Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Badai Pasti Berlalu (album 1977)

Badai Pasti Berlalu merupakan album kedua yang memuat album lagu tema untuk film berjudul sama yang dirilis pada tahun 1977. Lagu-lagu dalam album ini diarahkan oleh Eros Djarot, musik dikerjakan oleh Yockie Suryo Prayogo dan dinyanyikan oleh Chrisye dengan vokal pendukung oleh Berlian Hutauruk. Album ini dinobatkan sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia edisi #32 terbitan Desember 2007.

album kaset oleh Irama Mas
Diperbarui 20 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Badai Pasti Berlalu (album 1977)
Untuk kegunaan lain, lihat Badai Pasti Berlalu.
Badai Pasti Berlalu
Album studio / lagu tema karya Eros Djarot menampilkan Chrisye dan Berlian Hutauruk
DirilisAkhir 1977[1]
DirekamAgustus 1977[2]
StudioIrama Mas, Jakarta
Genre
  • Pop
  • disko
  • rock progresif
  • lagu tema
  • skor film
Durasi46:48
37:31 (versi piringan hitam)
LabelIrama Mas
ProduserEros Djarot
Kronologi Chrisye
Jurang Pemisah
(1977)
Badai Pasti Berlalu
(1977)
Sabda Alam
(1978)
Kronologi Berlian Hutauruk
Badai Pasti Berlalu
(1977)
Stiker label piringan hitam
Stiker label "Badai Pasti Berlalu" yang ditujukan sebagai promo radio
Stiker label "Badai Pasti Berlalu" yang ditujukan sebagai promo radio

Badai Pasti Berlalu merupakan album kedua yang memuat album lagu tema untuk film berjudul sama yang dirilis pada tahun 1977. Lagu-lagu dalam album ini diarahkan oleh Eros Djarot, musik dikerjakan oleh Yockie Suryo Prayogo dan dinyanyikan oleh Chrisye dengan vokal pendukung oleh Berlian Hutauruk. Album ini dinobatkan sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia edisi #32 terbitan Desember 2007.[3]

Latar belakang

Setelah film Kawin Lari meraih penghargaan Festival Film Indonesia 1976 untuk kategori Tata Musik Terbaik, Eros Djarot kembali ditawari oleh Teguh Karya untuk menggarap lagu tema film terbarunya yang berjudul Badai Pasti Berlalu. Walaupun awalnya Eros tidak menyukai jalan cerita pada film tersebut, akhirnya Ia menyanggupi tawaran Teguh Karya.[4]

Proses penulisan materi lagu dikerjakan selama sebulan di kediaman Guruh Soekarnoputra yang terletak di Jalan Sriwijaya Nomor 26, Jakarta Selatan.[4] Setelah dirasa cukup, Eros mengajak Chrisye, dan Berlian Hutauruk untuk ikut berpartisipasi sebagai penyanyi dalam penggarapan lagu tema film Badai Pasti Berlalu. Untuk pengerjaan aransemen dasarnya, Chrisye memperkenalkan Eros Djarot kepada Yockie Suryo Prayogo, kibordis God Bless yang juga menjadi arranger Lomba Cipta Lagu Remaja 1977 (LCLR 1977). Eros lalu memberikan Yockie waktu selama seminggu untuk mengerjakan aransemen dasar dari lagu-lagu tersebut.[4] Setelah selesai, barulah mereka mulai merekam lagu-lagu tersebut di studio Irama Mas yang terletak di Pluit, Jakarta Utara.[5]

Rekaman

Selama proses rekamannya, Eros Djarot bertindak sebagai penata musik dan juga sebagai produser.[4] Selain Eros, terdapat Chrisye yang berperan mengisi bass dan gitar, serta Yockie yang berperan mengisi piano akustik, kibor, dan drum. Untuk bagian vokal, masing-masing penyanyi mendapatkan dua lagu. Chrisye mengisi vokal untuk lagu "Merpati Putih" dan "Baju Pengantin", sedangkan Berlian Hutauruk mengisi vokal untuk lagu "Matahari" dan "Badai Pasti Berlalu".[6]

"Merpati Putih" dinyanyikan oleh Broery Pesulima
Dalam versi film Badai Pasti Berlalu, Broery Pesulima menggantikan Chrisye sebagai penyanyi setelah Teguh Karya mengkritik suara Chrisye.

