Peraturan Registrasi, Evaluasi, Otorisasi, dan Pembatasan Bahan Kimia Uni Eropa (REACH) adalah sebuah peraturan Uni Eropa yang diadopsi pada 18 Desember 2006 dan mulai berlaku pada 1 Juni 2007. Dengan naskah asli yang terdiri dari 849 halaman dan melalui proses legislasi selama tujuh tahun, REACH sering digambarkan sebagai legislasi paling kompleks, ambisius, dan berpengaruh dalam sejarah Uni Eropa. Peraturan ini secara fundamental merombak manajemen bahan kimia di Eropa dengan tujuan utama untuk memastikan tingkat perlindungan yang tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan kimia. Di samping tujuan protektif tersebut, regulasi ini juga dirancang untuk meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi dalam industri kimia di Uni Eropa. Prinsip sentral yang mendasari REACH adalah pembalikan beban pembuktian, sebuah pergeseran paradigma yang diringkas dalam slogan No Data, No Market. Berdasarkan prinsip ini, tanggung jawab untuk membuktikan keamanan suatu zat tidak lagi berada pada otoritas publik, melainkan pada pelaku industri itu sendiri, termasuk produsen dan importir. Mereka diwajibkan untuk mengumpulkan data, melakukan penilaian risiko, dan mendemonstrasikan bahwa zat kimia yang mereka tempatkan di pasar dapat digunakan secara aman. Setiap zat yang diproduksi atau diimpor ke Wilayah Ekonomi Eropa dalam volume satu ton atau lebih per tahun harus didaftarkan ke Badan Kimia Eropa (ECHA), sebuah badan desentralisasi UE yang didirikan khusus oleh REACH dan berkedudukan di Helsinki, Finlandia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |
Kantor pusat Badan Kimia Eropa (ECHA) di Helsinki, Finlandia, lembaga yang bertanggung jawab atas implementasi REACH. | |
| Nama Resmi | Peraturan (EC) No 1907/2006 tentang Registrasi, Evaluasi, Otorisasi, dan Pembatasan Bahan Kimia |
|---|---|
| Diadopsi oleh | Parlemen Eropa Dewan Uni Eropa |
| Linimasa Legislatif | |
| Diusulkan Komisi | 29 Oktober 2003 |
| Disetujui Parlemen | 13 Desember 2006 |
| Berlaku Efektif | 1 Juni 2007 |
| Pilar Utama | |
| Proses Inti |
|
| Prinsip Kunci | No Data, No Market (Tidak ada data, tidak ada pasar) |
| Badan Pelaksana | |
| Lembaga Utama | |
| Basis Data Publik | ECHA Dissemination Portal (Basis data informasi zat kimia terbesar di dunia) |
Peraturan Registrasi, Evaluasi, Otorisasi, dan Pembatasan Bahan Kimia Uni Eropa (REACH) adalah sebuah peraturan Uni Eropa yang diadopsi pada 18 Desember 2006 dan mulai berlaku pada 1 Juni 2007.[1] Dengan naskah asli yang terdiri dari 849 halaman dan melalui proses legislasi selama tujuh tahun, REACH sering digambarkan sebagai legislasi paling kompleks, ambisius, dan berpengaruh dalam sejarah Uni Eropa. Peraturan ini secara fundamental merombak manajemen bahan kimia di Eropa dengan tujuan utama untuk memastikan tingkat perlindungan yang tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan kimia.[2] Di samping tujuan protektif tersebut, regulasi ini juga dirancang untuk meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi dalam industri kimia di Uni Eropa.[3] Prinsip sentral yang mendasari REACH adalah pembalikan beban pembuktian (reversal of the burden of proof), sebuah pergeseran paradigma yang diringkas dalam slogan No Data, No Market (Tidak Ada Data, Tidak Ada Pasar).[2] Berdasarkan prinsip ini, tanggung jawab untuk membuktikan keamanan suatu zat tidak lagi berada pada otoritas publik, melainkan pada pelaku industri itu sendiri, termasuk produsen dan importir. Mereka diwajibkan untuk mengumpulkan data, melakukan penilaian risiko, dan mendemonstrasikan bahwa zat kimia yang mereka tempatkan di pasar dapat digunakan secara aman. Setiap zat yang diproduksi atau diimpor ke Wilayah Ekonomi Eropa dalam volume satu ton atau lebih per tahun harus didaftarkan ke Badan Kimia Eropa (ECHA), sebuah badan desentralisasi UE yang didirikan khusus oleh REACH dan berkedudukan di Helsinki, Finlandia.[3]

