Pemerintahan Kota Probolinggo atau disingkat Pemkot Probolinggo, merupakan bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia, yang menganut sistem desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekonsentrasi dalam mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi daerah serta menjalankan otonomi seluas-luasnya dan tugas pembantuan di Kota Probolinggo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pemerintah Provinsi Jawa TimurPemerintah Kota Probolinggo(Pemkot Probolinggo) | |
|---|---|
Lambang Kota Probolinggo | |
Potret dari udara Kota Probolinggo menampilkan lanskap perkotaan yang berpadu dengan kawasan pesisir utara Jawa Timur | |
| Dasar hukum | |
| UU No. 16 Tahun 1950 | |
| Kepala daerah | |
| Wali kota | Aminuddin |
| Wakil wali kota | Ina Dwi Lestari |
| Dewan perwakilan rakyat daerah | |
| Ketua | Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani |
| Wakil ketua | - Abdul Mujib - Santi Wilujeng Prastyani |
| Perangkat daerah | |
| Sekretariat daerah | Ninik Ira Wibawati (Sekretaris Daerah) |
| Sekretariat DPRD | Teguh Bagus Sujawanto (Sekretaris DPRD) |
| Inspektorat | Puji Prastowo (Inspektur) |
| Jumlah dinas | 18 |
| Jumlah badan | 6 |
| Pembagian administratif | |
| Jumlah kecamatan | 5 |
| Jumlah kelurahan | 29 |
| Anggaran pendapatan dan belanja daerah | |
| 981,877 + 242,540 miliar PAD (2025) | |
| Situs resmi | |
| probolinggokota | |
Pemerintahan Kota Probolinggo (Dialek Arekan: Pamaréntahan Kuto Probolinggo; Dialek Madura: Pamaréntahan Kota Probolinggo) atau disingkat Pemkot Probolinggo, merupakan bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia, yang menganut sistem desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekonsentrasi dalam mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi daerah serta menjalankan otonomi seluas-luasnya dan tugas pembantuan di Kota Probolinggo.
Pemerintahan Kota Probolinggo dipimpin oleh seorang Wali Kota dan didampingi oleh seorang Wakil Wali Kota, yang dipilih secara demokratis berdasarkan UUD 1945. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kota Probolinggo terdiri atas Wali Kota dan perangkat daerah, serta bekerja bersama DPRD Kota Probolinggo sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
Sejarah Kota Probolinggo bermula pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Wilayah yang kini menjadi Kota Probolinggo pada masa itu dikenal dengan nama Banger, yang diambil dari nama Sungai Banger. Daerah ini tercatat dalam kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca sebagai salah satu wilayah pesisir timur Jawa yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.
Banger berkembang sebagai sebuah pakuwon yang dipimpin oleh seorang akuwu. Dalam perjalanan sejarahnya, wilayah ini juga berkaitan dengan konflik pada masa pemerintahan Bre Wirabumi dari Blambangan, yang dikenal dalam sejarah sebagai bagian dari Perang Paregreg.[1]
Pada pertengahan abad ke-18, wilayah Banger berada di bawah kekuasaan VOC setelah penyerahan wilayah pesisir Jawa Timur dari Kesultanan Mataram kepada Belanda sekitar tahun 1743. Pada tahun 1746, VOC mengangkat Kyai Djojolelono sebagai bupati pertama di wilayah tersebut dengan gelar Tumenggung.
Nama Banger kemudian diubah menjadi Probolinggo pada tahun 1770 oleh Raden Tumenggung Djojonegoro. Nama Probolinggo berasal dari kata probo yang berarti sinar dan linggo yang berarti tugu atau tongkat, yang secara filosofis dimaknai sebagai sinar harapan atau penunjuk arah. Pada tanggal 1 Juli 1918, pemerintah kolonial Hindia Belanda menetapkan Probolinggo sebagai sebuah gemeente (kotapraja), yang memberikan kewenangan administratif yang lebih luas.[2]
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Kota Probolinggo menjadi bagian dari wilayah administratif Provinsi Jawa Timur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Status Kota Probolinggo sebagai daerah otonom diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang pembentukan daerah-daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Pada masa pascakemerdekaan hingga era modern, Kota Probolinggo berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di wilayah pesisir utara Jawa Timur. Pembangunan infrastruktur perkotaan dan pelayanan publik terus dilakukan seiring dengan penerapan otonomi daerah sejak awal tahun 2000-an.[3]
Secara administratif, pemerintahan Kota Probolinggo dipimpin oleh seorang wali kota dan dibantu oleh seorang wakil wali kota. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, wali kota dibantu oleh perangkat daerah yang meliputi sekretariat daerah, sekretariat DPRD, staf ahli, dinas-dinas teknis, badan-badan daerah, serta inspektorat. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo bertugas mendukung pelaksanaan urusan pemerintahan daerah sesuai dengan prinsip otonomi daerah.