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Ketika Eros memberikan rekaman tersebut kepada Teguh Karya, ternyata Teguh sama sekali tidak menyukai suara Chrisye dan Berlian Hutauruk.[4] Teguh menganggap suara Chrisye mirip seperti "suara orang nonbiner"[a], sedangkan suara Berlian dianggap mirip seperti "suara kuntilanak".[b][4][7] Sebagai penggantinya, Teguh memilih Broery Pesulima dan Anna Mathovani untuk menggantikan Chrisye dan Berlian Hutauruk.[4][8] Walaupun Eros dapat menyanggupi permintaan Teguh untuk menggantikan Chrisye, Ia menolak permintaan Teguh untuk menggantikan Berlian Hutauruk. Karena Teguh tetap bersikeras ingin memilih Anna Mathovani, Eros langsung mengancam akan menarik diri dari semua proyek ilustrasi musik dalam film tersebut. Teguh akhirnya mengalah dan tetap mempertahankan Berlian Hutauruk sebagai penyanyi untuk film Badai Pasti Berlalu.[8]

Setelah produksi film Badai Pasti Berlalu selesai, Eros berinisiatif mengembangkan lagu tema Badai Pasti Berlalu menjadi satu album penuh dengan membawa beberapa lagu dari film Perkawinan Dalam Semusim. Eros juga telah menyiapkan beberapa lagu baru, diantaranya terdapat tiga lagu baru yang Ia tulis bersama dengan Chrisye.[9] Rekaman lagu-lagu tambahan dilakukan di studio Irama Mas selama 21 hari dengan mengajak musisi yang terlibat dalam rekaman sebelumnya.[5] Debby Nasution, Keenan Nasution dan Fariz RM ikut berpartisipasi dalam penggarapan lagu-lagu tambahannya. Debby ikut mengisi bagian kibor, Sedangkan Keenan dan Fariz ikut mengisi bagian drum.[1][10] Eros mengatakan seluruh biaya yang Ia keluarkan untuk memproduksi album ini diperkirakan mencapai Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah).[4]

Rilis dan tanggapan

Eros Djarot kemudian menawarkan master rekaman album Badai Pasti Berlalu ke berbagai pihak label rekaman. Namun tak ada satu pun label rekaman yang ingin merilis album tersebut. Sampai akhirnya Eros kembali ke studio Irama Mas dan bertemu dengan In Chung, pemilik studio Irama Mas.[4] In Chung bersedia merilis album tersebut dengan syarat keuntungan dari penjualan album tersebut akan dibagi hasil. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Eros pada tanggal 19 September 1977 dengan Chrisye sebagai saksinya.[nb 1][11]

Album Badai Pasti Berlalu dirilis pada akhir tahun 1977 dengan sampul album hasil rancangan Markoes Djajadiningrat, menampilkan Christine Hakim yang juga bermain di film yang sama.[1] Meskipun lagu-lagunya sering diputar berulang-ulang kali di radio, penjualan album ini awalnya nyaris tak bergeming di pasaran. Badai Pasti Berlalu dinilai kurang mampu memancing minat beli masyarakat yang pada saat itu lebih menggemari lagu-lagu pop manis karya The Mercy's, Panbers, Koes Plus, atau D'Lloyd.[11]

Setelah mengalami stagnan selama tiga bulan, akhirnya album tersebut berhasil mencuri perhatian masyarakat seiring dengan suksesnya film Badai Pasti Berlalu.[11] Album tersebut meledak di pasaran dan menjadi sensasional di blantika musik Indonesia pada saat itu. Lagu "Merpati Putih" dan "Merepih Alam" banyak diminati.[5]

Kesuksesan dari album Badai Pasti Berlalu juga membuat nama Chrisye semakin melambung. Momentum ini digunakan oleh Amin Widjaja, pendiri Musica Studio's untuk menawarkan kesempatan kepada Chrisye bergabung ke label rekamannya.[5]

Masalah

Sengketa dengan Berlian Hutauruk

Pada 10 Februari 1978, Berlian melalui kuasa hukum Albert Hasibuan memasang iklan di sebuah harian yang isinya menggugat In Chung. Berlian menuntut agar album Badai Pasti Berlalu ditarik dari peredarannya, serta In Chung diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah). Berlian merasa dalam perjanjiannya dengan Eros, Ia hanya diminta menyanyikan lagu "Matahari" dan "Badai Pasti Berlalu" untuk film, serta lagu "Semusim" dan "Khayalku" untuk sampel yang rencananya akan ditawarkan ke beberapa produser rekaman.[11][12]

