Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perusahaan Hindia Timur Britania Raya

Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Britania Raya, kadang kala disebut sebagai John Company, merupakan sebuah perusahaan saham gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk membantu hak perdagangan di India.

perusahaan dagang Britania Raya (1600–1874)
Diperbarui 17 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perusahaan Hindia Timur Britania Raya
Untuk kegunaan lain, lihat Perusahaan Hindia Timur.
Perusahaan Hindia Timur Britania Raya
1600–1874
Bendera perusahaan (1801)
Lambang (1698)

Motto: Auspicio Regis et Senatus Angliae
Latin untuk "Atas perintah Raja dan Parlemen Inggris"
Jenis perusahaan
Publik
Sebagian badan usaha milik negara[1]
Badan usaha milik negara (setelah Undang-Undang Pemerintah India tahun 1858)
IndustriPerdagangan internasional
NasibDinasionalisasi:
  • Wilayah dan tanggung jawab diserahkan kepada Pemerintah Inggris melalui Undang-Undang Pemerintah India tahun 1858
  • Dibubarkan oleh Undang-Undang Penebusan Dividen Saham India Timur tahun 1873
Didirikan31 Desember 1600; 425 tahun lalu (1600-12-31)
Pendiri
  • William Cavendish
  • George Clifford
  • John Harte
  • James Lancaster
  • John Spencer
  • John Watts
Ditutup1 Juni 1874; 151 tahun lalu (1874-06-01)
Kantor pusatRumah Hndia Timur,
London
,
Britania Raya
Tokoh kunci
Thomas Smythe
Gubernur ke-1
ProdukKatun, sutra, pewarna indigo, gula, garam, rempah-rempah, perbudakan, sendawa, teh, dan opium
Karyawan
50.000 (1710-an)
Bendera perusahaan mengandung Salib Santo Georgius.

Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Britania Raya (bahasa Inggris: East India Companycode: en is deprecated , EIC atau lengkapnya British East India Company), kadang kala disebut sebagai John Company, merupakan sebuah perusahaan saham gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk membantu hak perdagangan di India.

Perusahaan ini dibentuk dengan tujuan untuk menegaskan hak perdagangan di sekitar kawasan Samudra Hindia. Awalnya perusahaan ini hanya melakukan aktivitas perdangangannya di wilayah anak benua India dan Asia Tenggara, tetapi akhirnya mereka memperluas perdagangan dengan Dinasti Qing di Tiongkok.[2]

Royal Charter (Piagam Kerajaan) secara efektif memberikan perusahaan yang baru berdiri ini sebuah monopoli dalam seluruh perdagangan di Hindia Timur. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke entitas yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi tambahan pemerintahan dan militer, sampai pembubarannya pada 1858.

Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania Raya yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."

Setelah Pemberontakan di India 1857, perusahaan ini mengalami kebangkrutan dan diambil alih oleh Imperium Britania Raya. Melalui undang-undang untuk Pemerintahan di India tahun 1858, Raj Britania Raya dibentuk dan bertahan hingga pertengahan abad ke-20.

Sejarah

Pembentukan

Pada 1599, sekelompok pedagang, pelaut, dan serikat buruh berniat membentuk sebuah perusahaan untuk menjelajah Hindia Timur. Kelompok tersebut beranggotakan orang-orang penting, seperti Stephen Soane, Tuan Walikota London dan Thomas Smythe, salah satu pendiri utama Levant Company. Pada 22 September 1599, mereka mengumpulkan dana senilai £30,133 (lebih dari £4,000,000 sekarang) sebagai modal perusahaan.[3] Dua hari kemudian, mereka berkumpul kembali di Founders Hall, Jalan Lothbury, London untuk menetapkan 15 direktur yang akan mengelola perusahaan tersebut.[4]

Pada 16 Oktober 1599, Ratu Elizabeth I mengizinkan pembentukan perusahaan dan pelayaran menuju Hindia Timur. Namun, Dewan Penasihat menghentikan rencana pelayaran tersebut.[5] Para pedagang yang kecewa memutuskan untuk mengabaikan keputusan tersebut dan tetap mempersiapkan pelayaran.[6] Mereka beralasan bahwa pelayaran harus tetap dilakukan sebagai bentuk penentangan terhadap Perjanjian Tordesilas dan mempertanyakan "mengapa mereka harus melarang Yang Mulia, para pangeran, dan negara-negara Kristen lain untuk menggunakan laut yang terbuka luas, tanpa batas, dan akses ke teritori dan kekuasaan dari begitu banyak pangeran, raja, dan penguasa yang merdeka di Timur."[6]

