Proyeksi konformal kerucut Lambert adalah jenis proyeksi peta berbentuk kerucut yang digunakan dalam pemetaan aeronautika, sebagian sistem State Plane Coordinate System di Amerika Serikat, serta berbagai sistem pemetaan nasional dan regional. Proyeksi ini termasuk salah satu dari tujuh proyeksi yang diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert dalam karyanya tahun 1772 berjudul Anmerkungen und Zusätze zur Entwerfung der Land- und Himmelscharten.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Proyeksi konformal kerucut Lambert (Lambert conformal conic projection, disingkat LCC) adalah jenis proyeksi peta berbentuk kerucut yang digunakan dalam pemetaan aeronautika, sebagian sistem State Plane Coordinate System di Amerika Serikat, serta berbagai sistem pemetaan nasional dan regional.[1] Proyeksi ini termasuk salah satu dari tujuh proyeksi yang diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert dalam karyanya tahun 1772 berjudul Anmerkungen und Zusätze zur Entwerfung der Land- und Himmelscharten (Catatan dan Tambahan tentang Penyusunan Peta Daratan dan Langit).[2]
Secara geometris, proyeksi ini memetakan permukaan Bumi ke permukaan kerucut secara konformal, yaitu mempertahankan bentuk sudut lokal. Setelah kerucut tersebut dibuka menjadi bidang datar, paralel yang bersinggungan dengan bola bumi diberi skala satuan dan disebut paralel standar.[3] Melalui proses penskalaan tambahan, dua paralel dapat ditetapkan memiliki skala satuan, dengan skala menurun di antara keduanya dan meningkat di luar keduanya. Dengan demikian, penyimpangan dari skala satuan dapat diminimalkan di wilayah yang terletak di antara kedua paralel tersebut. Tidak terdapat bentuk secant sejati pada proyeksi ini, karena penggunaan kerucut secant tidak menghasilkan skala yang sama pada kedua paralel standar.[4]
Proyeksi Lambert konformal kerucut digunakan dalam peta penerbangan karena garis lurus pada peta ini mendekati lintasan lingkaran besar antara dua titik, yang sesuai dengan jarak terpendek di permukaan Bumi untuk jarak penerbangan menengah. Di Amerika Serikat, sistem peta aeronautika seperti VFR sectional charts dan terminal area charts menggunakan proyeksi ini dengan paralel standar pada 33° LU dan 45° LU.[5]
Di Eropa, Badan Lingkungan Eropa[6] dan spesifikasi INSPIRE untuk sistem koordinat[7] merekomendasikan penggunaan proyeksi LCC (dikenal juga sebagai ETRS89-LCC) untuk pemetaan Eropa dengan skala hingga 1:500.000. Di Prancis metropolitan, proyeksi resmi adalah Lambert-93,[8] yang berbasis sistem geodetik RGF93[9] dengan paralel referensi 44° LU dan 49° LU.
Di India, National Spatial Framework menggunakan datum WGS84 dengan proyeksi LCC dan menetapkannya sebagai standar dalam NNRMS, dengan parameter referensi yang berbeda di setiap negara bagian.[10]
Di Amerika Serikat, National Geodetic Survey menggunakan proyeksi ini dalam sistem State Plane Coordinate System of 1983 (SPCS83) untuk mendefinisikan sistem koordinat grid di beberapa negara bagian, terutama yang memiliki bentuk memanjang dari barat ke timur, seperti Tennessee. Proyeksi ini memudahkan konversi antara koordinat geodetik (lintang dan bujur) dan koordinat grid melalui persamaan trigonometri yang relatif sederhana dan dapat diselesaikan dengan kalkulator ilmiah, termasuk yang dapat diprogram. Dalam penerapan pada SPCS83, kesalahan skala dibatasi hingga sekitar 1 bagian dalam 10.000.[11]