Pertempuran Kumai atau juga dikenal sebagai Pertempuran 14 Januari adalah sebuah pertikaian antara Pemerintahan Republik Indonesia dan para milisi Indonesia melawan Tentara Kerajaan Hindia Belanda di kota Kumai, Kalimantan Tengah. Milisi Indonesia, kebanyakan terdiri dari pemuda, Tentara Indonesia yang baru dibentuk, dan ulama Islam bersenjata— dikenal sebagai Barisan Ulama atau Barisan Berjenggot —bertindak melawan konvoi bersenjata Belanda yang berniat untuk mendarat di pelabuhan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pertempuran Kumai | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Revolusi Nasional Indonesia | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
Laskar Kalimantan Barisan Ulama |
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
| Tidak diketahui | 250 | ||||||
| Korban | |||||||
| 21 tewas | 50 tewas | ||||||
Pertempuran Kumai atau juga dikenal sebagai Pertempuran 14 Januari adalah sebuah pertikaian antara Pemerintahan Republik Indonesia dan para milisi Indonesia melawan Tentara Kerajaan Hindia Belanda di kota Kumai, Kalimantan Tengah.[1] Milisi Indonesia, kebanyakan terdiri dari pemuda, Tentara Indonesia yang baru dibentuk, dan ulama Islam bersenjata— dikenal sebagai Barisan Ulama atau Barisan Berjenggot —bertindak melawan konvoi bersenjata Belanda yang berniat untuk mendarat di pelabuhan.[2][3]