Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perhimpunan Indonesia

Perhimpunan Hindia, dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI, adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908.

organisasi pelajar Indonesia di Belanda
Diperbarui 26 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perhimpunan Indonesia
Bendera Perhimpoenan Indonesia

Perhimpunan Hindia (Bahasa Belanda: Indische Vereeniging), dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI (Bahasa Belanda: Indonesische Vereeniging), adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908.

Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada Harahap dan R.M. Noto Soeroto .

Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah Indische Vereeniging memasuki kancah politik. Waktu itu pula Indische Vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik.

Perhimpunan Indonesia

Pertemuan Perhimpunan Indonesia, diperkirakan di Leiden, ca 1924–1927

Semula, gagasan nama Indonesisch (Indonesia) diperkenalkan sebagai pengganti Indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan Indonesiër (orang Indonesia)[1](Lihat: Sejarah nama Indonesia).

Pada periode pasca Perang Dunia I, Indische Vereeniging mulai mengalami proses politisasi secara bertahap. Salah satu tokoh penting dalam fase awal ini adalah Ahmad Subardjo, yang menjabat sebagai ketua organisasi pada periode 1919–1921. Dalam masa Kepemimpinannya, orientasi organisasi mulai bergeser dari perkumpulan mahasiswa yang bersifat sosial menjadi forum diskusi kebangsaan dan politik, dengan penekanan pada kesadaran nasional dan posisi Indonesia dalam konteks internasional.

Sejumlah kajian sejarah mencatat bahwa politisasi ini merupakan proses bertahap yang mendahului perubahan nama organisasi dan radikalisasi sikap politik pada pertengahan 1920-an.[2] [3]

Pada September 1922, saat pergantian ketua antara Dr. Soetomo dan Herman Kartawisastra organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Saat itu istilah "Indonesier" dan kata sifat "Indonesich" sudah tenar digunakan oleh para pemrakarsa Politik Etis. Para anggota PI juga memutuskan untuk menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra dengan Mohammad Hatta sebagai pengasuhnya. Majalah ini terbit dwibulanan, dengan 16 halaman dan biaya langganan seharga 2,5 gulden setahun. Penerbitan kembali Hindia Poetra ini menjadi sarana untuk menyebarkan ide-ide antikolonial. Dalam 2 edisi pertama, Hatta menyumbangkan tulisan kritik mengenai praktik sewa tanah industri gula Hindia Belanda yang merugikan petani.[4]

Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, PI mulai menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M. Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Hatta menjadi Voorzitter (Ketua) PI terlama yaitu sejak awal tahun 1926 hingga 1930, sebelumnya setiap ketua hanya menjabat selama setahun. Perhimpunan Indonesia kemudian menggalakkan secara terencana propaganda tentang Perhimpunan Indonesia ke luar negeri Belanda.

Tokoh-tokoh lain yang menjadi anggota organisasi ini antara lain: Achmad Soebardjo, Soekiman Wirjosandjojo, Arnold Mononutu, Mr. Dr. Mohamad Nazif, Prof Mr Sunario Sastrowardoyo, Sastromoeljono, Abdulmadjid Djojoadiningrat, Sutan Sjahrir, Soetomo, Ali Sastroamidjojo, Wreksodiningrat, Soedibjo Wirjowerdojo dll.

Akhir organisasi dan dikuasai komunis

Dipimpin Mohammad Hatta

Pengurus Perhimpoenan Indonesia. Kiri ke kanan: Gunawan Mangunkusumo, Mohammad Hatta, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, dan R.M. Sartono

Pada 1926, Mohammad Hatta diangkat menjadi ketua Perhimpunan Indonesia/Indische Vereeniging.[5] Di bawah kepemimpinannya, PI memperlihatkan perubahan. PI lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan nasional di Indonesia dengan memberikan banyak komentar di media massa di Indonesia.[6] Semaun dari PKI datang kepada Hatta sebagai pimpinan PI untuk menawarkan pimpinan pergerakan nasional secara umum kepada PI.[6] Stalin membatalkan keinginan Semaun dan sebelumnya Hatta memang belum bisa percaya pada PKI.[7]

Pada masa kepemimpinannya, majalah PI, yakni Indonesia Merdeka banyak disita pihak kepolisian, maka masuknya majalah ini dengan cara penyelundupan.[8]

Rujukan

  1. ↑ Revitalisasi Keindonesiaan[pranala nonaktif permanen], Kompas 28 Oktober 2005
  2. ↑ Kesadaran Nasional, Sebuah Otobiografi Ahmad Subardjo, bab XI, 1975.
  3. ↑ Stutje, Klaas. Behind the Banner of Unity. PhD Dissertation, University of Amsterdam, 2016
  4. ↑ Majalah Tempo, Edisi Khusus 80 Tahun Sumpah Pemuda, 27 Oktober 2008
  5. ↑ Noer 2012, hlm. 21.
  6. 1 2 Noer 2012, hlm. 19.
  7. ↑ Noer 2012, hlm. 19-20.
  8. ↑ Noer 2012, hlm. 23-24.

Bacaan

  • Noer, Deliar (2012). Jaap Erkelens (ed.). Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN ISBN 978-979-709-633-5. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Kemandirian, Dasar Martabat Bangsa Diarsipkan 2007-08-17 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Perhimpunan Indonesia
  2. Akhir organisasi dan dikuasai komunis
  3. Dipimpin Mohammad Hatta
  4. Rujukan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Perhimpunan Pelajar Indonesia

Perhimpunan Pelajar Indonesia, disingkat PPI adalah organisasi yang beranggotakan para pelajar dari Indonesia yang sedang belajar di luar negara Indonesia. Anggota

Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia

organisasi yang terlibat dalam Sumpah Pemuda 1928

Pelajar Islam Indonesia

Pelajar Islam Indonesia adalah organisasi massa Pelajar Islam tertua di Indonesia yang bergerak di bidang kepelajaran dan pengkaderan yang bertujuan terciptanya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026