebut dengan sebuah salib bertuliskan:
Di sinilah ia beristirahat di medan kehormatan.
Quentin Roosevelt
Dinas Udara USA
Terbunuh dalam aksi Juli 1918
Prancis kemudian meletakkan sebuah kandang kayu ek yang bertulis:
Lieutenant
Quentin Roosevelt
Escadrille 95
Tombé glorieusement
En combat aérien
Le 14 Juillet 1918
Pour le droit
Et la liberté
Bahasa Indonesia: Letnan Quentin Roosevelt, Skadron 95, gugur terhormat di pertempuran udara, 14 Juli 1918, demi kebenaran dan kebebasan!
Setelah pasukan Sekutu sepenuhnya menguasai tempat tersebut, makam Roosevelt menjadi tempat ziarah bagi banyak pasukan Amerika Serikat. Berita keguguran Quentin sampai ke ayahandanya, Theodore Roosevelt yang sangat terpukul atas kematiannya. Theodore meninggal 6 bulan setelah keguguran Quentin.