Permainan video kooperatif, adalah jenis permainan video yang memungkinkan pemain bekerja sama sebagai satu tim, biasanya untuk melawan musuh yang dikendalikan komputer. Permainan kooperatif dapat dimainkan secara lokal menggunakan satu atau beberapa pengontrol input atau melalui jaringan melalui jaringan area lokal, jaringan area luas, atau Internet.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Permainan video kooperatif (bahasa Inggris: Cooperative video gamescode: en is deprecated , sering disingkat co-op dalam bahasa Inggris), adalah jenis permainan video yang memungkinkan pemain bekerja sama sebagai satu tim, biasanya untuk melawan musuh yang dikendalikan komputer (''player versus environment'' atau PvE). Permainan kooperatif dapat dimainkan secara lokal menggunakan satu atau beberapa pengontrol input atau melalui jaringan melalui jaringan area lokal, jaringan area luas, atau Internet.
Permainan kooperatif telah memperoleh popularitas seiring berkembangnya teknologi pengontrol dan jaringan. Pada PC dan konsol, permainan kooperatif menjadi semakin umum, dan banyak genre permainan—termasuk permainan tembak-menembak, permainan olahraga, permainan strategi waktu nyata, dan permainan daring multipemain masif —menyertakan mode kooperatif.
Pada tahun 2025, permainan kooperatif (khususnya permainan non-MMO seperti Lethal Company, R.E.P.O. dan PEAK) memperoleh istilah slang yang merendahkan Friendslop, yang diciptakan bersamaan dengan istilah pelengkap "Friendfarming".
Permainan video kooperatif adalah permainan video yang memungkinkan pemain bekerja sama dengan rekan satu tim, biasanya melawan satu atau lebih lawan karakter non-pemain (PvE). Permainan video kooperatif sering disingkat menjadi "co-op" dalam bahasa Inggris. Permainan kooperatif dapat sepenuhnya kooperatif atau terbatas pada mode kooperatif.
Permainan kooperatif (co-op) semakin populer seiring berkembangnya teknologi kontrol dan jaringan.[1] Di komputer pribadi dan konsol, game co-op menjadi semakin umum, dan banyak genre—termasuk permainan tembak-menembak, game olahraga, strategi waktu nyata, serta permainan daring multipemain masif—memiliki mode co-op.
Permainan video pertama yang menampilkan permainan co-op muncul pada tahun 1973, yakni Pong Doubles dari Atari, versi tenis ganda dari game populer mereka Pong (1972).[2] Permainan co-op juga muncul dalam mesin koin Atari lainnya, Fire Truck (1978).[3]
Beberapa permainan mesin koin awal tahun 1980-an juga memungkinkan permainan co-op. Wizard of Wor menawarkan mode pemain tunggal, dua pemain kompetitif, dan dua pemain kooperatif,[4][5] sementara Joust dari Williams Electronics mendorong pemain untuk bergantian bersaing dan bekerja sama dengan sistem poin bonus untuk kerja sama di ronde tertentu dan bonus tambahan untuk menyerang pemain lain di ronde lainnya. Dua pemain juga dapat bermain bersama dalam Mario Bros. milik Nintendo—secara kompetitif atau kooperatif.
Permainan co-op menjadi populer di kalangan operator arcade karena berpotensi menghasilkan dua kali lipat pendapatan per sesi. Sistem drop-in/drop-out co-op diperkenalkan oleh Gauntlet (1985) yang hadir dalam versi dua dan empat pemain. Tren ini diikuti oleh Quartet (1986), Ikari Warriors (1986), dan Rampage (1986) yang menjadi mesin penghasil uang besar bagi operator Amerika.
Genre beat 'em up, seperti Double Dragon (1987), juga menjadi salah satu game paling sukses di akhir 1980-an. Elemen co-op sering kali melibatkan fitur "tembakan teman" (friendly fire) yang menambah dinamika permainan. Fitur ini menjadi ciri khas genre tersebut dan hadir dalam hit besar seperti Final Fight (1989), Teenage Mutant Ninja Turtles (1989), dan The Simpsons (1991). Versi rumahan dari game-game ini sering dikritik karena tidak memiliki mode co-op.
