Kekeristenan di India memiliki sejarah yang panjang dan Kekristenan merupakan agama terbesar ketiga di India. Berdasarkan sensus yang dilakukan pada tahun 2001, jumlah orang Kristen sekitar 24 juta jiwa, atau sekitar 2,3% dari keseluruhan penduduk India. Kekristenan pertama kali masuk ke wilayah India pada abad ke-16 dari Gereja Katolik Roma. Pada abad ke-19, setidaknya sudah ada 3 denominasi yang masuk ke dalam wilayah India, yakni Katolik yang masuk sebagai hasil penginjilan orang-orang Portugis pada abad ke-16, Kristen Siria, serta Gereja Protestan di India Selatan sebagai hasil penginjilan Ziegenbalg dan rekan-rekannya di bawah naungan misi Denmark. Hubungan antara kekristenan dengan kolonialisme tidak seiring, misalnya saja perusahaan Inggris, East India Company (EIC) yang seluruhnya bermotif ekonomi dan sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menyebarkan Injil. Misionaris yang datang pun hanya diberi tugas untuk melayani orang Eropa. Bahkan, EIC melarang dengan tegas penginjilan kepada orang-orang India karena dikhawatirkan dapat merusak perdagangan. Akan tetapi, golongan Evangelis di Inggris memberi tekanan pada EIC lewat parlemen di Inggris, sehingga beberapa kebijakan EIC mulai dilonggarkan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Jumlah populasi | |
|---|---|
| 24.080.016 (2001)[1] | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
| Terutama di Kerala, Tamil Nadu, bagian lain India Selatan, Goa, Nagaland 90%, Mizoram 87%, Meghalaya 71%, Manipur 40%, Tripura, Arunachal Pradesh | |
| Bahasa | |
| Malayalam, Tamil, Telugu, Konkani, Kannada, Inggris, Hindi dan berbagai bahasa India | |
| Agama | |
| Mayoritas Katolik Roma (Ritus Latin), Kristen Santo Tomas (Ritus Suriah Timur / Ritus Suriah Barat) dan beragam denominasi Protestan | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Nasrani, India Timur, Khasi, Mizo, Kuki, Naga, Anglo-India, Katolik Goa |
| Bagian dari seri |
| Kekristenan di India |
|---|
Kekeristenan di India memiliki sejarah yang panjang dan Kekristenan merupakan agama terbesar ketiga di India.[2] Berdasarkan sensus yang dilakukan pada tahun 2001, jumlah orang Kristen sekitar 24 juta jiwa, atau sekitar 2,3% dari keseluruhan penduduk India.[2] Kekristenan pertama kali masuk ke wilayah India pada abad ke-16 dari Gereja Katolik Roma.[3] Pada abad ke-19, setidaknya sudah ada 3 denominasi yang masuk ke dalam wilayah India, yakni Katolik yang masuk sebagai hasil penginjilan orang-orang Portugis pada abad ke-16 (berpusat di Goa dan Pantai Parava), Kristen Siria (berpusat di Kerala, India Selatan), serta Gereja Protestan di India Selatan sebagai hasil penginjilan Ziegenbalg dan rekan-rekannya di bawah naungan misi Denmark.[3] Hubungan antara kekristenan dengan kolonialisme tidak seiring, misalnya saja perusahaan Inggris, East India Company (EIC) yang seluruhnya bermotif ekonomi dan sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menyebarkan Injil.[3] Misionaris yang datang pun hanya diberi tugas untuk melayani orang Eropa.[3] Bahkan, EIC melarang dengan tegas penginjilan kepada orang-orang India karena dikhawatirkan dapat merusak perdagangan.[3] Akan tetapi, golongan Evangelis di Inggris memberi tekanan pada EIC lewat parlemen di Inggris, sehingga beberapa kebijakan EIC mulai dilonggarkan.[3]
Beberapa tokoh yang berjasa dalam penginjilan di India: