Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pisang tanduk

Pisang tanduk atau pisang agung merupakan salah satu kultivar pisang yang populer di Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan pisang goreng. Di Pulau Jawa, pisang ini dikenal sebagai "Pisang Byar" karena jantungnya yang langsung habis tanpa menyisakan bunga (mandul). Di India, pisang ini biasa disebut pisang Changalikodan Nendran. Sedangkan di Kolombia, pisang ini dinamai Dominico-Harton.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pisang tanduk
Untuk tumbuhan utama, lihat Pisang.
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pisang tanduk
Visualisasi pisang tanduk.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tanpa takson):
Tracheophyta
(tanpa takson):
Angiospermae
(tanpa takson):
Monokotil
Ordo:
Zingiberales
Famili:
Musaceae
Genus:
Musa
Spesies:
Musa spp.
Artikel takson sembarang

Pisang tanduk atau pisang agung merupakan salah satu kultivar pisang yang populer di Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan pisang goreng. Di Pulau Jawa, pisang ini dikenal sebagai "Pisang Byar" karena jantungnya yang langsung habis tanpa menyisakan bunga (mandul). Di India, pisang ini biasa disebut pisang Changalikodan Nendran.[1] Sedangkan di Kolombia, pisang ini dinamai Dominico-Harton.[2]

Pisang tanduk atau pisang tangkoon dalam bahasa Karo, merupakan jenis pisang yang termasuk dalam kategori plantain atau pisang olah, yaitu pisang yang tidak dapat dimakan secara langsung tetapi digunakan untuk membuat olahan makanan ringan seperti keripik pisang dan lain sebagainya.

Manfaat

Beragam manfaat pisang tanduk bagi kesehatan, seperti menyehatkan liver, asupan penambah sel darah merah, dan mampu meredakan gejala asma. Pisang tanduk dapat menjadi sumber energi bagi tubuh sehingga dapat menjadi pengganti nasi (jika diperlukan). Selain itu, pisang tanduk juga mengandung vitamin A yang dapat menyehatkan otak serta melancarkan pencernaan.[3]

Kandungan gizi

Kandungan gizi pisang tanduk dengan berat 100 gr, ada sekitar 120 sampai 150 kalori dan juga beberapa nutrisi, diantaranya: 30 gram karbohidrat, 1,3 gram protein, 0,35 gram lemak, 1,7gram serat, 36 miligram magnesium, 487 miligram kalium, 0,6 miligram zat besi, 32 miligram fosfor, 18 miligram vitamin C, dan 56 mikrogram vitamin A.[4]

Karakteristik

Pohon pisang tanduk mempunyai tinggi batang 2,5–3m dengan warna merah kehijauan.[5] Daunnya berwarna hijau tua dengan panjang tandan mencapai 60–85 cm dan berat 7–10 kg.[6]

Setiap tandan terdiri dari 2–3 sisir dan setiap sisirannya ada 8–10 buah.[5][7] Perawakan buah dari pisang ini putih, kekar, dan besar, panjangnya bisa mencapai 35 cm.[7][8] Rasanya manis legit agak asam, dan lunak.[5][7] Sementara itu, untuk kulit buah pisang tanduk biasanya agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning tua.[5]

Daging dari pisang tanduk berwarna putih dan sedikit kekuningan. Teksturnya tebal tapi tetap lembut. Saat matang, pisang tanduk memiliki sedikit tepung di dagingnya. Untuk rasa, pisang tanduk terkenal dengan kemanisannya. Makin tua makin legit dan lezat. Pada saat masih muda, daging pisang tanduk pun juga sudah manis tetapi mengandung rasa asam yang tidak terlalu.

Pisang tanduk memiliki biji berwarna hitam dengan bentuk kecil dan sangat keras. Bijinya tidak bisa dimakan. meski pisang tanduk memiliki rasa manis dan sedikit asam saat muda, tetapi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pisang tanduk dalam keadaan mentah karena Pisang tanduk mengandung getah yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan.[9]

Kondisi Pertumbuhan

Pisang tanduk yang berbuah
Pisang tanduk yang berbuah

Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman pisang tanduk. Suhu optimal untuk pertumbuhannya sekitar 27 °C dengan suhu maksimalnya 38 °C. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, pisang ini tidak dapat tumbuh di dataran tinggi seperti ketinggian di atas 1600 mdpl.

Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, hanya saja terlalu banyak menerima paparan sinar matahari akan menyebabkan daun pisang tanduk terbakar-matahari (sunburn).[10] Tanaman ini juga sangat sensitif terhadap angin kencang karena dapat menyebabkan daun rusak, robek, hingga dapat merobohkan pohonnya. Untuk pertumbuhan yang optimal, curah hujan yang diperlukan sekitar 200–220mm, dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60–70% dari kapasitas lapangan.[10] Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan pisang tanduk adalah tanah liat yang gembur dengan tingkat aerasi yang baik.[10] Tanaman ini toleran terhadap pH 4,5–7,5.[10]

Penyakit

Gambar pisang tanduk yang terkena penyakit
Gambar pisang tanduk yang terkena penyakit

Salah satu jenis penyakit yang kerap menyerang tanaman pisang tanduk adalah layu panama atau sering dikenal dengan nama layu fusarium. Penyakit ini membuat daun pisang menjadi layu dan mudah putus. Jamur penyebab penyakit ini adalah Fusarium oxysporum f.sp. cubense, yang mampu bertahan lama di dalam tanah sebagai klamidospora sehingga sulit untuk dikendalikan.[11] Sejumlah cara pengendaliannya telah diteliti, tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan.[12] Contohnya adalah pengendalian hayati patogen yang ditularkan melalui tanah dan penggunaan jenis bakteri tertentu untuk mengendalikan patogen yang ditularkan melalui tanah tersebut.[12]

Selain penyakit layu panama, tanaman pisang tanduk juga dapat terkena penyakit Mycosphaerella Leaf Disease Complex (MLDC). Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah perkembangan tanaman yang buruk, daun-daun menjadi layu dengan cepat, jumlah daun-daun yang sehat semakin berkurang, timbulnya tandan yang buruk, buah-buah yang dihasilkan tidak baik, dan perkembangan buahnya menjadi prematur.[13]

Sedangkan, contoh penyakit-penyakit lain dari pisang tanduk di antaranya Yellow Sigatoka yang disebabkan oleh virus M. musicola dan Black Leaf Streak atau penyakit Black Sigatoka yang disebabkan virus M. fijiensis.[14]

Referensi

  1. ↑ "Pisang Tanduk: Ciri, Manfaat dan Model Olahan". Teknolemper. 2022-12-23. Diakses tanggal 2022-09-09.
  2. ↑ "Pisang Tanduk: Ciri, Manfaat dan Model Olahan". Teknolemper. 2021-12-23. Diakses tanggal 2022-09-09.
  3. ↑ Khasiat (2017-01-06). "15 Manfaat dan Khasiat Pisang Tanduk untuk Kesehatan". Khasiat. Diakses tanggal 2020-01-21.
  4. ↑ Bryner, Jeanna; Szalay, Jessie; Dobrijevic, Daisy (2021-12-14). "Bananas: Facts: benefits and nutrition". Live Science. Diakses tanggal 2026-02-15.
  5. 1 2 3 4 BIOTROP. 2008. SEAMEO BIOTROP. [terhubung berkala]. http://www.biotrop.org. [17 Februari 2009].
  6. ↑ PISANG Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar. Niaga Swadaya. ISBN 978-979-002-236-2.
  7. 1 2 3 "Perbedaan Pisang Tanduk dan Pisang Kapas: Karakteristik Unik dan Pemanfaatannya". Liputan6. 14 Januari 2025. Diakses tanggal 29 April 2025.
  8. ↑ "Kenali Perbedaan Pisang Tanduk dan Pisang Raja". images1.rri.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2020-04-13. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen]
  9. ↑ Sugeng, Kiswanto (2024-07-29). "Pisang Tanduk Ciri Manfaat dan Kegunaannya". IDN Times. Diakses tanggal 2025-08-26.
  10. 1 2 3 4 Prihatman K. 2000. Pisang (Musa spp.). [terhubung berkala]. http://www.aagos.ristek.go.id/pertanian/pisang.pdf Diarsipkan 2009-05-21 di Wayback Machine. [10 Feb 2009].
  11. ↑ (Inggris) Carol A.A. et al. 1992. Uptake and metabolism of benzyladenin during shoot organogenesis in Petunia leaf explants. Plant Growth Regulation 11:105-114.
  12. 1 2 W idono S, Sumardiyono C, Hadisutrisno B. 2003. Pengimbasan ketahanan pisang terhadap penyakit layu fusarium dengan Burkholderia cepacia. Agrosains 5:72-79.
  13. ↑ (Inggris) Soomary SD, Benimadhu SP. 1997. The Mycosphaerella leaf disease complex (MLDC) of banana in Mauritius. Food and Agricultural Research Council, Reduit, Mauritius.
  14. ↑ (Inggris) Udugama S. 2002. Septoria leaf-spot disease of banana Mycosphaerella eumusae: a new record for Sri Lanka. Annals of the Sri Lanka Depart. of Agricul. 4: 337-343.


Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Manfaat
  2. Kandungan gizi
  3. Karakteristik
  4. Kondisi Pertumbuhan
  5. Penyakit
  6. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026