Pulau Batang Dua adalah sebuah kecamatan di Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia. Lokasi kecamatan ini terpisah jauh dari wilayah utama kota Ternate, dengan jarak ke pusat kota Ternate sekitar 121,6 km. kecamatan ini terdiri dari dua pulau utama. Jumlah penduduk Pulau Batang Dua pada 2025 sebanyak 2.732 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pulau Batang Dua | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Maluku Utara |
| Kota | Ternate |
| Pemerintahan | |
| • Camat | Robyanto Koloca[1] |
| Populasi (2025)[2] | |
| • Total | 2.732 jiwa |
| • Kepadatan | 94/km2 (240/sq mi) |
| Kode Kemendagri | 82.71.05 |
| Kode BPS | 8271012 |
| Luas | 29,03 km² |
| Desa/kelurahan | 6 |
Pulau Batang Dua adalah sebuah kecamatan di Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia. Lokasi kecamatan ini terpisah jauh dari wilayah utama kota Ternate, dengan jarak ke pusat kota Ternate sekitar 121,6 km. kecamatan ini terdiri dari dua pulau utama. Jumlah penduduk Pulau Batang Dua pada 2025 sebanyak 2.732 jiwa.[2]
Berdasarkan data BPS 2026, mayoritas penduduk kecamatan ini menganut agama Kristen yakni 98,96%. Selebihnya menganut agama Islam sebanyak 1,04%. Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 10 gereja Protestan.[2]
Pada tanggal 2 April 2026, terjadi gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,6 sekitar puluk 6.48 WITA.[1] Gempa ini terletak pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 33 km. Getaran gempa terasa di kecamatan Pulau Batang Dua, dan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini Tsunami di Pulau Batang Dua, dan dinyatakan berahir pada pukul 09.56 WITA.[3]
Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat pasca terjadinya gempa, selama 7 hingga 14 hari, guna mempercepat penanganan bencana.[4]
Dampak gempa untuk wilayah kecamatan Batang Dua, terdapat 9 bangunan rumah warga mengalami rusak berat, dan 17 rusak sedang di kelurahan Bido. Sementara di kelurahan Tifure, terdapat 7 rumah warga rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada beberapa gereja. Dua gereja mengalami rusak berat yakni GKPMI Imanuel Lelewi dan GPM Mayau. Kerusakan plafon gereja dan lantai terjadi di gereja GPdI Lelewi dan gereja Kalvari Bido. Kemudian, gereja GPM Tifure dan gereja Kalvari Pante Sagu mengalami kerusakan ringan.[1]