In Chung lantas menggugat balik Berlian melalui kuasa hukum Sahat Maruli Simorangkir dengan ganti rugi sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).[12] Namun sengketa antara Berlian dan In Chung berakhir ketika kedua pihak sepakat menyelesaikan diluar pengadilan. Berlian akhirnya menerima Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dari Irama Mas.[11]

Permasalahan terkait hak cipta

Sejak album Badai Pasti Berlalu dirilis, saling tuntut antara Eros dengan Debby Nasution terkait pencipta lagu terus mencuat. Yockie mengatakan saling tuntut terjadi setelah album tersebut menuai kesuksesan sejak dirilis berkali-kali sampai tahun 1990-an. Padahal proses penciptaan hingga penggarapan album penuh suasana sahabat. Yockie berujar pada saat itu Ia sama sekali tidak terpikirkan siapa yang pertama kali menulis melodi, siapa yang menulis lirik, siapa yang menciptakan musiknya. Semuanya larut dalam suasana bermusik tanpa pretensi yang muluk-muluk.[12]

Ketika Musica Studio's tengah menggarap album Badai Pasti Berlalu versi Chrisye dan Erwin Gutawa, Debby mempertanyakan keterlibatannya dalam proses kreatif lagu "Angin Malam", dan "Cintaku". Akibat permasalahan tersebut, Indrawati Widjaja berkonsultasi langsung dengan Eros Djarot terkait siapa saja yang ikut terlibat dalam penciptaan lagu di album Badai Pasti Berlalu.[12]

Pada tahun 2011, Didi Bofa merilis ulang Badai Pasti Berlalu pertama kali dalam bentuk CD dibawah naungan PT Arasy Cinta Sakti. Sama sekali tidak diberitahu oleh Didi Bofa, Yockie menanyakan kepada Eros Djarot perihal pemberian izin tersebut. Menurut Yockie, Eros juga tidak pernah sekali pun memberikan izin untuk merilis ulang album Badai Pasti Berlalu. Eros lantas mempersilakan Yockie untuk melayangkan somasi kepada Didi Bofa. Hasilnya rilisan tersebut harus ditarik dari peredarannya dan Yockie menuntut Didi Bofa untuk meminta maaf di sejumlah media massa serta membayar ganti rugi.[13]

Album Badai Pasti Berlalu kembali dirilis ulang dalam bentuk CD pada tahun 2013 oleh PT Irama Mas Record, yang dimana rilisan ini juga dipertanyakan izinnya.[14]

Warisan

Pengakuan kritikal

Dalam rentan 1977-1993, album Badai Pasti Berlalu berhasil terjual sebanyak 9 Juta keping dan beberapa kali telah direkam ulang berdasarkan data dari ASIRI.[12] Pada tahun 2007, album Badai Pasti Berlalu masuk ke peringkat pertama di dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik" yang diterbitkan oleh majalah Rolling Stone Indonesia edisi #32 terbitan Desember 2007.[3] Beberapa lagu di album ini juga masuk ke dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik yang diterbitkan oleh majalah yang sama edisi #56 terbitan Desember 2009. Diantaranya adalah Badai Pasti Berlalu (peringkat ketiga), Merpati Putih (peringkat keempat puluh tiga), dan Merepih Alam (peringkat kesembilan puluh).[15]

Sampai tahun 2023, Badai Pasti Berlalu masih belum kunjung dirilis ulang dalam bentuk apapun. Sempat terdengar kabar master rekaman Badai Pasti Berlalu hilang dilahap api pada saat Kerusuhan Mei 1998.[12] Namun baru-baru ini Eros Djarot berujar bahwa master rekaman Badai Pasti Berlalu kini disimpan oleh Musica Studio's dan diawasi oleh Eros sendiri.[4]

Album Badai Pasti Berlalu akhirnya dapat dirilis ulang dalam bentuk Piringan Hitam oleh Mastersound dan Elevation Records, yang bekerja sama dengan PHR Pressing setelah berhasil mendapatkan izin dari Eros Djarot. Album tersebut dapat dipesan melalui sistem pre-order mulai 4 Agustus 2024 dan dirilis pada 10 Agustus 2024.[16]

Remake 1999 dan 2007

Album Badai Pasti Berlalu juga dirilis dalam dua versi rilis ulang, versi pertama adalah Chrisye dengan aransemen Erwin Gutawa dalam album berjudul sama tahun 1999 yang dirilis di bawah label rekaman Musica Studio's. Versi kedua adalah versi album lagu tema dari film daur ulangnya yang diaransemen Andi Rianto dan dirilis tahun 2007.