Kelahiran REACH merupakan respons terhadap kelemahan-kelemahan yang telah teridentifikasi selama puluhan tahun dalam sistem regulasi kimia Eropa sebelumnya. Sistem lama dianggap terfragmentasi, reaktif, dan tidak memadai untuk melindungi kesehatan publik dan lingkungan dari puluhan ribu bahan kimia yang beredar di pasar.[4]
Sebelum 1 Juni 2007, lanskap regulasi kimia UE terbagi dua secara tajam. Zat kimia yang dipasarkan setelah September 1981, yang dikenal sebagai "zat baru", tunduk pada persyaratan pengujian dan notifikasi yang ketat di bawah Directive 67/548/EEC. Sebaliknya, sekitar 100.106 zat yang sudah ada di pasar sebelum 1981, yang dikenal sebagai "zat yang ada" (existing substances) dan terdaftar dalam European Inventory of Existing Commercial Chemical Substances (EINECS), diatur oleh Council Regulation (EEC) 793/93 yang jauh lebih longgar.[4] Sistem ganda ini menciptakan beberapa masalah serius dan sistemik:
Pada Februari 2001, Komisi Eropa menerbitkan sebuah Buku Putih berjudul "Strategi untuk Kebijakan Bahan Kimia Masa Depan," yang meletakkan dasar untuk apa yang akan menjadi REACH.[4] Proposal ini memicu salah satu pertempuran lobi paling intens dan mahal dalam sejarah UE. Diperkirakan biaya kepatuhan bisa mencapai sekitar €5 miliar selama 11 tahun, sementara manfaat kesehatan yang diharapkan bisa menghemat miliaran euro dalam biaya perawatan kesehatan.[4] Di satu sisi, koalisi industri kimia yang dipimpin oleh Dewan Industri Kimia Eropa (CEFIC) melancarkan kampanye besar-besaran, berargumen bahwa proposal tersebut akan merusak daya saing global.[6] Di sisi lain, sebuah aliansi yang kuat dari organisasi lingkungan dan serikat pekerja berkampanye untuk regulasi yang lebih kuat, menuntut penerapan prinsip kehati-hatian. Setelah lebih dari lima tahun negosiasi yang alot dan ribuan amendemen, versi final REACH akhirnya disetujui pada akhir tahun 2006.[4]
REACH akan memimpin pada substitusi zat yang paling berbahaya dengan alternatif yang lebih aman. Ini baik untuk lingkungan, baik untuk kesehatan, baik untuk inovasi, dan baik untuk ekonomi.
— Margot Wallström, Komisioner Lingkungan UE (1999-2004), dikutip dalam artikel oleh Holger Breithaupt[7]
REACH memiliki cakupan yang sangat luas dan memengaruhi berbagai aktor di sepanjang rantai pasok.[2]
REACH tidak hanya berlaku untuk zat kimia dalam bentuk murninya, tetapi juga:
Beberapa zat dikecualikan dari sebagian atau seluruh kewajiban REACH, seperti zat radioaktif, zat di bawah pengawasan pabean, limbah, dan zat yang sudah diatur secara memadai oleh legislasi lain (misalnya, obat-obatan untuk manusia dan hewan, bahan makanan).[3]
Kewajiban di bawah REACH bergantung pada peran perusahaan dalam rantai pasokan:

Ini adalah fondasi dari REACH. Perusahaan yang memproduksi atau mengimpor zat dalam jumlah di atas satu ton per tahun harus menyerahkan dossier teknis ke ECHA.[8] Batas waktu registrasi dibagi menjadi tiga fase: 2010 (>1000 ton/tahun), 2013 (100-1000 ton/tahun), dan 2018 (1-100 ton/tahun).[2]
Setelah registrasi, ECHA dan negara-negara anggota dapat mengevaluasi informasi yang diserahkan.[8]
Proses ini bertujuan untuk mengelola risiko dari zat berisiko sangat tinggi (Substances of Very High Concern/SVHC) dan secara bertahap menggantikannya.[10]
