Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Qataban

Qataban adalah sebuah kerajaan Yaman kuno di Arabia Selatan yang ada sejak awal milenium pertama SM hingga akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi. Kerajaan ini merupakan salah satu dari enam kerajaan Arabia Selatan kuno di Yaman kuno, bersama Sabaʾ, Maʿīn, Ḥaḍramawt, Ḥimyar, dan Awsān.

Wikipedia article
Diperbarui 23 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Qataban
Kerajaan Qataban

Qatabanian: 𐩤𐩩𐩨𐩬code: xqt is deprecated
Awal abad ke-1 SM–Akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi
Qatabān pada 100 SM
Qatabān pada 100 SM
Ibu kotaTimna
Bahasa yang umum digunakanQatabanian
Agama
Politeisme Arab Selatan
DemonimQatabanian
PemerintahanMonarki
Era Sejarah
  • Zaman Besi
  • Zaman Klasik
• Didirikan
Awal abad ke-1 SM
• Dibubarkan
Akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi
Digantikan oleh
krjKerajaan
Himyar
krjKerajaan
Hadramaut
Sekarang bagian dariYaman
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Qataban (Qatabanian: 𐩤𐩩𐩨𐩬, romanized: qtbn, har. 'Qatabān'code: xqt is deprecated ) adalah sebuah kerajaan Yaman kuno di Arabia Selatan yang ada sejak awal milenium pertama SM hingga akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi. Kerajaan ini merupakan salah satu dari enam kerajaan Arabia Selatan kuno di Yaman kuno, bersama Sabaʾ, Maʿīn, Ḥaḍramawt, Ḥimyar, dan Awsān.

Geografi

Qatabān berpusat di sekitar Wādī Bayhān, dan ibu kotanya adalah kota Timnaʿ.[1]

Tetangga Qatabān adalah Sabaʾ di barat laut dan barat, Awsān di selatan, serta Ḥaḍramawt di timur. Pada masa kejayaannya, wilayah Qatabān membentang dari Bāb al-Mandab di barat daya hingga gurun Ṣayhad di utara, dan mencapai batas barat wilayah Hadramaut di timur.[2]

Sejarah

Pra-sejarah

Permukiman manusia paling awal di wilayah Qatabān berasal dari sekitar abad ke-20 SM dan terdiri dari populasi Neolitik. Permukiman-permukiman paling awal di kawasan Qatabān berasal dari abad ke-11 hingga ke-10 SM.[3][2]

Kemudian, beberapa gelombang imigran berbahasa Semit dari Levant dan Mesopotamia datang ke Arabia Selatan, membawa berbagai unsur budaya baru, termasuk tembikar awal yang tampaknya juga berasal dari berbagai sumber. Budaya lokal dan pendatang ini pada akhirnya melahirkan kebudayaan Arabia Selatan Kuno yang menjadi bagian dari Qatabān.[3][2]

Kerajaan

Qatabān telah berkembang menjadi negara terpusat yang berpusat di Timnaʿ pada akhir abad ke-7 atau awal abad ke-6 SM. Pada suatu masa dalam periode awal ini, Qatabān diperintah oleh dua raja bersama, masing-masing bernama Hawfiʿamm Yuhanʿim, putra Sumhuʿalay Watar, yang dikenal melalui beberapa prasasti, serta Yadʿʾab, putra Ḏamarʿali.[3][4][2]

Pada akhir abad ke-7 SM, Qatabān dan kerajaan tetangganya, Ḥaḍramawt, awalnya merupakan sekutu raja Karibʾil Watar dari kerajaan Sabaʾ, tetapi kemudian pecah permusuhan antara Karibʾil Watar dan raja Qatabān, Yadʿʾab.[5] Pada abad ke-6 SM, Qatabān berada di bawah kendali Sabaʾ.[3][6]

Qatabān memperoleh kembali kemerdekaannya pada akhir abad ke-5 SM, setelah itu menolak hegemoni Sabaʾ dan menjadi salah satu negara dominan di kawasan Arabia Selatan bersama Maʿīn dan Ḥaḍramawt.[3][6][2] Qatabān berhasil menaklukkan Maʿīn, dan kemudian menjalankan kebijakan ekspansi yang sukses terhadap Sabaʾ serta merebut wilayah hingga Bāb al-Mandab dari bangsa Saba. Pada abad ke-3 SM, Qatabān menantang supremasi Sabaʾ di Arabia Selatan.[5] Pada suatu masa di abad ke-1 SM, Qatabān membentuk koalisi dengan Ḥaḍramawt, Radman, Maḏay, dan suku-suku Arab nomaden melawan Sabaʾ. Pada periode ini, para raja Qatabān menggunakan gelar mukarrib (harfiah: 'penyatu'), yang dipakai oleh para hegemon lokal di Arabia Selatan, serta malik (harfiah: 'raja').[6][2]

Pada abad ke-2 SM, Qatabān kehilangan bagian barat daya wilayahnya ketika konfederasi suku Ḥimyar memisahkan diri sekitar tahun 110 SM dan bergabung dengan Sabaʾ untuk membentuk kerajaan Sabaʾ dan Ḏū-Raydān. Setelah itu, Qatabān mulai mengalami kemunduran, mengakhiri masa kejayaannya yang telah berlangsung sejak abad ke-5 SM.[3][7][2]