Pada 25 September 1600, para pedagang membeli kapal bernama Susan senilai £1.600. Keesokan harinya, mereka membeli dua kapal yang lebih kecil, Hector dan Ascension. Fulke Greville, Bendahara Angkatan Laut Britania Raya, juga membuat daftar raja-raja di wilayah timur yang belum melakukan perjanjian dengan Spanyol sebagai target perdagangan.[7] Merasa belum cukup, para pedagang kembali membeli kapal besar berbobot 600 ton bernama Malice Scourge senilai £3.700 pada musim semi 1601. Kapal tersebut kemudian dinamai ulang menjadi Red Dragon.[8]

Pada 31 Desember 1600, Ratu Elizabeth I menandatangani piagam yang membentuk perusahaan berna Governor and Company of Merchants of London trading into the East Indies.[9] Piagam tersebut memberikan hak monopoli total kepada perusahaan beranggotakan 218 orang tersebut selama 15 tahun untuk berdagang di Hindia Timur tanpa campur tangan kerajaan. Ratu juga mencetak koin dan memberi bendera baru untuk perusahaan tersebut.[10] Thomas Smythe ditunjuk sebagai gubernur pertama perusahaan.[11]

Penjelajahan pertama ke Hindia Timur

James Lancaster ditunjuk sebagai Laksamana Armada penjelajahan pertama, memegang komando dari kapal Red Dragon, didampingi oleh John Davis sebagai juru mudi. Tiga kapal lainnya berada di bawah komando John Middleton, William Brund, dan John Heyward. Pelayaran tersebut memiliki total awak sebanyak 480 orang, terdiri dari pelaut-pelaut berpengalaman.[11]

Pada Februari 1601, rombongan penjelajahan pertama berangkat dari Sungai Thames.[12] Pada 9 September 1601, mereka tiba di Table Bay, Afrika Selatan untuk mengisi perbekalan.[13] Sama seperti penjelajahan-penjelajahan yang pernah dilakukan sebelumnya, sebagian awak kapal menderita penyakit dan meninggal dunia sepanjang perjalanan. Meskipun demikian, Lancaster telah belajar dari pengalaman dan berusaha meminimalisasi hal ini, seperti memberikan memberikan jus jeruk nipis kepada para awak serta hiburan drama, musik, dan pertunjukan badut di kapal.[14]

Pada 5 Juni 1602, armada Lancaster tiba di Aceh.[15] Rombongan penjelajah disambut oleh sultan Aceh saat itu, Sultan Alauddin Riayat Syah. Sebagai gantinya, Inggris membujuk Sultan dengan memberikan banyak hadiah, seperti baskom perak, piala perak, cermin, sekotak pistol, topi baja, dan sabuk. Sultan juga menerima surat dari Ratu Elizabeth I yang berisi permintaan untuk memulai perdagangan tetap dengan Alauddin dan membuka pergudangan untuk penimbunan perbekalan. Sultan Alauddin Syah menerima permintaan tersebut dan rombongan Lancaster meninggalkan Aceh.[16]

Lancaster membagi armada menjadi dua kelompok. Susan dikirim ke Pariaman untuk mengisi rempah-rempah, sementara kapal lainnya berlayar melalui Selat Malaka. Dalam perjalanannya, Red Dragon menyerang kapal Santo Antonio milik Portugal yang kebetulan berada di Selat Malaka. Rombongan Lancaster kemudian merampak muatan kain belacu dan batik dari Santo Antonio untuk dibarter nantinya dengan rempah-rempah.[17] Lancaster juga mengubah pikiran bahwa kini ia lebih memilih untuk mencari pelabuhan dekat sumber rempah-rempah langsung. Ia kemudian kembali ke Aceh untuk berpamitan dan menerima surat balasan dari Sultan Aceh kepada Ratu Elizabeth I.[18][19]

