Klamidospora adalah spora tebal berdinding keras yang dihasilkan oleh beberapa jenis jamur sebagai bentuk adaptasi untuk bertahan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem atau tidak menguntungkan. Klamidospora berfungsi sebagai struktur dorman yang memungkinkan jamur bertahan hidup dalam situasi kering, dingin, atau kekurangan nutrisi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Klamidospora adalah spora tebal berdinding keras yang dihasilkan oleh beberapa jenis jamur sebagai bentuk adaptasi untuk bertahan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem atau tidak menguntungkan. Klamidospora berfungsi sebagai struktur dorman yang memungkinkan jamur bertahan hidup dalam situasi kering, dingin, atau kekurangan nutrisi.[1]
Klamidospora merupakan spora aseksual yang terbentuk dari transformasi sel vegetatif yang membengkak dan memiliki dinding tebal, berbeda dengan spora yang dibentuk secara eksogen seperti konidiospora.[2] Ciri khas klamidospora adalah dinding sel yang sangat tebal dan ukurannya yang relatif besar dibanding spora lain, sehingga dapat bertahan lama dalam kondisi lingkungan yang keras.[3]
Klamidospora berfungsi sebagai bentuk bertahan hidup (resting spore) dalam siklus hidup jamur. Ketika kondisi lingkungan membaik, klamidospora dapat berkecambah dan membentuk miselium baru, melanjutkan siklus hidup jamur tersebut.[4]
Beberapa genus jamur yang menghasilkan klamidospora antara lain Candida,[5] Fusarium, dan Cladosporium.[1]