Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pertempuran Nahawand

Pertempuran Nahawand adalah suatu pertempuran pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim dimasa Khalifah Umar bin Khathab melawan pasukan Kekaisaran Sasania. Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim, dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan. Pertempuran ini menjadi pertempuran kuat terakhir Persia dalam menghadapi invasi pasukan muslim.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertempuran Nahawand
Artikel ini bukan mengenai Pertempuran Nahrawan.
Pertempuran Nahawand
Bagian dari Penaklukan Muslim

Lukisan Kastil Nahawand, salah satu benteng peninggalan Sasania yang tersisa.
Tanggal642
LokasiNahāvand, dekat Hamadan, Iran
Hasil Kemenangan mutlak Kekhalifahan Rasyidin[1]
Keruntuhan Kekaisaran Sasania[2]
Pihak terlibat
Kekhalifahan Rasyidin Kekaisaran Sasania
Tokoh dan pemimpin
An-Nu'man bin Muqarrin ⚔[3]
Thulaihah al-Asadi ⚔[4]
Amr bin Ma'di Yakrib ⚔[5]
Hudzaifah bin al-Yaman
Peroz Khosrau ⚔
Mardanshah ⚔
Varaztirots
Kekuatan
30.000[6] 100.000[7]-150.000 serdadu dari Kumis[8][9]
Korban
Berjumlah besar[10][11] Berjumlah besar[11][12]

Pertempuran Nahawand (bahasa Arab: معركة نهاوندcode: ar is deprecated , ma'rakah Nahawandi, juga dieja Nahāvand atau Nihāvand) adalah suatu pertempuran pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim dimasa Khalifah Umar bin Khathab melawan pasukan Kekaisaran Sasania.[13] Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim, dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan (kini Isfahan). Pertempuran ini menjadi pertempuran kuat terakhir Persia dalam menghadapi invasi pasukan muslim.

Persiapan

Pasukan Sassania di bawah pimpinan Peroz Khosrau yang diangkat Yazdegerd III menjadi pemimpin tertinggi berjumlah 150.000 orang[14] yang berasal dari wilayah-wilayah Media, Azerbaijan, Khurasan, Gurgan, Tabaristan, Merw, Baktria, Sistan, Kerman, dan Farsistan, yang mengambil posis bertahan di luar kota Nahawand.[15] Sedangkan di pihak Arab, Nu'man bin Muqarrin memimpin 30.000 orang pasukan,[14] yang berasal pangkalan Arab Muslim dari Irak, Khuzistan, dan Sawad.[15] Di antara pasukan Arab, terdapat tokoh-tokoh sahabat Nabi seperti Abdullah bin Umar, al-Mughirah bin Syu'bah, Amr bin Ma'di Yakrib, Thulaihah al-Asadi, Hudzaifah bin al-Yaman dan lain-lain.[16]

Panglima tertinggi muslim, Sa'ad bin Abi Waqqash datang kembali ke Madinah untuk meyakinkan Umar agar bersegera menyerang pasukan Persia di Nahawand, hal ini pun disetujui Umar setelah berunding dengan sahabat senior.[17]

Nu'man mempersiapkan dan menyusun pasukan Islam sebagai berikut:

  1. Nu'man bin Muqrin (gubernur Kaskar) sebagai komandan umum.
  2. Hudzaifah bin Yaman sebagai komandan yang terdiri dari orang-orang Kufah.
  3. Abu Musa Al-Asy'ari sebagai komandan pasukan yang terdiri dari orang-orang Basrah.
  4. Abdullah bin Umar sebagai komandan yang terdiri dari orang-orang Muhajirin dan Anshar.
  5. Salma bin Qain, Harmalah bin Marithah, Zur bin Kulaib, Aswad bin Rabi'ah, dan lainnya dari para pemimpin orang Islam yang di Ahwas serta di wilayah-wilayah Persia untuk memimpin pasukan-pasukan cadangan yang mungkin diperlukan.[18]

Sebelum pecah pertempuran, Mughirah bin Syu'bah terlebih dahulu diutus untuk mengajak pasukan persia masuk Islam namun gagal.[19]

Jalannya pertempuran

Pergerakan pasukan muslimin menuju Nahawand.

