Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTeori pengaruh moral mengenai pendamaian
Artikel Wikipedia

Teori pengaruh moral mengenai pendamaian

Teori pengaruh moral ini dipelopori oleh Petrus Abelardus (1079-1142). Melaluiteori ini, Abelardus menegaskan bahwa penyaliban Yesus adalah bukti bahwa kasih Allah mengundang manusia untuk berubah dari kehidupan penuh dosa dan ketakutan menuju sebuah kehidupan penuh kasih. Kehidupan dan kematian Yesus pun menjadi teladan moral bagi manusia. Teori ini bertujuan untuk menentang teori Kristus Pemenang. Konsep pendamaian yang terjadi melalui Salib Kristus tidak ditujukan kepada setan, melainkan kepada manusia. Hal ini bertentangan dengan teori Christus Victor, di mana Yesus menang melawan setan. Pengaruh moral ini merupakan salah satu teori pendamaian (Atonement). Pada masa itu, terjadi perdebatan pendapat tentang makna penebusan yang dilakukan oleh Yesus. Ada yang melihat bahwa penebusan yang dilakukan Yesus sebagai kekerasan yang dilakukan oleh Allah. Pada pandangan ini, Yesus dijadikan kurban untuk menebus umat manusia. Ada pula yang melihat bahwa Yesus yang mati itu hanya sebagai tipuan. Model penebusan ini mengarah kepada model Kristus Pemenang. Model Kristus Pemenang ini disebut juga Teori Penebusan (Ransom Theory). Teori ini disuarakan oleh Irenaeus. Namun, satu hal yang tetap dari perdebatan itu, bahwa Yesus yang disalib tetap dilihat sebagai keselamatan untuk umat manusia. Salib dipandang sebagai jalan keselamatan. Salib menjadi dasar dari model-model penebusan yang ada. Istilah penebusan ini juga dikenal dalam bahasa Ibrani Yom Kippur.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori pengaruh moral mengenai pendamaian
Bagian dari seri tentang
Pendamaian dalam
Kekristenan
Paradigma klasik
  • Tebusan
    • Patristik
  • Christus Victor
    • abad ke-20
  • Rekapitulasi
    • Patristik
Paradigma objektif
  • Pemenuhan
    • Skolastik
    • Anselmian
  • Penggantian hukuman
    • Skolastik
    • Reformed
    • Arminian
  • Pemerintahan
    • Arminian
Paradigma subjektif
  • Pengaruh moral
    • Campuran
  • Teladan moral
    • Socinian
Jenis
  • Terbatas
    • Skolastik
    • Reformed
  • Tidak terbatas
    • Amyraldisme
    • Arminianisme
Lihat pula
Universalisme Kristen
  • l
  • b
  • s

Teori pengaruh moral (bahasa Inggris: moral influencecode: en is deprecated ) ini dipelopori oleh Petrus Abelardus (1079-1142).[1] Melaluiteori ini, Abelardus menegaskan bahwa penyaliban Yesus adalah bukti bahwa kasih Allah mengundang manusia untuk berubah dari kehidupan penuh dosa dan ketakutan menuju sebuah kehidupan penuh kasih.[2] Kehidupan dan kematian Yesus pun menjadi teladan moral bagi manusia.[2] Teori ini bertujuan untuk menentang teori Kristus Pemenang.[2] Konsep pendamaian yang terjadi melalui Salib Kristus tidak ditujukan kepada setan, melainkan kepada manusia.[3] Hal ini bertentangan dengan teori Christus Victor, di mana Yesus menang melawan setan.[4] Pengaruh moral ini merupakan salah satu teori pendamaian (Atonement).[5] Pada masa itu, terjadi perdebatan pendapat tentang makna penebusan yang dilakukan oleh Yesus.[4] Ada yang melihat bahwa penebusan yang dilakukan Yesus sebagai kekerasan yang dilakukan oleh Allah.[3] Pada pandangan ini, Yesus dijadikan kurban untuk menebus umat manusia.[3] Ada pula yang melihat bahwa Yesus yang mati itu hanya sebagai tipuan.[3] Model penebusan ini mengarah kepada model Kristus Pemenang.[6] Model Kristus Pemenang ini disebut juga Teori Penebusan (Ransom Theory).[6] Teori ini disuarakan oleh Irenaeus.[6] Namun, satu hal yang tetap dari perdebatan itu, bahwa Yesus yang disalib tetap dilihat sebagai keselamatan untuk umat manusia.[6] Salib dipandang sebagai jalan keselamatan (soteriologi salib).[6] Salib menjadi dasar dari model-model penebusan yang ada.[6] Istilah penebusan ini juga dikenal dalam bahasa Ibrani Yom Kippur.[7]

Lihat pula

  • Pendamaian dalam Kekristenan
  • Pendamaian pengganti

Pranala luar

  • "Historical Theories of Atonement" Theopedia gives a brief and fair treatment of the historical and modern theories of atonement.
  • "The Moral Theory of Atonement" Diarsipkan 2011-05-20 di Wayback Machine. Website giving a positive explanation of this perspective.
  • "The Moral Theory" section III.9.3 from Charles Hodge's Systematic Theology, describing the view and arguing against it.

Referensi

  1. ↑ edit. Rosemary Goring.1995.Dictionary of Beliefs and Religions.Great Britain.Word Reference.44.
  2. 1 2 3 Joas Adiprasetya.2010.Berdamai Dengan Salib: Membedah Ioanes Rakhmat dan Menyapa Umat.Jakarta.Grafika KreasIndo dan UPI STT Jakarta.39-42.
  3. 1 2 3 4 Rita Nakasima Brock dan Rebecca Ann Parker.2008.Saving Paradise: How Christianity traded love of this world for crucifixio and empire.Boston.Beacon Press.295.
  4. 1 2 Anthony Meredith.1999.Gregory of Nyssa: The Early Chruch Fathers.London & New York.Routledge.79-82.
  5. ↑ Ron Geaves.2001.Continuum Glossary of Religious Term.London & New York.Continuum.40.
  6. 1 2 3 4 5 6 J. F. Bethune-Baker.1865.An introduction to the early history of Christian doctrine to the time of the Council of Chalcedon.London.Longman.
  7. ↑ edit. Shailer Mathews and Gerald Birney.1973.A Dictionary of Religion And Ethics.London.Waverley Book Company.34-36.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Pranala luar
  3. Referensi

Artikel Terkait

Teori pemenuhan mengenai pendamaian

pengajaran Kristen mengenai pendamaian

Teori pemerintahan mengenai pendamaian

Teori pemerintahan mengenai pendamaian (juga dikenal sebagai teori rektoral, atau teori pemerintahan moral) adalah doktrin dalam teologi Kristen mengenai

Teori tebusan mengenai pendamaian

Teori tebusan mengenai pendamaian adalah sebuah teori pendamaian dalam teologi Kristen yang mengajarkan bahwa kematian Yesus Kristus merupakan sebuah kurban

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026