Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiProyeksi kerucut konformal Lambert
Artikel Wikipedia

Proyeksi kerucut konformal Lambert

Proyeksi konformal kerucut Lambert adalah jenis proyeksi peta berbentuk kerucut yang digunakan dalam pemetaan aeronautika, sebagian sistem State Plane Coordinate System di Amerika Serikat, serta berbagai sistem pemetaan nasional dan regional. Proyeksi ini termasuk salah satu dari tujuh proyeksi yang diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert dalam karyanya tahun 1772 berjudul Anmerkungen und Zusätze zur Entwerfung der Land- und Himmelscharten.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Proyeksi konformal kerucut Lambert (Lambert conformal conic projection, disingkat LCC) adalah jenis proyeksi peta berbentuk kerucut yang digunakan dalam pemetaan aeronautika, sebagian sistem State Plane Coordinate System di Amerika Serikat, serta berbagai sistem pemetaan nasional dan regional.[1] Proyeksi ini termasuk salah satu dari tujuh proyeksi yang diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert dalam karyanya tahun 1772 berjudul Anmerkungen und Zusätze zur Entwerfung der Land- und Himmelscharten (Catatan dan Tambahan tentang Penyusunan Peta Daratan dan Langit).[2]

Secara geometris, proyeksi ini memetakan permukaan Bumi ke permukaan kerucut secara konformal, yaitu mempertahankan bentuk sudut lokal. Setelah kerucut tersebut dibuka menjadi bidang datar, paralel yang bersinggungan dengan bola bumi diberi skala satuan dan disebut paralel standar.[3] Melalui proses penskalaan tambahan, dua paralel dapat ditetapkan memiliki skala satuan, dengan skala menurun di antara keduanya dan meningkat di luar keduanya. Dengan demikian, penyimpangan dari skala satuan dapat diminimalkan di wilayah yang terletak di antara kedua paralel tersebut. Tidak terdapat bentuk secant sejati pada proyeksi ini, karena penggunaan kerucut secant tidak menghasilkan skala yang sama pada kedua paralel standar.[4]

Penggunaan

Proyeksi Lambert konformal kerucut digunakan dalam peta penerbangan karena garis lurus pada peta ini mendekati lintasan lingkaran besar antara dua titik, yang sesuai dengan jarak terpendek di permukaan Bumi untuk jarak penerbangan menengah. Di Amerika Serikat, sistem peta aeronautika seperti VFR sectional charts dan terminal area charts menggunakan proyeksi ini dengan paralel standar pada 33° LU dan 45° LU.[5]

Di Eropa, Badan Lingkungan Eropa[6] dan spesifikasi INSPIRE untuk sistem koordinat[7] merekomendasikan penggunaan proyeksi LCC (dikenal juga sebagai ETRS89-LCC) untuk pemetaan Eropa dengan skala hingga 1:500.000. Di Prancis metropolitan, proyeksi resmi adalah Lambert-93,[8] yang berbasis sistem geodetik RGF93[9] dengan paralel referensi 44° LU dan 49° LU.

Di India, National Spatial Framework menggunakan datum WGS84 dengan proyeksi LCC dan menetapkannya sebagai standar dalam NNRMS, dengan parameter referensi yang berbeda di setiap negara bagian.[10]

Di Amerika Serikat, National Geodetic Survey menggunakan proyeksi ini dalam sistem State Plane Coordinate System of 1983 (SPCS83) untuk mendefinisikan sistem koordinat grid di beberapa negara bagian, terutama yang memiliki bentuk memanjang dari barat ke timur, seperti Tennessee. Proyeksi ini memudahkan konversi antara koordinat geodetik (lintang dan bujur) dan koordinat grid melalui persamaan trigonometri yang relatif sederhana dan dapat diselesaikan dengan kalkulator ilmiah, termasuk yang dapat diprogram. Dalam penerapan pada SPCS83, kesalahan skala dibatasi hingga sekitar 1 bagian dalam 10.000.[11]

Referensi

  1. ↑ Fletcher, Steven J. (2022-11-16). Data Assimilation for the Geosciences: From Theory to Application (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 491. ISBN 978-0-323-97253-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Lambert, Johann Heinrich (2011). Notes and comments on the composition of terrestrial and celestial maps. Redlands, CA: ESRI Press. ISBN 978-1-58948-281-4.
  3. ↑ Fletcher, Steven J. (2019-11-18). Semi-Lagrangian Advection Methods and Their Applications in Geoscience (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 386. ISBN 978-0-12-817223-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "NOAA - Air Resources Laboratory - FAQ - What information is available on the CMAPF mapping function?". www.arl.noaa.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
  5. ↑ "Great Circle Routes & Flight Paths | Aviation Market Analysis | OAG". www.oag.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-11.
  6. ↑ European Commission, Joint Research Centre. (t.t.). Reference grid shift procedure — Draft [PDF]. Diakses secara daring dari http://eusoils.jrc.ec.europa.eu/Projects/Alpsis/Docs/ref_grid_sh_proc_draft.pdf
  7. ↑ European Commission, Joint Research Centre. (t.t.). INSPIRE Data Specification on Coordinate Reference Systems – Technical Guidelines (version 3.0). Diakses secara daring dari http://inspire.jrc.ec.europa.eu/documents/Data_Specifications/INSPIRE_Specification_CRS_v3.0.pdf
  8. ↑ "EPSG:2154 RGF93 v1 / Lambert-93 -- Spatial Reference". spatialreference.org. Diakses tanggal 2025-11-11.
  9. ↑ "RGF93". georepository.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
  10. ↑ National Natural Resources Data Management System (NNRMS). (t.t.). NNRMS Standards Document. Diakses secara daring dari https://web.archive.org/web/20160308084611/http://www.nnrms.gov.in/greennrms/download/NnrmsStandardsDoc.pdf
  11. ↑ Stem, J. E. (1989, January). State Plane Coordinate System of 1983 – NOAA Manual NOS NGS 5 (Reprinted with minor corrections March 1990). U.S. Department of Commerce, National Oceanic and Atmospheric Administration, National Ocean Service, Charting & Geodetic Services. Diakses secara daring dari http://www.ngs.noaa.gov/PUBS_LIB/ManualNOSNGS5.pdf
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penggunaan
  2. Referensi

Artikel Terkait

Kuadran Cebrenia

barat) dan 30° hingga 65° lintang utara. Peta ini menggunakann Proyeksi kerucut konformal Lambert dengan skala nominal 1:5.000.000. Kuadran ini juga dikenal

Kuadran Casius

serta 30° hingga 65° lintang utara. Peta ini menggunakan Proyeksi kerucut konformal Lambert dengan skala nominal 1:5.000.000 (1:5M). Kuadran ini juga

Kuadran Diacria

serta 30° hingga 65° lintang utara. Peta ini menggunakan Proyeksi kerucut konformal Lambert dengan skala nominal 1:5.000.000 dan dikenal dengan sebutan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026