Pada November 1602, Lancaster kembali meninggalkan Aceh. Kapal Ascension yang saat itu telah penuh dengan rempah-rempah diutus kembali ke Inggris, sementara kapal lainnya berlayar ke Banten. Di sisi lain, Susan telah berhasil mendapatkan rempah-rempah dengan harga kompetitif dari Pariaman dan kembali ke Inggris, menyusul Ascension. Lancaster tiba di Banten dan berdagang selama lima pekan, mendapatkan 233 karung penuh dengan rempah-rempah. Ia juga membangun pergudangan serta meninggalkan sebelas orang Inggris untuk menetap dan menjaga basis permanen mereka di Hindia Timur. John Middleton meninggal dunia saat berdagang di Banten dan dikuburkan di sana.[20]

Red Dragon dan Hector berlayar kembali ke Inggris pada Februari 1603. Red Dragon sempat mengalami kerusakan pada kemudinya yang membuat Lancaster mengutus Hector untuk meninggalkannya. Namun, kapten kapal Hector menolak dan menunggu Red Dragon berhasil diperbaiki. Keduanya tiba di Inggris pada 11 September 1603, saat London dirundung wabah.[21]

Penjelajahan kedua

Wabah yang merundung London, ditambah suplai lada milik Raja James I yang masih melimpah menyebabkan perusahaan kesulitan menjual stok rempah-rempahnya. Akhirnya, perusahaan memutuskan untuk mengumpulkan iuran dari para pedagang di London untuk mendanai penjelajahan kedua mereka. Pedagang yang saat itu masih belum mendapatkan keuntungan dari penjelajahan pertama enggan memberi banyak uang, sehingga perusahaan hanya mendapatkan £11.000. Untuk menyelamatkan perusahaan, diputuskan bahwa investor yang berinvestasi £250 pada penjelajahan pertama wajib berinvestasi £200 untuk penjelajahan kedua.[22]

Setelah mendapatkan pendanaan, perusahaan merencanakan misi penjelajahan. Penjelajahan kedua dipimpin oleh Henry Middleton, dengan misi menemui kembali agen yang ditinggalkan di Banten dan menjelajah lebih jauh ke Kepulauan Maluku. Penjelajahan dilakukan menggunakan empat kapal yang sama dengan penjelajahan sebelumnya. Armada Middleton tiba di Banten pada 22 Desember 1604. Hector dan Susan diisi penuh dengan lada dan langsung dikirim kembali ke Inggris, sementara Red Dragon dan Ascension berlayar menuju Maluku.[22]

Setelah Middleton sampai di Ambon, ia mendapati bahwa raja-raja lokal tidak mau melakukan perdagangan tanpa izin Portugis. Middleton kemudian membujuk Portugis yang menguasai perdagangan di Maluku saat itu untuk mengizinkan mereka berdagang. Sayangnya, Belanda kemudian datang dan menyerang Ambon. Kedua kapal kemudian berpisah, dengan Red Dragon mengarah ke Ternate dan Tidore sementara Ascension mengarah ke selatan Kepulauan Banda.[23]

Middleton sampai di Tidore berpapasan dengan Sultan Ternate yang dibuntuti oleh puluhan perompak. Sultan Ternate kemudian diselamatkan naik ke atas Red Dragon dan terpaksa menandatangani perjanjian perdagangan dengan Inggris, melanggar perjanjian dengan Belanda yang telah ditandatanganinya sebelumnya.[24] Sementara itu, Ascension yang dikapteni oleh Colthurst menemui sebuah pulau bernama Run yang dikelilingi oleh batu karang, menyulitkan kapal untuk berlabuh. Oleh karena itu, mereka berbalik arah dan berlabuh di Neira, tempat Colthurst disambut dengan damai oleh komandan Belanda. Middleton dan Colthurst meninggalkan Kepulauan Banda dengan muatan penuh dan sebuah surat penawaran dari kepala suku lokal yang menawarkan perdagangan komoditas pala.[25]