Penulis Yunani-Romawi Plinius Tua mencatat bahwa pada masa ekspedisi Aelius Gallus yang gagal ke Arabia Selatan pada tahun 26 SM, bangsa Qatabān dikenal sebagai pejuang yang tangguh.[8]

Kerajaan Qatabān akhirnya berakhir ketika Ḥaḍramawt dan Ḥimyar membagi wilayahnya di antara mereka dan mencaploknya pada akhir abad ke-1 M.[3][9][2]

Penyebutan

Sementara Sabaʾ dan Ḥaḍramawt disebutkan dalam Tabel Bangsa-Bangsa dalam Alkitab Ibrani, nama Qatabān tidak tercatat di dalamnya, kemungkinan karena pada saat penyusunan teks tersebut Qatabān belum menjadi negara yang merdeka.[2]

Penulis Yunani-Romawi Strabo mencatat nama Qatabān dalam bentuk Kattabania (Κατταβανία), dan menyebut ibu kotanya sebagai Tamna (Τάμνα), sementara penulis Romawi Plinius Tua menyebut bangsa Qatabān sebagai "Gebbanitae" dan menyebut Timnaʿ sebagai "Thomna”.[2]

Referensi

  1. ↑ Kitchen 2001, hlm. 122.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Van Beek 1997.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Bryce 2009, hlm. 578.
  4. ↑ Hoyland 2002, hlm. 127.
  5. 1 2 Hoyland 2002, hlm. 42.
  6. 1 2 3 Kitchen 2001, hlm. 123.
  7. ↑ Schiettecatte 2017.
  8. ↑ Hoyland 2002, hlm. 46.
  9. ↑ Hoyland 2002, hlm. 47.

Bibliografi

  • Albright, W. F. (1950). "The Chronology of Ancient South Arabia in the Light of the First Campaign of Excavation in Qataban". Bulletin of the American Schools of Oriental Research. 119 (119): 5–15. doi:10.2307/3218798. JSTOR 3218798. S2CID 163250611. Diakses tanggal 6 December 2022.
  • Bryce, Trevor (2009). The Routledge Handbook of the Peoples and Places of Ancient Western Asia: From the Early Bronze Age to the Fall of the Persian Empire. London, United Kingdom: Routledge. ISBN 978-0-415-39485-7.
  • Alessandro de Maigret. Arabia Felix, translated Rebecca Thompson. London: Stacey International, 2002. ISBN 1-900988-07-0
  • Hoyland, Robert G. (2002). Arabia and the Arabs: From the Bronze Age to the Coming of Islam. London, United Kingdom: Routledge. ISBN 978-1-134-64634-0.
  • Kitchen, Kenneth (2001). "Economics in Ancient Arabia from Alexander to the Augustans". Dalam Archibald, Zofia H.; Davies, John; Gabrielsen, Vincent; Oliver, G. J. (ed.). Hellenistic Economies. London, United Kingdom: Routledge. hlm. 119–132. ISBN 978-1-134-56592-4.
  • Andrey Korotayev. Ancient Yemen. Oxford: Oxford University Press, 1995 Diarsipkan 2018-11-16 di Wayback Machine.. ISBN 0-19-922237-1.
  • Andrey Korotayev. Pre-Islamic Yemen. Wiesbaden: Harrassowitz Verlag, 1996. ISBN 3-447-03679-6.
  • Andrey Korotayev. Socio-Political Conflict in the Qatabanian Kingdom? (A re-interpretation of the Qatabanic inscription R 3566) // Proceedings of the Seminar for Arabian Studies 27 (1997): 141–158 Diarsipkan 2023-04-11 di Wayback Machine..
  • Raoul McLaughlin (2014). The Roman Empire and the Indian Ocean (Hardcover) (dalam bahasa English). Pen & Sword Military. hlm. 138. ISBN 9781783463817. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Merighi, Francesca; Liverani, Mario, ed. (2003). Arid Lands in Roman Times (Paperback) (dalam bahasa English). All'insegna del giglio. hlm. 144. ISBN 9788878142664. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Van Beek, Gus W. (1997). "Qataban". Dalam Meyers, Eric M.; Dever, William G.; Meyers, Carol L.; Muhly, James D.; Pardee, Dennis; Sauer, James A.; Finney, Paul Corby; Jorgensen, John S. (ed.). The Oxford Encyclopedia of Archaeology in the Near East. Vol. 4. Oxford, United Kingdom; New York City, United States: Oxford University Press. hlm. 383–384. ISBN 978-0-195-06512-1.
  • Schiettecatte, Jérémie (2017). "Himyar". The Encyclopedia of Ancient History (PDF). John Wiley & Sons, Inc. hlm. 1–2. doi:10.1002/9781444338386.wbeah30219. ISBN 9781405179355. Diakses tanggal 8 November 2022.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Geografi
  2. Sejarah
  3. Pra-sejarah
  4. Kerajaan
  5. Penyebutan
  6. Referensi
  7. Bibliografi

Artikel Terkait

Kerajaan Hadramaut

enam kerajaan Arabia Selatan kuno di Yaman kuno, bersama Sabaʾ, Maʿīn, Qatabān, Himyar, dan Awsān. Sedikit yang diketahui tentang Hadramaut dibandingkan

Kerajaan Himyar

menaklukan Saba' (Sheba) sekitar tahun 25 SM (untuk pertama kalinya), Qataban sekitar tahun 200 M, dan Haḍramaut sekitar tahun 300 M. Kerajaan ini pada

Arabia Selatan

negara bagian di Federasi Arab Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026