Pasukan Sassania bertahan di luar kota Nahawand serta membuat parit pertahanan, dengan tujuan bertahan hingga pasukan Arab Muslim yang menyerang kehabisan makanan dan akhirnya mundur.[15] Setelah selama dua bulan gagal dalam upayanya memancing pertempuran, Nu'man bin Muqarrin mengadakan siasat penipuan dengan menyebarkan isu bahwa Khalifah Umar meninggal dunia, dan pasukannya diminta membongkar tenda dan mundur dengan cepat.[15] Siasat ini berhasil memancing Peroz Khosrau dan pasukan Sassania untuk menyerang; tetapi setelah beberapa lama, dengan aba-aba Nu'man pasukan Arab Muslim yang telah bersiap dengan tiba-tiba menyerang balik dengan kekuatan penuh.[15]

Akibat serangan tersebut, pasukan Sassania mundur dengan terburu-buru dan tidak teratur, sehingga korban tewas besar di pihak mereka.[15] Nu'man yang memimpin di garis depan juga tewas terjatuh dari kudanya karena tanah yang licin dengan banyaknya darah hingga perutnya pun terkena panah.[19] Lalu pemimpin pengganti yang telah disiapkan sebelumnya, Hudzaifah bin al-Yaman, terus memimpin pasukan Arab Muslim sehingga mencapai kemenangan di mana Peroz dan sebagian besar pasukan Sassania tewas.[20][21] Nahawand jatuh ke tangan pasukan Arab Muslim, dan juga Hamadan menyerah tidak lama kemudian.[15]

Pertempuran Nahawand berakhir dengan kekalahan telak di pihak Sassania, tewasnya Peroz dan Nu'man, serta jatuhnya Nahawand yang secara praktis mengakhiri keberadaan Kekaisaran Sassania.[14][15][20] Thulaihah ikut terbunuh dalam pertempuran ini.

Kelanjutannya

Sumber-sumber non-Muslim menyebutkan bahwa Yazdegerd III yang melarikan diri, kemudian gagal mengumpulkan cukup dukungan di wilayah Persia Timur, di mana pemerintahan Sasania tidak populer bagi rakyat setempat.[22] Sumber-sumber Muslim seperti Tarikh ur-Rusul wal-Muluk dari Thabari menyebutkan bahwa provinsi Khorasan kembali memberontak terhadap kekuasaan Sasania, sebagaimana yang terjadi beberapa tahun sebelumnya tatkala mereka berpihak kepada Vistahm, yaitu paman dari Khosrau II. Ketika Yazdegerd III dinobatkan di Estakhr, sesungguhnya Persia diperintah oleh tiga pengklaim kerajaan dari wilayah-wilayah yang berbeda; Yazdegerd pada awalnya tidak langsung mendapat dukungan dari mereka.

Yazdegerd III lalu berusaha memperoleh bantuan pasukan dari Hun Putih dan suku-suku Turkik, tetapi sebelum terwujud ia dibunuh oleh seorang tukang roti di Marw pada tahun 651.[22][23] Setelah itu, Peroz anak Yazdegerd berupaya membangkitkan kembali Kekaisaran Sasania dalam menghadapi Kekhalifahan Rasyidin dan penerusnya Kekhalifahan Umayyah, walaupun rencananya tidak berjalan dengan baik karena Peroz akhirnya meninggal di Tiongkok.

Abu Lu'lu, budak Mughirah bin Syu'bah pembunuh Umar bin Khathab berasal dari tawanan persia yang kalah dari Pertempuran Nahawand.[19]