Susan yang pulang lebih dahulu ke Inggris terjebak badai di Afrika Selatan dan karam, menewaskan semua awaknya. Hector, pulang bersamaan dengan Susan, didera penyakit hingga menyisakan 14 awak dan mengapung tanpa daya di Table Bay. Hector kemudian diselamatkan oleh Red Dragon. Rombongan penjelajahan tersebut tiba di Inggris pada musim semi 1606.[26]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑
  2. ↑ "British East India Company | Sejarah dan Latar Belakangnya". Sedjarah.id. 2021-05-08. Diakses tanggal 2021-05-10.
  3. ↑ "East Indies: September 1599". british-history.ac.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-19. Diakses tanggal 2025-12-31.
  4. ↑ Milton 2024, hlm. 87-90.
  5. ↑ Milton 2024, hlm. 93.
  6. 1 2 Milton 2024, hlm. 94.
  7. ↑ Milton 2024, hlm. 95.
  8. ↑ Milton 2024, hlm. 97.
  9. ↑ "Early European Settlements". Imperial Gazetteer of India. Vol. II. 1908. hlm. 454. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-25. Diakses tanggal 2025-12-31.
  10. ↑ Milton 2024, hlm. 101-102.
  11. 1 2 Milton 2024, hlm. 99-100.
  12. ↑ Milton 2024, hlm. 102.
  13. ↑ Milton 2024, hlm. 105.
  14. ↑ Milton 2024, hlm. 104-108.
  15. ↑ Milton 2024, hlm. 109.
  16. ↑ Milton 2024, hlm. 112-116.
  17. ↑ Milton 2024, hlm. 116-117.
  18. ↑ Milton 2024, hlm. 117.
  19. ↑ Milton 2024, hlm. 119.
  20. ↑ Milton 2024, hlm. 120-122.
  21. ↑ Milton 2024, hlm. 124.
  22. 1 2 Milton 2024, hlm. 133-135.
  23. ↑ Milton 2024, hlm. 140.
  24. ↑ Milton 2024, hlm. 141.
  25. ↑ Milton 2024, hlm. 146.
  26. ↑ Milton 2024, hlm. 146-147.

Daftar pustaka

  • Milton, Giles (2024) [1999]. Wiyati, Nunung (ed.). Nathaniel's Nutmeg [Pulau Run: Petualangan Pedagang Rempah yang Mengubah Perjalanan Sejarah Dunia] (dalam bahasa Indonesia). Diterjemahkan oleh Rosdalina, Ida. Tangerang Selatan: Pustaka Alvabet. ISBN 978-623-220-176-7. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Pranala luar

  • (Inggris) Library of Congress Federal Research Division Country Studies
  • (Inggris) History and Politics: East India Company
  • (Inggris) English Expansionism
  • (Inggris) Colonial Empires: Course lecture Diarsipkan 2005-10-27 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Nick Robins, New Statesman, 13 Desember 2004 "The world's first multinational" Diarsipkan 2012-02-04 di Wayback Machine.

Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki media mengenai British East India Company.
  • Sejarah Asia Selatan
    • Pemerintahan Perusahaan di India
  • Imperialisme Baru
    • Imperialisme di Asia
  • Perusahaan Hindia Timur Belanda, didirikan pada 1602
  • Perusahaan London Virginia, didirikan pada 1606
  • Perusahaan Teluk Hudson, didirikan pada 1670
  • Perusahaan Hindia Barat Belanda, didirikan pada 1621
  • Perusahaan Hindia Timur Prancis, didirikan pada 1664
  • Perusahaan Hindia Timur Swedia, didirikan pada 1731
  • East India Company College
  • Perusahaan Muscovy
  • Perusahaan Virginia

Kutipan

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Norwegia
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
Lain-lain
  • IdRef
  • Te Papa (Selandia Baru)
  • İslâm Ansiklopedisi
    • l
    • b
    • s
    Gerakan kemerdekaan India
    Sejarah
    Kolonisasi · Benggala Belanda · Perusahaan Dagang India Timur · India Prancis · India Portugal · Plassey · Buxar · Perang Inggris-Mughal · Perang Inggris-Mysore (Pertama · Kedua · Ketiga · Keempat) · Perang Inggris-Maratha (Pertama · Kedua · Ketiga) · Perang Inggris-Sikh Pertama · Perang Inggris-Sikh Kedua · Kemaharajaan Britania  · Garis Radcliffe · lebih lanjut
    Gandhi during the Salt March, 1930

    Gandhi during the Salt March, 1930

    Congress flag of India (1931)

