Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPerikanan laut dalam
Artikel Wikipedia

Perikanan laut dalam

Perikanan laut dalam merupakan jenis penangkapan ikan di laut lepas atau samudra yang biasanya dilakukan oleh nelayan modern atau perusahaan perikanan dengan peralatan canggih. Mereka biasanya pergi menangkap ikan dengan kapal pukat serta menggunakan alat penangkap ikan seperti pukat harimau. Jala ikan seperti pukat harimau mampu menjaring ikan dalam jumlah yang banyak, mulai dari ikan-ikan ukuran besar sampai ikan dengan ukuran yang kecil. Komoditas ikan yang menjadi andalan untuk ditangkap ialah tuna dan cakalang. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kawasan perikanan laut yang cukup potensial. Kawasan-kawasan tersebut yaitu sekitar Selat Malaka dengan pusat di daerah Bagan siapai-api di perairan laut ini banyak terdapat ikan terumbuk,sekitar perairan pantai utara Jawa di sekitar perairan ini banyak terdapat rumput laut dan agar-agar, Sulawesi Utara di perairan ini menghasilkan jenis ikan tuna dan cakalang, perairan Maluku sekitar Ambon terdapat jenis ikan cakakang dan rumput laut, sekitar Kepulauan Aru mengandung mutiara dan udang laut, serta sekitar Pulau Solor dan Alor. Perikanan laut dalam di Indonesia relative terabaikan karena kurangnya perhatian dan adanya kendala-kendala seperti keterbatasan tenaga peneliti, dana, peralatan dan fasilitas.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perikanan laut dalam
Penangkapan ikan di laut lepas merupakan bentuk penangkapan perikanan di laut dalam

Perikanan laut dalam merupakan jenis penangkapan ikan di laut lepas atau samudra yang biasanya dilakukan oleh nelayan modern atau perusahaan perikanan dengan peralatan canggih.[1] Mereka biasanya pergi menangkap ikan dengan kapal pukat serta menggunakan alat penangkap ikan seperti pukat harimau.[1] Jala ikan seperti pukat harimau mampu menjaring ikan dalam jumlah yang banyak, mulai dari ikan-ikan ukuran besar sampai ikan dengan ukuran yang kecil.[1] Komoditas ikan yang menjadi andalan untuk ditangkap ialah tuna dan cakalang.[1] Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kawasan perikanan laut yang cukup potensial.[1] Kawasan-kawasan tersebut yaitu sekitar Selat Malaka dengan pusat di daerah Bagan siapai-api di perairan laut ini banyak terdapat ikan terumbuk,sekitar perairan pantai utara Jawa di sekitar perairan ini banyak terdapat rumput laut dan agar-agar, Sulawesi Utara di perairan ini menghasilkan jenis ikan tuna dan cakalang, perairan Maluku sekitar Ambon terdapat jenis ikan cakakang dan rumput laut, sekitar Kepulauan Aru mengandung mutiara dan udang laut, serta sekitar Pulau Solor dan Alor.[1] Perikanan laut dalam di Indonesia relative terabaikan karena kurangnya perhatian dan adanya kendala-kendala seperti keterbatasan tenaga peneliti, dana, peralatan dan fasilitas.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Bambang Utoyo.Geografi. Penerbit:PT Setia Purna.80
  2. ↑ Mochtar Kusumaatmadja.2009.Masalah lebar laut territorial pada Konperensi2 Hukum Laut Djenewa. Penerbit:Departemen Kelautan Perikanan, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Pusat Riset Teknologi Kelautan.15


Ikon rintisan

Artikel bertopik perikanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Ikan dory

Mereka tinggal di dekat dasar laut, hidup di kedalaman 5 hingga 360 meter (16 hingga 1.200 ft). Mereka biasanya menyendiri. Ikan John Dory lebih banyak ditemukan

Perikanan laut

Perikanan laut merupakan usaha menangkap ikan di laut. Usaha itu dilakukan diperairan pantai atau di tengah laut. Para nelayan menangkap ikan di laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

badan kementerian di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026