Daftar lagu

Keseluruhan lagu dari album ini diaransemen oleh Eros Djarot, Chrisye, dan Yockie Suryo Prayogo[6] — kecuali "Pelangi", "Khayalku", "Angin Malam", "Semusim", dan "Cintaku" diaransemen oleh Debby Nasution.[4]

Rilisan kaset

Sisi A
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
1."Pelangi"Eros DjarotChrisye3:30
2."Merpati Putih"Eros Djarot, Yockie Suryo PrayogoChrisye2:53
3."Matahari"Eros DjarotBerlian Hutauruk3:21
4."Serasa"Eros Djarot, ChrisyeChrisye4:38
5."Khayalku"Eros Djarot, Keenan Nasution, Debby NasutionChrisye & Berlian Hutauruk4:13
6."Angin Malam"Eros Djarot, Keenan Nasution, Debby NasutionChrisye3:47
Durasi total:22:22
Sisi B
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
7."Merepih Alam"Eros Djarot, ChrisyeChrisye4:29
8."Semusim"Eros Djarot, Keenan Nasution, Debby NasutionBerlian Hutauruk3:17
9."Baju Pengantin"Eros DjarotChrisye3:15
10."E & C & Y"Eros Djarot, ChrisyeInstrumentalia3:22
11."Cintaku"Eros Djarot, Debby NasutionChrisye3:53
12."Badai Pasti Berlalu"Eros DjarotBerlian Hutauruk3:33
13."Merpati Putih"Eros Djarot, Yockie Suryo PrayogoInstrumentalia2:40
Durasi total:24:29

Rilisan khusus promo radio & piringan hitam 2024

Sebagai edisi khusus promo radio & piringan hitam 2024, lagu "E & C & Y", "Semusim" dan "Merpati Putih" intrumentalia tidak disertakan ke dalam piringan hitam.

Sisi A
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
1."Pelangi"Eros DjarotChrisye3:30
2."Merpati Putih"Eros Djarot, Yockie Suryo PrayogoChrisye2:53
3."Matahari"Eros DjarotBerlian Hutauruk3:21
4."Serasa"Eros Djarot, ChrisyeChrisye4:38
5."Khayalku"Eros Djarot, Keenan Nasution, Debby NasutionChrisye & Berlian Hutauruk4:13
Durasi total:18:35
Sisi B
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
6."Angin Malam"Eros Djarot, Keenan Nasution, Debby NasutionChrisye3:47
7."Merepih Alam"Eros Djarot, ChrisyeChrisye4:29
8."Baju Pengantin"Eros DjarotChrisye3:15
9."Cintaku"Eros Djarot, Debby NasutionChrisye3:53
10."Badai Pasti Berlalu"Eros DjarotBerlian Hutauruk3:33
Durasi total:18:57

Catatan

  • Penulis lagu "Merpati Putih", dan "Cintaku" sebelumnya hanya dikreditkan Eros Djarot saja.[nb 2]
  • Penulis lagu "Khayalku", "Angin Malam", dan "Semusim" sebelumnya dikreditkan Keenan Nasution dan Debby Nasution.

Personel

Menurut keterangan dari sampul album,[6] kecuali beberapa yang dicatat:

  • Eros Djarot – syair (tracks 1–9, 11–12), musik (1–3, 8–10, 12–13), pengaransemen
  • Chrisye (dikreditkan sebagai "Christian") – vokal utama (tracks 1, 4–7, 9, 11), vokal latar (3–4), bass (1–13), gitar (2, 4, 10–11, 13), musik (4, 7, 10), pengaransemen
  • Yockie Suryo Prayogo – kibor (tracks 1–13), drum (1–3, 7, 9, 12–13), pengaransemen
  • Berlian Hutauruk – vokal utama (tracks 3, 5, 8, 12)
  • Fariz R.M. – drum (tracks 4, 10–11)[19]

Personel Tambahan

  • Keenan Nasution – musik, drum (tracks 5–6, 8)[19]
  • Debby Nasution – musik (tracks 5–6, 8, 11), kibor (5–6, 8),[19] pengaransemen (1, 5–6, 8, 11)[4]

