Pengkhotbah 8 adalah pasal kedelapan Kitab Pengkhotbah dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Secara tradisional diyakini digubah oleh raja Salomo, putra raja Daud.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pengkhotbah 8 | |
|---|---|
"Lima Gulungan" (Megilloth) lengkap pada Kodeks Leningrad (1008 Masehi), dengan urutan: Rut, Kidung Agung, Pengkhotbah, Ratapan dan Ester. | |
| Kitab | Kitab Pengkhotbah |
| Kategori | Ketuvim |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 21 |
Pengkhotbah 8 (disingkat Pkh 8) adalah pasal kedelapan Kitab Pengkhotbah dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Secara tradisional diyakini digubah oleh raja Salomo, putra raja Daud.[1][2][3]
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:
Di dalam dunia sering kali kelihatan seakan-akan kejahatan menang dan orang berdosa lolos dari hukuman (bandingkan Mazmur 73:1–28). Namun Allah memastikan kita bahwa pada akhirnya Dia akan menghukum pembuat kejahatan sesuai dengan perbuatan mereka.[5]
Salomo menyadari bahwa betapapun bijaksana kita, dengan hikmat kita sendiri kita tidak bisa menerangkan segala yang telah dilakukan Allah atau cara-cara pemeliharaan-Nya. Seperti halnya Ayub, kita tidak perlu mengetahui segala alasan; yang kita perlukan hanyalah mengandalkan Tuhan dan percaya bahwa Dia melakukan segala sesuatu dengan baik. Jikalau kita anak-anak-Nya, kita berada dalam tangan-Nya (Pengkhotbah 9:1).[5]