Wilayah administratif Kota Probolinggo terbagi ke dalam beberapa kecamatan dan kelurahan yang masing-masing dipimpin oleh seorang camat dan lurah. Pemerintah Kota Probolinggo juga bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat kota yang terdiri atas Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dandim 0820/Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Sekda, unsur Kejaksaan, Pengadilan serta Kemenag Kota, Bea Cukai Daerah, dan lainnya yang membantu.
Sejak diberlakukannya pemilihan kepala daerah secara langsung, wali kota dan wakil wali kota dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum daerah. Wali Kota Probolinggo saat ini adalah dr. H. Aminuddin, Sp.Og., Subsp.K.Obginsos., M.Kes. yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari, S.A.P., M.M.. Pasangan ini terpilih dalam Pemilihan umum Wali Kota Probolinggo 2024 dan mulai menjabat pada 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030.
Berikut ini adalah daftar pejabat Wali Kota Probolinggo dari masa ke masa.
| No. | Potret | Wali Kota[4] | Awal menjabat | Akhir menjabat | Prd. | Lama jabatan | Ket. | Wakil Wali Kota | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Selama Periode Hindia Belanda (1929-1942) | |||||||||
| 1 | ![]() |
Ferdinand Edmond Meijer | 1929 | 1937 | 1 | 7–8 tahun | — | ||
| 2 | L.A. de Graaff | 1937 | 1940 | 2 | 3–4 tahun | ||||
| 3 | L. Noë | 1940 | 1942 | 3 | 2–3 tahun | ||||
| Periode Penjajahan Jepang (1942-1945) | |||||||||
| 4 | R. Soedono | 1943 | 1945 | 4 | 2–3 tahun | — | |||
| Periode Republik Indonesia (1945-sekarang) | |||||||||
| 5 | Gatot | 1950 | 1959 | 5 | 9 tahun | — | |||
| 6 | ![]() |
Nurudin Madhar Iljas | 1959 | 1961 | 6 | 2–3 tahun | |||
| 7 | ![]() |
Soendaroe Prawiro Adiredjo | 1961 | 1965 | 7 | 4 tahun | |||
| 8 | ![]() |
Sawal Sastrosoemarto | 1965 | 1966 | 8 | 1 tahun | |||
| 9 | ![]() |
M. Soeparto | 1966 | 1967 | 9 | 1 tahun | |||
| 10 | ![]() |
Asdiroen Wirjokoesoemo | 1967 | 1968 | 10 | 1 tahun | |||
| 11 | ![]() |
Soenarto S. | 1968 | 1970 | 11 | 2 tahun | |||
| 12 | ![]() |
Harto Harjono | 1970 | 1980 | 12 | 10 tahun | |||
| 13 | |||||||||
| 13 | ![]() |
Soesanto Hariasmoro | 1980 | 1981 | 14 | 1 tahun | |||
| 14 | ![]() |
R. Djoewito Moeljodisastro | 1981 | 1985 | 9 tahun | ||||
| 15 | ![]() |
Latief Anwar | 1985 | 1990 | 15 | 5 tahun | |||
| 16 | ![]() |
Sarwanto | 1990 | 1992 | 16 | 2–3 tahun | |||
| 17 | ![]() |
Soeprapto | 1993 | 1998 | 17 | 5 tahun | |||
| 18 | ![]() |
Banadi Eko | 1998 | 2004 | 18 | 6 tahun | |||
| 19 | ![]() |
M. Buchori | 2004 | 2009 | 19 (2003) |
5 tahun, 0 hari | Bandyk Sutrisno | ||
| 2009 | 2014 | 20 (2008) |
5 tahun, 0 hari | ||||||
| 20 | Rukmini Buchori | 28 Januari 2014 | 28 Januari 2019 | 21 (2013) |
5 tahun, 0 hari | H. M. Suhadak S.Pd. | |||
| 21 | Hadi Zainal Abidin | 30 Januari 2019 | 30 Januari 2024 | 22 (2018) |
5 tahun, 0 hari | H. Moch Soufis Subri (2019–2020) | |||
| 22 | Aminuddin | 20 Februari 2025 | Petahana | 23 (2024) |
1 tahun, 63 hari | [5] | Hj. Ina Dwi Lestari S.AP., M.M. | ||
| No | Potret | Wakil Wali Kota | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Lama jabatan | Prd. | Ket. | Wali Kota | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
(2003) 2004–2009 |
M. Buchori S.H., M.Si. | ||||||||
(2008) 2009–2014 |
|||||||||