Produksi

  • Eros Djarot – penata musik, produser, produser eksekutif
  • In Chung – produser eksekutif
  • Stanley – juru rekam
  • Markoes Djajadiningrat – perancang grafis

Peralatan musik

Menurut keterangan dari Yudianto:[19]

  • Kibor – Fender Rhodes, Yamaha organ, Hammond, Minimoog, Roland strings, Hohner strings, Kawai Acoustic Piano, Lowrey organ
  • Gitar – Gitar akustik, Fender electric guitar, Fender Jazz Bass
  • Drum – Ludwig drums

Sejarah rilis

Negara Tanggal Label Format Nomor katalog Catatan
Indonesia 1977 Irama Mas Kaset Daf.112734
Indonesia 1977 Irama Mas Piringan hitam IR-29614 Untuk promo radio
Indonesia 1978 Irama Mas Kaset Daf.112734 Dalam muka sampul album maupun dalam daftar personel, nama Christian diganti menjadi Chrisye mengikuti suksesnya album Sabda Alam.
Indonesia 1988 Irama Mas, Abadi Records Kaset Daf.112734 Dirilis dalam bentuk boks
Indonesia 1991 Irama Mas, Mahkota Records Kaset Daf.112734, KA 00260 Dirilis dalam bentuk boks
Indonesia 1995 Irama Mas, Mahkota Records Kaset Daf.112734, KA 00291
Indonesia 10 Agustus 2024 Mastersound, Elevation Records Piringan hitam MS100, ELE 039

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Musisiku Republika. Pp. 195–199.
  2. ↑ Majalah Tempo Edisi 52/35 Tanggal 25 Februari 2007, hlm. 101
  3. 1 2 Majalah Rolling Stone Indonesia. "150 Albums Indonesia Terbaik Sepanjang Masa". Edisi Desember 2007
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Eros Djarot, Sosok Dibalik Album Terbaik Sepanjang Masa "Badai Pasti Berlalu"". www.youtube.com. Diakses tanggal 4 November 2021.
  5. 1 2 3 4 5 Endah, Alberthiene. Chrisye: Sebuah Memoar Musikal. Gramedia. 2007. Pp. 132–133.
  6. 1 2 3 Badai Pasti Berlalu. Eros Djarot. Irama Mas. 1977. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  7. ↑ "Berlian Hutauruk Sukses Berkat 'Suara Kuntilanak'". Jayakarta News. 2 September 2019. Diakses tanggal 25 Februari 2021.
  8. 1 2 Sakrie, Denny. "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa: 3. Badai Pasti Berlalu." Rolling Stone Indonesia. Desember 2009. hlm. 37.
  9. ↑ "Badai Pasti Berlalu". lawnosta.wordpress.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2021.
  10. ↑ Noviandi, Ferry. "Fariz RM Kehilangan Sosok Yockie Suryo Prayogo". Suara.com. www.suara.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2021.
  11. 1 2 3 4 5 Theodore KS. "Magnum Opus Bernama Badai Pasti Berlalu". Kompas.
  12. 1 2 3 4 5 6 Denny Sakrie. "Badai Pasti Berlalu, Dahaga Tak Tertahankan Lagi". Kompas.
  13. ↑ "CD Rilis Ulang Badai Pasti Berlalu Ditarik dari Peredaran". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-14. Diakses tanggal 2017-07-09.
  14. ↑ "CD Badai Pasti Berlalu 1977 - Chrisye/ Yockie Suryoprayogo/ Eros Djarot (2013)". sukanimusik.blogspot.com. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  15. ↑ "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa Diarsipkan 2012-03-16 di Wayback Machine.." Rolling Stone Indonesia. December 2009.
  16. ↑ Alpito, Agustinus Shindu. "Album Terbaik Indonesia Sepanjang Masa Badai Pasti Berlalu Dirilis Kembali dalam Format Vinyl". medcom.id. Diakses tanggal 2 Agustus 2024.
  17. ↑ The Signature Collection Vol. III. Chrisye. Musica Studio's. 2018. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  18. ↑ Badai Pasti Berlalu. Chrisye & Erwin Gutawa. Musica Studio's. 1999. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  19. 1 2 3 4 Majalah Aktuil Nomor 238 Tanggal 30 Januari 1978, hlm. 48

