Kerman adalah sebuah kota yang menjadi ibu kota bagi Provinsi Kerman di Iran. Pembangunan Kota Kerman dilakukan oleh Kekaisaran Sasaniyah. Kota Kerman ditaklukkan oleh Kekhalifahan Rasyidin pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Pada masa akhir Kesultanan Seljuk Raya di wilayah Iran, Kota Kerman menjadi pusat pemerintahan bagi Kesultanan Seljuk Kerman. Kota Kerman menjadi lokasi pendirian sekaligus perkembangan Tarekat Ni'matullahi sejak pertengahan abad ke-14 Masehi hingga akhir abad ke-18 Masehi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kerman adalah sebuah kota yang menjadi ibu kota bagi Provinsi Kerman di Iran. Pembangunan Kota Kerman dilakukan oleh Kekaisaran Sasaniyah. Kota Kerman ditaklukkan oleh Kekhalifahan Rasyidin pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Pada masa akhir Kesultanan Seljuk Raya di wilayah Iran, Kota Kerman menjadi pusat pemerintahan bagi Kesultanan Seljuk Kerman. Kota Kerman menjadi lokasi pendirian sekaligus perkembangan Tarekat Ni'matullahi sejak pertengahan abad ke-14 Masehi hingga akhir abad ke-18 Masehi.
Kota Kerman terletak di bagian timur Iran.[1] Lokasi Kota Kerman berada di tenggara Iran.[2] Jarak Kota Kerman dari ibu kota Iran yaitu Teheran adalah 1.076 km.[butuh rujukan]
Pada masa perang antara Kekaisaran Sasaniyah ketika berhadapan dengan pasukan Arab Muslim, Kota Kerman merupakan salah satu kota pertahanan di bagian timur Kekaisaran Sasaniyah.[3] Namun Kota Kerman berhasil ditaklukkan oleh pasukan Kekhalifahan Rasyidin pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Kerman kemudian menjadi salah satu wilayah yang menjadi bagian dari Kekhalifahan Rasyidin.[4]
Pada masa akhir Kesultanan Seljuk Raya di wilayah Iran, Kota Kerman menjadi salah satu pusat pemerintahan bagi cabang kekuasaan Kesultanan Seljuk Raya yaitu Kesultanan Seljuk Kerman.[5] Kesultanan Seljuk Kerman didirikan oleh Kara Arslan Qawurt di Kota Kerman pada tahun 1041 M.[6]
Tarekat Ni'matullahi dikembangkan oleh Syah Ni'matullah selama 25 tahun di Kota Kerman. Ketika Syah Ni'matullah meninggal pada tahun 1431 M, Tarekat Ni'matullahi telah dianut oleh para bangsawan, pegawai pemerintahan, darwis dan hamba. Tarekat Ni'matullahi awalnya merupakan tarekat beraliran Sunni yang kemudian berubah aliran menjadi Syiah ketika penyebarannya meluas ke seluruh wilayah Persia. Setelah kematian Syah Ni'matullahi, pusat penyebaran Tarekat Ni'matullahi dialihkan ke Dataran Tinggi Dekkan sebelum akhirnya dialihkan kembali ke Kerman pada tahun 1796 M. Tarekat Ni'matullahi memiliki pengikut yang tersebar di Iran, Eropa dan Amerika Serikat.[7]