Tahun 1998 menghadirkan Time Crisis II, seri pertama yang menawarkan mode dua pemain di mana masing-masing dapat saling melindungi. Tahun 2009, Konami dan Activision merilis Guitar Hero Arcade, game ritme co-op yang memungkinkan dua pemain bekerja sama untuk menyelesaikan lagu pilihan mereka, atau bersaing dalam mode pertempuran untuk skor tertinggi.
Konsol generasi awal umumnya tidak menawarkan mode co-op karena keterbatasan teknis. Meski beberapa memiliki port dua kontroler, kebanyakan hanya menawarkan mode bergiliran, bukan permainan simultan.
Selama era awal ini, banyak permainan co-op seperti Double Dragon diporting ke sistem rumahan, tetapi fitur co-op-nya dihapus dan diganti dengan sistem bergiliran. Meski begitu, sekuel seperti Double Dragon II dan Double Dragon III tetap mempertahankan co-op. Seri orisinal seperti Streets of Rage dan River City Ransom juga menjadi populer.
Dalam genre run-and-gun, Contra versi NES lebih sukses dibanding versi arcade-nya. Game seperti Gunstar Heroes di Sega Genesis dan seri Metal Slug di Neo Geo juga mendapat sambutan positif.
Electronic Arts turut menghadirkan game olahraga co-op penting seperti Madden NFL (1990) dan NHL Hockey (1991), yang memungkinkan dua pemain melawan CPU.[6]
Karena belum adanya multiplayer daring, game RPG co-op di konsol lebih jarang dibanding di PC. Meski begitu, beberapa game seperti Dungeon Explorer (1989) di TurboGrafx-16 memungkinkan hingga lima pemain bermain bersamaan,[7] dan Secret of Mana (1993) di Super NES memungkinkan dua hingga tiga pemain ikut serta setelah karakter utama mendapatkan anggota timnya. Sistem drop-in/drop-out-nya menjadi inspirasi bagi game seperti Dungeon Siege III.[8]
Final Fantasy VI (1994) memiliki mode co-op bergantian, dan seri Tales dari Namco memungkinkan beberapa pemain mengontrol karakter berbeda dalam pertarungan real-time. Game seperti Baldur’s Gate: Dark Alliance juga membawa formula Diablo ke konsol dengan dua pemain kooperatif.
Dengan hadirnya Nintendo 64 (1996), empat port kontroler menjadi standar di konsol, diikuti oleh Dreamcast, GameCube, dan Xbox. Konsol generasi ketujuh dan kedelapan bahkan menambahkan kontroler nirkabel, menghapus batasan jumlah pemain lokal.
Peluncuran Doom (1993) menjadi terobosan besar dalam permainan jaringan: hingga empat pemain dapat bermain bersama melalui LAN. Game ini dirancang untuk pemain tunggal, tetapi disesuaikan agar tetap menantang bagi pemain tambahan. Sekuel seperti Doom II, Quake, dan Quake II juga mendukung co-op.[9]
Namun sejak awal 2000-an, banyak pengembang FPS mulai meninggalkan mode co-op untuk fokus pada kampanye pemain tunggal atau multiplayer kompetitif. Meski begitu, Killing Floor (2005) memperkenalkan mode bertahan hidup co-op berbasis gelombang musuh, yang kemudian dipopulerkan oleh mode “Horde” di Gears of War, diikuti oleh “Firefight” di Halo 3: ODST dan “Nazi Zombies” di Call of Duty: World at War. Tren ini berlanjut dengan seri Payday dan Destiny.
Sebagian besar RPG awal terinspirasi dari Dungeons & Dragons, namun teknologi waktu itu membatasi hanya untuk pemain tunggal. RPG pertama dengan fitur co-op adalah Bloodwych (1989), yang memungkinkan dua pemain bekerja sama melalui split screen.
Seiring kemajuan PC, RPG mulai mendukung kerja sama daring, misalnya Diablo (1996) dengan Battle.net, Baldur’s Gate (1998), dan Neverwinter Nights (2002) yang memungkinkan satu pemain menjadi Dungeon Master.
Game modern seperti World of Warcraft memadukan mode pemain tunggal dan tantangan besar yang hanya bisa diselesaikan dengan kerja sama intensif hingga 25 pemain dalam serangan (raid) atau 40 lawan 40 dalam pertempuran besar.