(2013) 2014–2019 |
Rukmini Buchori S.H., M.Si. | ||||||||
Bambang Agus Suwignyo (Pelaksana Harian) | |||||||||
(2018) 2019–2024 |
[6] |
Hadi Zainal Abidin S.Pd., M.M., M.A.P., M.H., M.HP. | |||||||
Nurkholis S.Sos., M.Si., CIPA. CICHM. (Penjabat) | |||||||||
S.Sos (Penjabat) | |||||||||
(2024) 2025–2030 |
Aminuddin Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes. | ||||||||
| |||||||||
| No | Potret | Jabatan | Nama | Partai Politik | |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketua | Hj. Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, S.E. | Partai Golongan Karya | ||
| 2 | Wakil Ketua I | Abdul Mujib, S.Pd.I. | Partai Kebangkitan Bangsa | ||
| 3 | Wakil Ketua II | Santi Wilujeng Prastyani | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan | ||
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Probolinggo dalam empat periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2009–2014[8] | 2014–2019[9] | 2019–2024[10] | 2024–2029[11] | ||
| PKB | 5 | ||||
| Gerindra | (baru) 1 | ||||
| PDI-P | 8 | ||||
| Golkar | 3 | ||||
| NasDem | (baru) 4 | ||||
| PKS | 1 | ||||
| PAN | 2 | ||||
| Demokrat | 3 | ||||
| PPP | 2 | ||||
| PKPI | 1 | ||||
| Pelopor | 1 | ||||
| PKNU | (baru) 3 | ||||
| Jumlah Anggota | 30 | 30 | |||
| Jumlah Partai | 11 | ||||
Berikut adalah perangkat daerah yang membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Probolinggo.[12]
Secara struktural, Pemerintah Kota Probolinggo didukung oleh Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, badan daerah, dinas daerah, inspektorat, satuan polisi pamong praja, serta unit pelaksana teknis daerah (UPTD).[13]
| No | Perangkat | Alamat | Kepala |
|---|---|---|---|
| 1 | Bagian Umum | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Edy Trisula, S.Sos., M.A.P. |
| 2 | Bagian Pemerintahan | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Pudi Adji Tjahjo Wahono, S.Sos., M.Si |
| 3 | Bagian Perekonomian dan Pembangunan | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Dra. Ina Lusilinawati, M.Si. |
| 4 | Bagian Hukum | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Denny Bagus Erwanto, S.H., M.H. |
| 5 | Bagian Kesejahteraan Rakyat | Jl. Ahmad Yani No. 103 | Andri Purwanto, S.Sos., M.M. |
| 6 | Bagian Organisasi | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Prijo Djatmiko, S.Sos., M.M. |
| 7 | Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Sena Setyoaji, S.Sos., M.M. |
| 8 | Bagian Pengadaan Barang dan Jasa | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Andung Tjahjono, S.T., M.M. |
| Perangkat | Alamat | Sekretaris DPRD |
|---|---|---|
| Sekretariat DPRD Kota Probolinggo | Jl. Suroyo No. 27 | Drs. Teguh Bagus Sujawanto, M.Pd. |
| No | Badan | Alamat | Kepala |
|---|---|---|---|
| 1 | Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah | Jl. Panglima Sudirman No. 19 | Ratri Dian Sulistyawati, S.P., M.M. |
| 2 | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah | Jl. Soekarno–Hatta No. 52 | Diah Sajekti Widowati Sigit, S.E., M.M. |
| 3 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | Jl. Mastrip (Kedopok) | Boedi Harjanto, S.Sos., M.Si. (Plt.) |
| 4 | Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM | Jl. Mastrip No. 120 | Fatchur Rozi, S.H., M.M. |
