Punggungan berkerut adalah salah satu fitur geologi yang umum dijumpai pada mare bulan, yaitu dataran basaltik yang terbentuk dari aliran lava purba. Fitur ini berupa punggungan rendah yang berliku-liku di permukaan mare dan dapat membentang hingga beberapa ratus kilometer. Punggungan berkerut terbentuk sebagai akibat proses tektonik yang terjadi setelah lava mendingin dan mengeras, sehingga permukaan basaltik mengalami deformasi. Punggungan ini sering kali mengikuti pola lingkaran yang menandai struktur cincin yang terkubur di dalam mare, mengelilingi batas mare, atau berpotongan dengan puncak yang menonjol di sekitarnya. Bentuknya yang memanjang dan menyerupai garis-garis halus membuat fitur ini disebut sebagai vena karena kemiripannya dengan pembuluh yang tampak menonjol di bawah permukaan kulit.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Punggungan berkerut (dalam bahasa Inggris : Wrinkle ridge) adalah salah satu fitur geologi yang umum dijumpai pada mare bulan, yaitu dataran basaltik yang terbentuk dari aliran lava purba.[1] Fitur ini berupa punggungan rendah yang berliku-liku di permukaan mare dan dapat membentang hingga beberapa ratus kilometer. Punggungan berkerut terbentuk sebagai akibat proses tektonik yang terjadi setelah lava mendingin dan mengeras, sehingga permukaan basaltik mengalami deformasi.[2] Punggungan ini sering kali mengikuti pola lingkaran yang menandai struktur cincin yang terkubur di dalam mare, mengelilingi batas mare, atau berpotongan dengan puncak yang menonjol di sekitarnya. Bentuknya yang memanjang dan menyerupai garis-garis halus membuat fitur ini disebut sebagai vena karena kemiripannya dengan pembuluh yang tampak menonjol di bawah permukaan kulit.[3]
Dalam penamaan ilmiah, punggungan berkerut diberi istilah Latin dorsum (jamak: dorsa). Berdasarkan nomenklatur resmi yang ditetapkan oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU). Punggungan berkerut di Bulan biasanya dinamai menurut tokoh tertentu, terutama ilmuwan. Contohnya, Dorsa Burnet dinamai untuk menghormati Thomas Burnet, sedangkan Dorsum Owen diberi nama berdasarkan George Owen dari Henllys. Penamaan ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi serta studi ilmiah terhadap fitur tektonik di permukaan Bulan. Sistem ini juga membantu dalam dokumentasi dan pemetaan geologi bulan secara konsisten di kalangan peneliti..[4][5]
Selain Bulan, punggungan berkerut juga dijumpai di planet lain, seperti Mars, contohnya di dataran Chryse Planitia, serta pada beberapa asteroid yang telah dikunjungi pesawat antariksa, di planet Merkurius, dan pada beberapa bulan di sekitar Jupiter dan Saturnus. Berbagai hipotesis telah diajukan mengenai mekanisme terbentuknya punggungan berkerut, tetapi konsensus saat ini menunjukkan bahwa fitur ini terutama bersifat tektonik. Proses pembentukannya melibatkan pelipatan dan patahan pada kerak planet.[6] Jika diinterpretasikan sebagai patahan dorong (thrust fault), di mana terjadi ruptur dan salah satu sisi dari patahan terdorong di atas sisi lainnya, punggungan berkerut menjadi bukti adanya tegangan kompresi pada kerak planet yang bersangkutan. Keberadaan fitur ini memberikan informasi penting mengenai sejarah tektonik dan dinamika internal planet, termasuk perubahan stress dan deformasi kerak yang berlangsung selama periode geologi tertentu.[7]