Pernikahan di India umumnya merupakan acara meriah yang dirayakan dengan dekorasi, warna, musik, tarian, busana, dan berbagai ritual yang bergantung pada komunitas, wilayah, agama, serta preferensi kedua mempelai. Setiap tahun, India menyelenggarakan sekitar 10 juta pernikahan, sekitar 80% di antaranya merupakan pernikahan Hindu. Sekitar 90% pernikahan di India masih diatur oleh keluarga, meskipun pernikahan berdasarkan pilihan sendiri semakin populer, terutama di kalangan generasi muda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Pernikahan di India umumnya merupakan acara meriah yang dirayakan dengan dekorasi, warna, musik, tarian, busana, dan berbagai ritual yang bergantung pada komunitas, wilayah, agama, serta preferensi kedua mempelai.[1] Setiap tahun, India menyelenggarakan sekitar 10 juta pernikahan,[2] sekitar 80% di antaranya merupakan pernikahan Hindu. Sekitar 90% pernikahan di India masih diatur oleh keluarga,[3] meskipun pernikahan berdasarkan pilihan sendiri semakin populer, terutama di kalangan generasi muda.[3]
Pernikahan seorang anak perempuan sering kali menjadi peristiwa paling mahal dalam kehidupan sebuah keluarga di India, dengan beberapa perkiraan menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan dapat melebihi enam kali pendapatan tahunan keluarga. Sebagian besar pengeluaran tersebut dialokasikan untuk mahar dan perayaan pernikahan. Para peneliti menilai bahwa besarnya biaya ini sangat dipengaruhi oleh norma sosial serta keinginan untuk menunjukkan status sosial.[4]
Dalam Hinduism, terdapat banyak ritual yang berkaitan dengan perayaan, tetapi vivaah (pernikahan) merupakan ritual pribadi paling kompleks yang dijalani seseorang sepanjang hidupnya.[5][6] Keluarga Hindu umumnya mencurahkan usaha dan sumber daya finansial yang besar untuk mempersiapkan dan merayakan pernikahan. Ritual dan proses pernikahan Hindu bervariasi tergantung pada wilayah di India, adaptasi lokal, sumber daya keluarga, serta preferensi kedua mempelai.
Meski demikian, terdapat beberapa ritual utama yang umum ditemukan dalam pernikahan Hindu, yaitu Kanyadaan, Panigrahana, dan Saptapadi. Kanyadaan adalah penyerahan putri oleh ayah kepada mempelai pria; Panigrahana adalah prosesi saling menggenggam tangan di dekat api sebagai simbol penyatuan; sedangkan Saptapadi adalah pengambilan tujuh langkah di sekitar api, di mana setiap langkah disertai janji bersama. Setelah langkah ketujuh dan pengucapan janji dalam Saptapadi, pasangan tersebut secara sah menjadi suami dan istri.[6][7][8]
Pernikahan Jainisme dan Buddhisme di India memiliki banyak kesamaan dengan pernikahan Hindu, tetapi tetap berpusat pada ajaran dan teks keagamaan masing-masing.[9][10]
Pernikahan Sikh di India dilangsungkan melalui upacara yang disebut Anand Karaj. Dalam upacara ini, pasangan berjalan mengelilingi kitab suci Guru Granth Sahib sebanyak empat kali, kemudian melaksanakan doa dan pujian Ardās.
Umat Islam di India merayakan pernikahan sesuai tradisi Islam, dengan ritual yang mencakup nikah, pembayaran mahar (mahr) oleh mempelai pria kepada mempelai perempuan, penandatanganan kontrak pernikahan, serta resepsi.[11]
Pernikahan Kristen di India mengikuti adat dan nilai-nilai Kristen. Di kalangan Protestan, terdapat ritual pertunangan yang melibatkan doa bagi pasangan serta pemberkatan cincin oleh pendeta. Di India Utara, sehari sebelum pernikahan sering diadakan upacara Haldi/Ubtan/Mayun, yaitu pengolesan pasta kunyit pada calon pengantin. Di kalangan Kristen Goa dan Kanara Selatan, terdapat upacara Roce, yaitu pengolesan pasta kelapa pada calon pengantin. Sementara itu, di kalangan Kristen Bombay India Timur, terdapat upacara Umbracho Pani, yaitu penggunaan air dari sumur untuk memandikan calon pengantin sehari sebelum pernikahan.[12] Pada hari pernikahan, pasangan bertemu di gereja di hadapan imam, dilakukan pembacaan ayat-ayat Alkitab, kemudian mereka mengucapkan janji pernikahan dan saling menukar cincin sebagai simbol kasih.[13]
Pernikahan lintas agama di India, khususnya antara umat Hindu dan Muslim, sering menghadapi pembatasan hukum di beberapa negara bagian, gangguan dari kelompok vigilante, serta kekhawatiran akan terjadinya kekerasan.
Pada masa lalu, usia pernikahan di India tergolong muda, sering kali pada masa kanak-kanak atau awal remaja.[14] Secara hukum, usia minimum pernikahan adalah 21 tahun bagi laki-laki dan 18 tahun bagi perempuan. Namun, usia rata-rata pernikahan bervariasi, dengan laki-laki umumnya menikah pada usia 23 hingga 28 tahun dan perempuan pada usia 20 hingga 25 tahun.
Pernikahan yang diatur telah lama menjadi norma dalam masyarakat India. Hingga saat ini, sebagian besar pernikahan masih direncanakan oleh orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua. Meskipun demikian, penelitian terbaru menunjukkan adanya pergeseran budaya menjauh dari praktik pernikahan yang sepenuhnya diatur.[15] Semakin sedikit pernikahan yang berlangsung tanpa persetujuan, dan mayoritas pernikahan yang diatur kini melibatkan persetujuan kedua mempelai.
Selain itu, persentase pernikahan yang diatur sendiri (dikenal sebagai pernikahan dengan cinta di India) juga meningkat pesat, terutama di wilayah perkotaan seperti Mumbai dan Delhi.[16]
Pernikahan merupakan industri besar di India. Menurut laporan KPMG pada 2017, industri pernikahan di India diperkirakan bernilai sekitar 40–50 miliar dolar AS.[17] Industri ini merupakan pasar pernikahan terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang bernilai sekitar 70 miliar dolar AS.[18]
Meskipun industri ini masih sangat tidak terorganisasi dan didominasi oleh usaha kecil dan menengah, terdapat pula perusahaan-perusahaan besar yang mulai memasuki sektor ini. Faktor utama pertumbuhan industri ini meliputi meningkatnya kelas menengah di India, pertumbuhan ekonomi yang pesat, serta penggunaan media sosial.[19]
Biaya pernikahan di India diperkirakan berkisar antara ₹500.000 hingga ₹50 juta (sekitar 6.700 hingga 674.000 dolar AS). Secara umum, masyarakat India cenderung menghabiskan hingga seperlima dari total kekayaan seumur hidup mereka untuk pernikahan.[20]
... It was widely expected that the custom of "arranged marriage," so called, would decline as India modernized and as an individualistic ethos took root ... vast majority (over 90%) of marriages in all communities ... surprisingly robust ...