Puspa Indah Taman Hati adalah film Indonesia tahun 1979 yang disutradarai oleh Arizal. Film ini diperankan oleh Rano Karno, Jessy Gusman dan Soekarno M. Noor. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Puspa Indah Taman Hati karya novelis Indonesia, Eddy D. Iskandar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Puspa Indah Taman Hati | |
|---|---|
| Sutradara | Arizal |
| Produser | Tommi Indra |
| Skenario | Eddy D. Iskandar |
Berdasarkan | Puspa Indah Taman Hati oleh Eddy D. Iskandar |
| Pemeran | |
| Penata musik | |
| Sinematografer | Harry Susanto |
| Penyunting | Benny MS |
Perusahaan produksi | PT. Tiga Sinar Mutiara Film |
Tanggal rilis | 1979 |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Puspa Indah Taman Hati adalah film Indonesia tahun 1979 yang disutradarai oleh Arizal. Film ini diperankan oleh Rano Karno, Jessy Gusman dan Soekarno M. Noor. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Puspa Indah Taman Hati karya novelis Indonesia, Eddy D. Iskandar.
Galih (Rano Karno) berjumpa dengan gadis yang sama dan sebagun dengan Ratna (Yessy Gusman), bekas pacarnya, yaitu Marlina (yang juga diperankan Yessy Gusman), kawan kuliah tetapi lain jurusan. Galih di musik, sedang Marlina di seni rupa. Galih mulai mencintai Marlina. Ketika hubungan makin erat, Galih bersua lagi dengan Ratna saat mengadakan pertunjukan di Yogya. Kebetulan foto berdua dengan Ratna dimuat di majalah. Ratna bernasib jelek. Suaminya kawin lagi, dan ia sedang dalam proses perceraian. Foto ini membuat Marlina ngambek. Arga (Soekarno M. Noor), dosen yang menyayangi mereka berdua, mencoba mendamaikan, tetapi gagal. Arga menyayangi Marlina, karena sama dan sebagun dengan anaknya yang meninggal. Akhirnya Galih minta maaf. Ia berikan surat Ratna pada Marlina. Isi surat, Ratna mengalah. Balasanya, Marlina yang mengalah. Galih dan Marlina putus secara baik-baik. Galih kembali ke Ratna.[1]