Catatan

  1. ↑ Berdasarkan penuturan Chrisye ketika diwawancara dengan Alberthiene Endah, Irama Mas bersedia merilis album Badai Pasti Berlalu dengan membiayainya secara bayar putus. Sehingga ketika album tersebut selesai digarap, para musisi yang terlibat mendapatkan bayaran dan sudah tak memiliki kaitannya lagi dengan perilisan album karena seutuhnya sudah dimiliki oleh Irama Mas.[5]
  2. ↑ Penulis lagu "Merpati Putih" dikreditkan sebagai Eros Djarot dan Yockie Suryo Prayogo berdasarkan keterangan dari sampul album kompilasi Chrisye berjudul The Signature Collection Vol. III yang dirilis tahun 2018.[17] Sedangkan penulis lagu "Cintaku" dikreditkan sebagai Eros Djarot & Debby Nasution berdasarkan keterangan dari sampul album Badai Pasti Berlalu aransemen Erwin Gutawa yang dirilis tahun 1999.[18]
  1. ↑ Original: "... apaan nih kayak banci ..."
  2. ↑ Original: "... suara apa ini... seperti suara kuntilanak ..."

Rujukan

  • Majalah Rolling Stone Indonesia. "150 Albums Indonesia Terbaik Sepanjang Masa". Edisi Desember 2007

Lihat pula

  • 150 Album Indonesia Terbaik Majalah Rolling Stone

Pranala luar

  • (Inggris) Badai Pasti Berlalu di Discogs
  • l
  • b
  • s
Chrisye
  • Diskografi
  • Lagu
Album studio
  • Jurang Pemisah
  • Sabda Alam
  • Percik Pesona
  • Pantulan Cita
  • Resesi
  • Metropolitan
  • Nona
  • Sendiri
  • Aku Cinta Dia
  • Hip Hip Hura
  • Nona Lisa
  • Jumpa Pertama
  • Pergilah Kasih
  • Sendiri Lagi
  • Kala Cinta Menggoda
  • Dekade
  • Senyawa
Album jalur suara
  • Badai Pasti Berlalu
  • Original Sound & Music Track Film "Puber" & "Ali Topan"
  • Puspa Indah
  • Seindah Rembulan
Kompilasi
  • Fans Chrisye Memilih!
  • Kisah Cintaku
  • 20 Lagu Terbaik
  • Slow Cinta Terbaik 79-89
  • Best '90
  • Greatest Hist Chrisye Indonesian Pop Songs
  • Spesial Slow Album
  • The Best of
  • Kesan di Matamu
  • Karaoke Best of Chrisye
  • Akustichrisye
  • Badai Pasti Berlalu
  • Best Cinta
  • Konser Tur 2001
  • Chrisye by Request
  • Chrisye Duet by Request
  • Chrisye English Version
Album mini
  • "Cintamu Telah Berlalu"
Singel
  • "Lilin-Lilin Kecil"
  • "Galih & Ratna"
  • "Hip Hip Hura"
  • "Kala Cinta Menggoda"
  • "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"
  • "Badai Pasti Berlalu" (daur ulang lagu Berlian Hutauruk)
  • "Kangen" (bersama Sophia Latjuba, daur ulang lagu Dewa 19)
  • "Seperti yang Kau Minta"
  • "Menunggumu" (bersama Peterpan)
Box set
  • Chrisye Trilogy Masterpiece Limited Edition
Film
  • Puspa Indah Taman Hati
  • Seindah Rembulan
  • Untukmu Indonesiaku!
Keluarga
  • Damayanti Noor (istri)
  • Rizkia Nurannisa (anak)
  • Risti Nurraisa (anak)
  • Rainda Prashatya (anak)
  • Randa Pramasya (anak)
  • Laurens Rahadi (bapak)
  • Hanna Rahadi (ibu)
  • Joris Rahadi (kakak)
  • Vicky Rahadi (adik)
Management
  • Amin Widjaja
  • Sandjaja Widjaja
  • Indrawati Widjaja
Kolaborator
  • Guruh Soekarnoputra
  • Yockie Suryo Prayogo
  • Eros Djarot
  • Addie MS
  • Adjie Soetama
  • Younky Soewarno
  • Erwin Gutawa
Tribute
  • "C.H.R.I.S.Y.E."
  • Chrisye Live by Erwin Gutawa
  • Melodi Untuk Chrisye
  • Melody Chrisye
Terkait
Band
  • Gipsy
  • The Pro's
  • Badai Band
Media
  • "Kidung Abadi"
  • Badai Pasti Berlalu (film)
  • Chrisye: Sebuah Memoar Musikal
  • The Last Words of Chrisye
  • 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi
  • Chrisye (film)
Kolaborasi
  • Lomba Cipta Lagu Remaja 1977
  • Musik Santai II
  • Musik Saya adalah Saya
  • Bingkisan Natal Musica
  • Bahtera Asmara
  • Untukmu Indonesiaku: Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra Volume 1
  • Lomba Cipta Lagu Remaja 1981
  • Cinta Indonesia: Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra Volume 3
  • Golkar Pilihanku!
  • Lomba Cipta Lagu Pembangunan 1987
  • Hening
  • Kidung
  • Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
  • From Us to U
  • Andi Meriem Matalatta
Kompilasi
  • Musik Elite
  • 12 Lagu Terpopuler 86
  • Listen to... Hits
  • 14 Top Pop TV Hit '89
  • Dari Hati Untuk Aceh
  • Sound Screen
  • Superstar 2005
  • Superstar 2005 Vol. 2
  • Superstar 2006
  • Superstar 2007
  • Hits 2007
  • l
  • b
  • s
Badai Pasti Berlalu
Novel
  • Penulis buku: Marga T
  • Penerbit: Kompas
  • Gramedia Pustaka Utama
Film
Badai Pasti Berlalu (1977)
  • Studio: Suptan Film
  • Kru: Teguh Karya
  • Eros Djarot
  • Pemain: Christine Hakim
  • Roy Marten
  • Slamet Rahardjo
Badai Pasti Berlalu (2007)
  • Studio: Suptan Film
  • Kru: Teddy Soeriaatmadja
  • Pemain: Raihaanun
  • Vino Bastian
  • Slamet Rahardjo
Lagu dalam Film
Badai Pasti Berlalu (1977)
  • Merpati Putih
  • Matahari
  • Baju Pengantin
  • "Badai Pasti Berlalu"
Serial TV
  • Badai Pasti Berlalu (1996)
  • Badai Pasti Berlalu (2021)
Album
Badai Pasti Berlalu (1977)
  • Label: Irama Mas
  • Kolaborator: Eros Djarot
  • Chrisye
  • Berlian Hutauruk
  • Fariz RM
  • Yockie Suryo Prayogo
  • Keenan Nasution
  • Debby Nasution
Badai Pasti Berlalu (1999)
  • Label: Musica Studio's
  • Kolaborator: Erwin Gutawa
  • Chrisye
  • l
  • b
  • s
Badai Pasti Berlalu
  • Film 1977
  • Album 1999
Lagu
Sisi A
  • "Pelangi"
  • "Merpati Putih"
  • "Matahari"
  • "Serasa"
  • "Khayalku"
  • "Angin Malam"
Sisi B
  • "Merepih Alam"
  • "Semusim"
  • "Baju Pengantin"
  • "E & C & Y (Instrumentalia)"
  • "Cintaku"
  • "Badai Pasti Berlalu
  • "Merpatih Putih (Instrumentalia)"
Artikel terkait
  • Diskografi Chrisye
  • Perkawinan Dalam Semusim
  • Badai Band

