Pusat Bersejarah Odesa, Pusat Sejarah Odesa, atau Pusat Odesa adalah pusat kota dan Situs Warisan Dunia di Odesa, Ukraina. Situs ini didaftarkan pada tahun 2023, dan saat ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam karena invasi Rusia ke Ukraina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

old town (en) | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 46°29′6.000″N 30°44′27.600″E / 46.48500000°N 30.74100000°E / 46.48500000; 30.74100000 | |
| Negara berdaulat | Ukraina |
| Oblast di Ukraina | Oblast Odessa |
| Raion of Ukraine (en) | Odesa Raion (en) |
| Hromada | Odesa Urban Hromada (en) |
| Raion of city in Ukraine (en) | Prymorskyi Raion (en) |
| Negara | Ukraina |
| Sejarah | |
| Kejadian penting | |
Pusat Bersejarah Odesa (Ukraina: Історичний центр Одесиcode: uk is deprecated ), Pusat Sejarah Odesa, atau Pusat Odesa adalah pusat kota dan Situs Warisan Dunia di Odesa, Ukraina. Situs ini didaftarkan pada tahun 2023, dan saat ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam karena invasi Rusia ke Ukraina.[1]
Situs ini telah masuk dalam daftar sementara UNESCO sejak 6 Januari 2009[2] yang diajukan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Ukraina dengan kriteria i, ii, iii, iv dan v. Berdasarkan prosedur darurat pada Januari 2023, UNESCO menambahkan situs ini ke dalam Daftar Warisan Dunia dan Daftar Warisan Dunia yang Terancam berdasarkan kriteria ii dan iv.[3]
Area bersejarah ini terletak pada daerah lekukan dangkal di pesisir pantai sekitar 30 km di utara muara sungai Dniester. Kota ini didirikan pada 1794 berdasarkan keputusan Catherine yang Agung untuk membangun pelabuhan setelah berakhirnya perang Rusia-Turki tahun 1787–1792. Kota baru dibangun di lokasi benteng Turki, awalnya direncanakan oleh seorang insinyur militer dan kemudian diperluas pada abad ke-19.
Odesa berkembang pesat selama abad ke-19 seiring semakin ramainya pelabuhan, kebijakan gubernur yang menguntungkan, dan statusnya sebagai kota pelabuhan bebas dari tahun 1819 hingga 1859. Perdagangan membuat banyak orang yang beragam untuk membentuk komunitas multietnis dan multikultural, menjadikan Odesa kota kosmopolitan. Laju pembangunannya, kekayaan yang dihasilkannya, dan multikulturalismenya memengaruhi aspek arsitektural serta keberagaman gaya yang masih tersisa dalam lanskap perkotaan. Hal ini juga menimbulkan ketegangan yang dimulai pada tahun 1821 dan memicu serangkaian peristiwa kekerasan.
Pusat bersejarah Odesa, adalah area dengan sistem grid berupa jalan-jalan luas yang dipenuhi pepohonan, terbagi menjadi dua blok persegi panjang, yang arahnya sesuai dengan orientasi dua jurang dalam yang membelah dataran tinggi Odesa yang tegak lurus ke arah laut.
Kota ini dicirikan oleh bangunan-bangunan yang relatif rendah. Dirancang oleh arsitek dan insinyur ternama, banyak di antaranya berasal dari Italia pada tahun-tahun awal, teater, bangunan keagamaan, sekolah, istana pribadi dan rumah petak, klub, hotel, bank, pusat perbelanjaan, gudang, bursa saham, terminal, dan bangunan publik serta administratif lainnya mewakili keragaman gaya arsitektur yang eklektik dan semua aktivitas utama sebuah kota perdagangan. Prymorskyi Boulevard, membentang sepanjang tepian dataran tinggi, Tangga Prymorskyi yang menurun ke tepi pantai, serta ansambel Teater Opera dan Balet Odesa, dan Palais-Royal merupakan landmark utama kota ini. Walaupun tata kota dan kualitas arsitektur yang terwakili di Odesa juga dapat ditemukan di kota-kota lain di bekas kekaisaran Rusia dan Austria-Hungaria, Odesa telah melestarikan sebagian besar wilayah sejarahnya yang mencerminkan perkembangan pesat dan makmur di abad ke-19 dan populasinya yang jauh lebih beragam dibandingkan di banyak kota lainnya. Dengan demikian, Odesa, melalui perencanaan perkotaan dan warisan bangunannya sebagai refleksi dari berbagai budaya, nilai, adat istiadat, struktur sosial, dan denominasi, dapat dianggap menonjol sebagai kesaksian tradisi multikultural dan multietnis kota-kota Eropa Timur pada abad ke-19. [4]
Pada 23 Juli 2023, Rusia melancarkan serangan rudal ke Odesa yang merusak Katedral Transfigurasi dengan kerusakan parah.[5] Namun, pihak Rusia membantah telah menargetkan katedral.[6] Secara keseluruhan, 25 monumen arsitektur rusak di Pusat Sejarah Odesa menurut pihak berwenang.[7]
Pada 5 November 2023, serangan rudal Rusia kembali merusak sejumlah bangunan seperti Museum Seni Rupa Odesa dan beberapa rumah.[8][9][10]