Pada siang hari 3 Februari 2026, terjadi aksi pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, saat jam istirahat sekitar pukul 10.40 WIB. Aksi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa; hanya satu orang mengalami luka ringan akibat pecahan atau serpihan saat ledakan. Terduga pelaku merupakan siswa kelas 9 dari sekolah tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pengeboman SMP Negeri 3 Sungai Raya | |
|---|---|
| Lokasi | SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat |
| Tanggal | 3 Februari 2026 10.40 (WIB) |
Jenis serangan | Pengeboman, Pembakaran. |
| Senjata | |
| Tewas | 0 |
| Luka | 1 |
Jml. pelaku | 1 |
| Motif | Sedang dalam investigasi
Kemungkinan:
|
| Terduga | Siswa Berusia 15 Tahun |
Pada siang hari 3 Februari 2026, terjadi aksi pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, saat jam istirahat sekitar pukul 10.40 WIB.[1] Aksi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa; hanya satu orang mengalami luka ringan akibat pecahan atau serpihan saat ledakan. Terduga pelaku merupakan siswa kelas 9 dari sekolah tersebut.
Di saat jam istirahat sekolah berlangsung di mana para siswa sedang menyantap makan bergizi gratis, seorang siswa kelas 9 membawa dan melempar bom molotov rakitan ke lingkungan sekolah.[2] Bom rakitan itu berupa botol berisi bahan bakar dengan sumbu kain, dan saat dilempar sempat menimbulkan percikan api serta kepulan asap, disertai ledakan sejumlah petasan yang juga diaktifkan di lokasi tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun satu siswa mengalami luka ringan akibat percikan atau serpihan selama kejadian.[2][3]
Pihak sekolah dan warga sekitar segera melakukan penanganan awal sehingga api tidak menyebar ke bangunan utama sekolah, sementara kepolisian tiba di lokasi, memasang garis polisi, serta mengamankan terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.[4] Setelah kejadian, Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama aparat terkait menemukan enam botol bom molotov tambahan serta barang bukti lain seperti lima gas portabel dengan petasan, paku, dan pisau.[3] Pengebom dilaporkan menjadi gila setelah aksinya.[5]
Terduga pelaku merupakan siswa kelas 9 dari sekolah tersebut, terduga pelaku memiliki hobi bermain gim tembak-tembakan dan bercita-cita menjadi mekanik.[6] Polisi telah mengamankan pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polres Kubu Raya.[2] Dari hasil pendalaman awal aparat, pelaku terpapar konten kekerasan melalui sebuah komunitas daring bernama "True Crime Community" (TCC), serta sedang ditelusuri dugaan hubungan antara perilaku tersebut dengan tekanan psikologis termasuk pengalaman perundungan; penyidik masih mendalami latar belakang dan motif lengkapnya.[7]
Dalam keseharian di sekolah, terduga pelaku berperilaku sebagaimana pelajar pada umumnya. Namun, ia diduga mengalami tekanan psikologis akibat sejumlah persoalan yang kemungkinan berkaitan dengan tindakan yang dilakukannya. Sebelumnya, terduga pelaku sempat berada dalam pemantauan pihak kepolisian, tetapi pengawasan tersebut tidak lagi dilakukan secara intensif seiring munculnya permasalahan di lingkungan keluarga.[8]
Ia membawa tas di mana di ranselnya, terdapat berbagai simbol, numerologi (kemungkinan jumlah pembunuhan dari berbagai peristiwa pembunuhan massal), sigil, dan nama-nama penyerang sekolah sebelumnya seperti Adam Lanza, Seung Hui Co, Salvador Rolando Ramos, dan Timur Bekmansurov, pembunuh incel-misoginis Elliot Rodger, penyerang Las Vegas Stephen Paddock, dan penembak masjd Christchurch Brenton Tarrant.[9]
Selain nama-nama tersebut, terdapat pula tulisan lain, yakni #ZeroDay dan TCC. Zero Day merujuk pada film yang mengangkat tema penembakan di sekolah, sedangkan TCC merupakan singkatan dari True Crime Community, yaitu komunitas daring yang dikaitkan dengan penyebaran konten kekerasan dan ekstremisme.[9]