Jurang Pemisah  · Badai Pasti Berlalu  · Sabda Alam  · Percik Pesona  · Puspa Indah  · Pantulan Cita  · Resesi  · Metropolitan  · Nona  · Sendiri  · Aku Cinta Dia  · Hip Hip Hura  · Nona Lisa  · Jumpa Pertama  · Pergilah Kasih  · Cintamu Telah Berlalu  · Sendiri Lagi  · AkustiChrisye  · Kala Cinta Menggoda  · Dekade  · Senyawa

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz release group

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Rekaman
  3. Rilis dan tanggapan
  4. Masalah
  5. Sengketa dengan Berlian Hutauruk
  6. Permasalahan terkait hak cipta
  7. Warisan
  8. Pengakuan kritikal
  9. Remake 1999 dan 2007
  10. Daftar lagu
  11. Rilisan kaset
  12. Rilisan khusus promo radio & piringan hitam 2024
  13. Personel
  14. Personel Tambahan
  15. Produksi
  16. Peralatan musik

Artikel Terkait

Lilis Suryani

penyanyi Indonesia

Daftar artis cilik Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Anci La Ricci

La Ricci" BASF Awards 1991, kategori penjualan kaset terlaris/paling tinggi pada genre reggae untuk album "Nona Manis" Piagam penghargaan penyanyi daerah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026