| 5 | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik | Jl. Mawar No. 39 | Muhammad Sonhadji, S.Sos., M.Si. |
| No | Dinas | Alamat | Kepala |
|---|---|---|---|
| 1 | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil | Jl. Basuki Rahmat No. 23 | Rudi Hermanto, S.Sos., M.M. (Plt.) |
| 2 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Jl. Soekarno Hatta No. 265 | Ir. Aries Santoso, M.M. |
| 3 | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB | Jl. Suroyo No. 58 | dr. Nurul Hasanah Hidayati |
| 4 | Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan | Jl. Mastrip No. 155 | Ir. Fitriawati, M.M. |
| 5 | Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja | Jl. Slamet Riyadi No. 20 | Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si. |
| 6 | Dinas Perhubungan | Jl. Suroyo No. 17 | Dr. Agus Efendi, S.Sos., M.Si. |
| 7 | Dinas Lingkungan Hidup | Jl. Anggrek No. 15 | Retno Wandansari, S.Pt., M.P. |
| 8 | Dinas Penanaman Modal dan PTSP | Jl. Basuki Rahmat No. 44 | Muhammad Abas, S.Sos., M.Si. |
| 9 | Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata | Jl. Soekarno Hatta No. 273 | Drs. Rachma Deta Antariksa, M.Si. |
| 10 | Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | Jl. Raya Dringu No. 13 | Dr. Rey Suwigtyo, S.Sos., M.Si. |
| 11 | Dinas Komunikasi dan Informatika | Jl. Dr. Moch. Saleh No. 5 | Madihah, S.K.M. (Plt.) |
| 12 | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan | Jl. Letjen Sutoyo No. 3 | Wahono Arifin, S.H., M.M. |
| 13 | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan | Jl. Basuki Rahmat No. 20A | Siti Romlah, S.Si., M.Pd. |
| 14 | Dinas PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman | Jl. Hayam Wuruk No. 69 | Setiorini Sayekti, S.K.M., M.SIP. |
| No | Perangkat | Alamat | Pimpinan |
|---|---|---|---|
| 1 | Inspektorat Kota Probolinggo | Jl. Hayam Wuruk No. 69 | Puji Prastowo, S.E. |
| 2 | Satuan Polisi Pamong Praja | Jl. Panglima Sudirman No. 23 | Pujo Agung Satrio, S.STP., M.Si. |
| 3 | RSUD dr. Mohamad Saleh | Jl. Mayjen Panjaitan No. 65 | dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., M.H. |
| 4 | RSUD Ar Rozy | Jl. Prof. Dr. Hamka KM 3,5 | dr. Abraar Hs Kuddah, M.Si., Med., Sp.B |
| Kecamatan | Alamat Kantor Kecamatan | Camat |
|---|---|---|
| Kecamatan Kademangan | Jl. Mastrip, Kota Probolinggo | Abdi Firdausi, S.STP., M.M. |
| Kecamatan Kanigaran | Jl. dr. Moch. Saleh, Kota Probolinggo | Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. |
| Kecamatan Mayangan | Jl. Suroyo, Kota Probolinggo | Agus Dwiwantoro, S.STP., M.Si. |
| Kecamatan Wonoasih | Jl. Wonoasih, Kota Probolinggo | Deus Nawandi, S.STP., M.Si. |
| Kecamatan Kedopok | Jl. Mastrip, Kota Probolinggo | Imam Cahyadi, S.Sos., M.Si. |
Kota Probolinggo terdiri dari 5 kecamatan dan 29 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 232.491 jiwa dengan luas wilayah 56,67 km² dan sebaran penduduk 4.102 jiwa/km².[14][15]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Probolinggo, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Kodepos[16] | Jumlah Kelurahan | Daftar Kelurahan |
|---|---|---|---|---|
| 35.74.01 | Kademangan | 67221-67226 | 6 | |
| 35.74.04 | Kanigaran | 67211-67215 | 6 | |
| 35.74.05 | Kedopok | 67227-67229 | 6 | |
| 35.74.03 | Mayangan | 67216-67219 | 5 | |
| 35.74.02 | Wonoasih | 67232-67237 | 6 | |
| TOTAL | 29 |