Lihat pula

  • Yazdegerd III
  • Pertempuran Qadisiyyah
  • Kekaisaran Sasania

Referensi

  1. ↑ The Expansion of the Saracens-The East, C.H. Becker, The Cambridge Medieval History:The Rise of the Saracens and the Foundation of the Western Empire, Vol. 2, ed. John Bagnell Bury, (MacMillan Company, 1913), 348.
  2. ↑ A Short History of Syriac Literature By William Wright. pg 44
  3. ↑ Iran, Arab Conquest of (636-671), Adam Ali, Conflict and Conquest in the Islamic World: A Historical Encyclopedia, Vol.1, ed. Alexander Mikaberidze, (ABC-CLIO, 2011), 406.
  4. ↑ Islamic desk reference, By E. J. van Donzel, pg.458
  5. ↑ "The fall of Persia", Vol. 2, ed. Sayyid Ali Al-Jumjumani
  6. ↑ "Battle of Nahāvand". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 2010-09-19.
  7. ↑ John Laffin, Brassey's Dictionary of Battles, (Barnes & Noble, 1995), 306.
  8. ↑ The Encyclopaedia of Islam, Parts 83-84 edited by Sir H. A. R. Gibb
  9. ↑ Parvaneh Pourshariati, Decline and Fall of the Sasanian Empire, (I.B.Tauris, 2009), 216.
  10. ↑ Iran in the Early Islamic Period, Michael G. Morony, The Oxford Handbook of Iranian History, ed. Touraj Daryaee, (Oxford University Press, 2012), 211.
  11. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-26. Diakses tanggal 2015-07-21.
  12. ↑ Iran in the Early Islamic Period, Michael G. Morony, The Oxford Handbook of Iranian History, 211.
  13. ↑ Willem Vogelsang (2002), The Afghans, Blackwell Publishing, ISBN 0-631-19841-5
  14. 1 2 3 Sir Percy Sykes (2013). A History of Persia. Vol. 1. Routledge. ISBN 1135648956, 9781135648954.
  15. 1 2 3 4 5 6 7 8 George Rawlinson (2004). The Seven Great Monarchies of the Ancient Eastern World, Or: The History, Geography and Antiquities of Chaldaea, Assyria, Babylon, Media, Persia, Parthia, and Sassanian, or the New Persian Empire. Vol. 3 (Edisi berilustrasi). Gorgias Press LLC. hlm. 550-557. ISBN 1593331711, 9781593331719.
  16. ↑ Ibrahim Al-Quraibi (November 2016). Dahyal Afkar, Lc. (ed.). Tarikh Khulafa (Sampul kertas). Diterjemahkan oleh Faris Khairul Anam, Lc. Qisthi Press. hlm. 487. ISBN 9789791303408, 9791303401.
  17. ↑ Agus (Editor), Ibnu Katsir ; Muhammad Ahsan bin Usman (Penerjemah) ; (2021-05-01). Umar Bin Al- Khaththab; Penaklukan Wilayah Syam dan Mesir (Periode Kedua): Seri Sejarah Khulafaur Rasyidin. Hikam Pustaka. hlm. 190–195. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  18. ↑ Ash-Shallabi, Prof Dr Ali Muhammad. Biografi Umar bin Al-Khathab. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 682–688. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. 1 2 3 Katsir, Ibnu (2022-11). Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin: Kitab Rujukan Paling Terkenal dan Fenomenal Sepanjang Masa. DIVA PRESS. hlm. 280–287. ISBN 978-623-293-718-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. 1 2 Suresh K. Sharma, Usha Sharma, ed. (2004). Cultural and Religious Heritage of India: Zoroastrianism. Vol. 7. Mittal Publications. hlm. 35–41. ISBN 8170999626, 9788170999621.
  21. ↑ Parvaneh Pourshariati (2010). Vesta Sarkhosh Curtis, Sarah Stewart (ed.). Decline and Fall of The Sasanian Empire. I.B.Tauris. hlm. 174-243. ISBN 0857711997, 9780857711991.
  22. 1 2 The History of Iran By Elton L. Daniel, pg 67
  23. ↑ History of Islamic Philosophy - With View of Greek Philosophy and Early History of Islam By I. M. N. Al-Jubouri, pg. 142

Bahan bacaan

  • Pourshariati, Parvaneh (2008). Decline and Fall of the Sasanian Empire: The Sasanian-Parthian Confederacy and the Arab Conquest of Iran. London and New York: I.B. Tauris. ISBN 978-1-84511-645-3.
  • Zarrinkub, Abd al-Husain (1975). "The Arab conquest of Iran and its aftermath". The Cambridge History of Iran, Volume 4: From the Arab Invasion to the Saljuqs. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 1–57. ISBN 978-0-521-20093-6.
  • Morony, M. (1986). "ʿARAB ii. Arab conquest of Iran". Encyclopaedia Iranica, Vol. II, Fasc. 2. hlm. 203–210.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Persiapan
  2. Jalannya pertempuran
  3. Kelanjutannya
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Bahan bacaan

Artikel Terkait

Nahawand

Kota di Provinsi Hamadan, Iran

Umar bin Khattab

Khalifah Kekhalifahan Rasyidin ke-2 (m. 634–644)

Kekhalifahan Rasyidin

Kekhalifahan Islam pertama setelah kematian nabi Islam Muhammad (632–661)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026