Pimping atau rumput riang-riang adalah sejenis rumput yang mirip gelagah, anggota dari suku padi-padian. Tumbuhan ini menyebar luas di wilayah Indocina, Nusantara, hingga Pasifik. Rumput ini dikenal pula dengan berbagai nama daerah, di antaranya: pimpiĕng (Min.); manjah, manjarakan (Sd.); glagah arjuna, sisrèn (Jw.); cĕcĕrĕn (Md.); antalasa, beurong-beurong (Mak.); wéli hisa, wéri hisa (Amb.). Dalam bahasa Inggris ia disebut ulla atau juga kangaroo grass. Rumphius menyebutnya Calamagrostis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pimping | |
|---|---|
| Rumput riang-riang, Themeda gigantea Sungai Majo, Kubu Babussalam, Rohil | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| (tanpa takson): | |
| (tanpa takson): | |
| (tanpa takson): | |
| (tanpa takson): | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | Themeda gigantea |
| Nama binomial | |
| Themeda gigantea | |
| Sinonim | |
Sumber: The Plant List[3] | |
Pimping[4] atau rumput riang-riang[5] (Themeda gigantea) adalah sejenis rumput yang mirip gelagah, anggota dari suku padi-padian. Tumbuhan ini menyebar luas di wilayah Indocina, Nusantara, hingga Pasifik. Rumput ini dikenal pula dengan berbagai nama daerah, di antaranya: pimpiĕng (Min.); manjah, manjarakan (Sd.); glagah arjuna, sisrèn (Jw.); cĕcĕrĕn (Md.); antalasa, beurong-beurong (Mak.); wéli hisa, wéri hisa (Amb.).[6] Dalam bahasa Inggris ia disebut ulla atau juga kangaroo grass. Rumphius menyebutnya Calamagrostis (weri hissa).[7]
Rumput buluh yang menahun. Batang tegak, kokoh, tinggi 150–400 cm;[8] dengan buluh sebesar ibu jari kaki dan berempulur.[9] Ruas buluh berambut di arah distal, atau gundul. Pelepah daun berlunas; permukaannya gundul tepinya gundul atau berambut. Ligula (lidah pelepah) berupa membran berambut; bentuk terpangkas atau menumpul.[8] Daun-daun mengumpul di bawah, seperti kipas.[9] Helaian daun bentuk pita, panjang 30–100 cm × 5–25 mm, kaku; ibu tulang daunnya melebar; permukaan helaian kasap, kasar di sisi adaksial; tepi helaian kasap, tajam.[8]
Bunga-bunga terkumpul dalam malai di ujung (terminal) atau di ketiak (aksilar), yang terdiri dari banyak tandan, rontok secara keseluruhan.[8] Spikelet (bunga rumput), berkumpul dalam kelompok kecil berisi 3 spikelet; di antaranya hanya satu yang steril.[8][9]
Pimping menyebar luas di Asia tropis hingga Pasifik:[8] Burma, Indocina, kawasan Malesia, Filipina, Nugini, Solomon, Kepulauan Bismarck, Vanuatu, Kaledonia Baru, dan pulau-pulau di Pasifik Barat Daya.[10]
Di Indonesia, rumput ini menyebar di semua pulau Sunda Besar, Ambon, Seram, dan Timor. Ia ditemukan mulai dataran rendah hingga ketinggian 1.450 m dpl; di tepi-tepi sungai, tebing jurang, pinggiran jalan, padang ilalang dan tempat terbuka pada umumnya, acap kali dalam hamparan yang luas.[6]
Heyne menyebutkan bahwa rumput ini kurang disukai sebagai pakan ternak; sementara di Priangan tunasnya dimakan sebagai lalab dan obat demam.[6] Rumput ini kemungkinan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kertas.[11]