Pembatasan adalah jaring pengaman REACH untuk mengatasi risiko yang tidak dapat diterima.[10] Ini adalah mekanisme untuk membatasi atau melarang pembuatan, penempatan di pasar, atau penggunaan suatu zat. Semua pembatasan yang berlaku tercantum dalam Lampiran XVII REACH.[10]
Debat mengenai analisis biaya-manfaat REACH telah menjadi pusat kontroversi sejak awal. Biaya kepatuhan langsung bagi industri untuk dua tenggat pendaftaran pertama diperkirakan mencapai €2,3-€2,6 miliar.[11] Namun, di sisi lain, manfaat yang diantisipasi dalam bentuk pencegahan penyakit dan kerusakan lingkungan diperkirakan mencapai €100 miliar selama 25-30 tahun.[11] Sebuah laporan ECHA menemukan bahwa untuk 20 zat yang memerlukan otorisasi saja, manfaat dari regulasi ini 15 kali lebih besar dari biayanya.[12] Keseimbangan ini sulit diukur karena biaya bagi industri bersifat langsung dan nyata, sementara manfaat kesehatan bersifat jangka panjang dan tersebar luas.[11]
Efek riak dari REACH terasa kuat di seluruh dunia. Karena UE adalah salah satu pasar terbesar, perusahaan global yang ingin mengekspor ke sana harus mematuhi standar REACH, menjadikannya sebuah regulasi global de facto, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Efek Brussels.[13][14] Bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, ini menghadirkan tantangan dan peluang.
Salah satu aspek revolusioner dari REACH adalah pemberdayaan konsumen melalui "Hak untuk Tahu" (Right to Know). Pasal 33(2) dari regulasi ini memberikan hak kepada setiap konsumen di UE untuk bertanya kepada pemasok artikel (produk jadi) apakah produk tersebut mengandung Zat yang Sangat Mengkhawatirkan (SVHC) di atas konsentrasi 0,1% dari beratnya.[17]
"}},"i":0}}]}' id="mwAUk"/>Pemasok artikel harus memberikan informasi ini secara gratis dalam waktu 45 hari sejak permintaan diterima. Informasi minimal yang harus diberikan adalah nama zat SVHC tersebut.
— Pasal 33(2) Regulasi REACH[17]
Hak ini bertujuan untuk menciptakan transparansi total di sepanjang rantai pasokan dan memungkinkan konsumen membuat pilihan yang lebih terinformasi. Aplikasi seperti Scan4Chem, yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga pemerintah dan LSM di seluruh Eropa, memungkinkan konsumen untuk memindai kode batang produk dan secara otomatis mengirimkan permintaan informasi SVHC kepada produsen. Mekanisme ini secara bertahap meningkatkan tekanan pasar terhadap produsen untuk mengganti SVHC dengan alternatif yang lebih aman, bahkan sebelum tindakan regulasi yang lebih ketat seperti otorisasi atau pembatasan diberlakukan.[18]
| Karakteristik | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Fokus Utama | Registrasi komprehensif semua zat >1 ton/tahun. Prinsip kehati-hatian.[19] | Fokus pada notifikasi zat baru yang tidak ada dalam Inventory of Existing Chemical Substances in China (IECSC).[20] | Mengadopsi model REACH, mewajibkan pra-registrasi dan registrasi penuh zat yang ada dan baru.[20] | Fokus pada pengendalian bahaya zat baru dan pemantauan zat yang ada berdasarkan sifatnya (misal: sulit terurai).[19] | Pengelolaan risiko zat dalam Domestic Substances List (DSL) berdasarkan penilaian risiko.[19] | Adaptasi langsung dari REACH Uni Eropa, dengan proses dan tenggat waktu yang serupa.[21] |
| Beban Pembuktian | Industri[19] | Industri (untuk zat baru)[20] | Industri[20] | Industri (untuk zat baru), Pemerintah (untuk zat yang ada)[19] | Pemerintah (berdasarkan data industri)[19] | Industri[21] |
Meskipun tujuannya progresif, implementasi REACH diwarnai oleh berbagai kritik dan kontroversi.