    Bendera Azad Hind
    Filosofi
    dan ideologi
    Nasionalisme India · Swaraj · Nasionalisme Hindu · Gandhisme · Satyagraha · Nasionalisme Muslim India · Swadeshi · Sosialisme · Gerakan Khilafat
    Peristiwa dan
    gerakan
    Perang Polygar · Pemberontakan Vellore · Pemberontakan 1857 · Pembagian Bengal · Revolusi · Konspirasi Delhi-Lahore · The Indian Sociologist · Konspirasi Sedetis · Champaran dan Kheda · Komite Rowlatt · UU Rowlatt · Pembantaian Jallianwala Bagh · Non-Kerjasama · Pembantaian Qissa Khwani Bazaar · Flag Satyagraha · Pemisahan Benggala (1905)  · Dahagi Vellore · Bardoli · Protes 1928 · Laporan Nehru · Purna Swaraj · Salt Satyagraha · Konferensi meja bundar · UU 1935 · Legion Freies Indien · Misi Cripps · Pemisahan Benggala (1947) · Bebaskan India · Pasukan Nasional India · Tiger Legion · Pemberontakan Bombay · Coup d'État de Yanaon · Pemerintah Sementara India
    Organisasi
    Kongres Nasional India · Anushilan Samiti · Jugantar · Rashtriya Swayamsevak Sangh · India House · Komite Berlin · Ghadar · Kekuasaan Tanah Air · Khaksar Tehrik · Khudai Khidmatgar · Asosiasi Republik Hindustan · Partai Swaraj · Liga Kemerdekaan India · Azad Hind · lebih lanjut
    Reformis
    sosial
    Mahatma Gandhi · Mahatma Jyotirao Phule · Gopal Ganesh Agarkar · Shahu Maharaj · Dr. Babasaheb Ambedkar · Dhondo Keshav Karve · Vitthal Ramji Shinde · Mahadev Govind Ranade · Swami Dayananda Saraswati · Ramakrishna  · Swami Vivekananda · Vinoba Bhave · Baba Amte · Rammohan Roy · Gopal Hari Deshmukh
    Pemimpin dan
    aktivis India

    Puli Thevar · Yashwantrao Holkar · Veerapandiya Kattabomman · Sangolli Rayanna · Baba Ram Singh · Mangal Pandey · Veer Kunwar Singh · Rae Ahmed Nawaz Khan Kharal · Rani dari Jhansi · Bahadur Shah Zafar · Bal Gangadhar Tilak · Gopal Krishna Gokhale · Dadabhai Naoroji · Bhikaiji Cama · Shyamji Krishna Varma · Annie Besant · Har Dayal · Subramanya Bharathi · Lala Lajpat Rai · Bipin Chandra Pal · Rash Behari Bose · Chittaranjan Das · Khan Abdul Ghaffar Khan · Maulana Azad · Chandrasekhar Azad · Rajaji · Bhagat Singh · Sarojini Naidu · Purushottam Das Tandon · Alluri Sitaramaraju · M. Ali Jinnah · Sardar Patel · Vakkom Majeed · Subhash Chandra Bose · Jawaharlal Nehru · Mahatma Gandhi · Allama Mashriqi · Akkamma Cherian · Swadeshabhimani Ramakrishna Pillai · lebih lanjut

    Pemimpin Britania Raya
    Robert Clive · James Outram · Dalhousie · Irwin · Linlithgow · Wavell · Stafford Cripps · Mountbatten · lebih lanjut
    Kemerdekaan
    Misi Kabinet · Undang-Undang Kemerdekaan India · Pembagian India · Integrasi politik · Konstitusi · Invasi Goa · Republik India

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Pembentukan
    3. Penjelajahan pertama ke Hindia Timur
    4. Penjelajahan kedua
    5. Referensi
    6. Catatan kaki
    7. Daftar pustaka
    8. Pranala luar
    9. Lihat pula
    10. Kutipan

    Artikel Terkait

    Bendera Perusahaan Hindia Timur Britania

    Bendera yang digunakan oleh Perusahaan Hindia Timur Britania

    Sriwijaya

    Kerajaan 671-1025 di Asia Tenggara

    Hudson's Bay Company

    organisasi bisnis ritel dari Kanada, sebelumnya bisnis perdagangan rambut hewan

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026