Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemberontakan Wuchang

Pemberontakan Wuchang adalah pemberontakan yang terjadi di Tiongkok yang menjadi katalis terhadap Revolusi Xinhai, mengakhiri Dinasti Qing – dan dua milenium kekuasaan kekaisaran – dan mengantar ke arah terbentuknya Republik Tiongkok. Pemberontakan ini dimulai dengan ketidakpuasan penanganan krisis kereta api. Krisis kemudian meningkat menjadi pemberontakan di mana kaum revolusioner bangkit melawan pejabat pemerintah Qing. Pemberontakan itu kemudian dibantu oleh Tentara Baru dalam sebuah kudeta melawan otoritas mereka sendiri di kota Wuchang, Provinsi Hubei pada tanggal 10 Oktober 1911. Pertempuran Yang Xia yang dipimpin oleh Huang Xing menjadi pertempuran utama dalam pemberontakan tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 1 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemberontakan Wuchang
Pemberontakan Wuchang
Bagian dari Revolusi Xinhai

Pembentukan Republik Tiongkok
Tanggal10 Oktober – 1 Desember 1911
LokasiWuchang, Hubei, Tiongkok
Hasil Kemenangan mutlak Tongmenghui
Pihak terlibat
Dinasti Qing Kekaisaran Qing Tongmenghui
Tokoh dan pemimpin
Dinasti Qing Yuan Shikai
Berbagai pihak lainnya
Huang Xing
Xiong Bingkun (熊秉坤)
Li Yuanhong
Kekuatan
10.000 balatentara 2.000 balatentara
Korban
~4.000 tewas ~1.000 tewas
Pemberontakan Wuchang
Hanzi tradisional: 武昌起義code: zh is deprecated
Pinyin: Wǔchāng Qǐyì
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Wǔchāng Qǐyì
Yue (Kantonis)
- Jyutping: mou5 coeng1 hei2 ji6
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Pemberontakan Wuchang adalah pemberontakan yang terjadi di Tiongkok yang menjadi katalis terhadap Revolusi Xinhai, mengakhiri Dinasti Qing – dan dua milenium kekuasaan kekaisaran – dan mengantar ke arah terbentuknya Republik Tiongkok. Pemberontakan ini dimulai dengan ketidakpuasan penanganan krisis kereta api. Krisis kemudian meningkat menjadi pemberontakan di mana kaum revolusioner bangkit melawan pejabat pemerintah Qing. Pemberontakan itu kemudian dibantu oleh Tentara Baru dalam sebuah kudeta melawan otoritas mereka sendiri di kota Wuchang, Provinsi Hubei pada tanggal 10 Oktober 1911.[1] Pertempuran Yang Xia yang dipimpin oleh Huang Xing menjadi pertempuran utama dalam pemberontakan tersebut.

Krisi jalur kereta api Kanton dan Sichuan

Artikel utama: Gerakan Perlindungan Jalur Kereta Api

Setelah Pemberontakan Boxer, banyak negara Barat memandang Tiongkok sebagai lokasi yang bagus untuk pembangunan jalur kereta api dan investasi.[2] Setelah mengukir lingkaran pengaruh mereka masing-masing, negara-negara seperti Britania Raya dan Prancis membangun banyak jalur kereta api di balik protes pemerintah Qing.[2] Jerman mulai membangun jalur di Shandong, Britania di Lembah Yangtze, Prancis di Kunming, Rusia di Heilongjiang, dan Jepang memiliki perusahaan Jalur Kereta Api Manchuria Selatan.[2]

Pemerintah Qing mulai mengizinkan pemerintah provinsi untuk mendirikan perusahaan konstruksi jalur kereta api mereka sendiri. Pada tahun 1905, Jalur Kereta Api Kanton-Hankou dan Sichuan-Hankou (川漢鐵路) dikelola daerah setempat di Guangdong, Hunan, Hubei, dan Sichuan.[3][4] Jalur kereta api itu dimaksudkan untuk menghubungkan provinsi-provinsi tersebut dengan sisa daerah lainnya di Tiongkok.

Pada bulan Mei 1911, pemerintah Qing memerintahkan nasionalisasi jalur kereta api, yang sebelumnya dibayar oleh investor swasta lokal[3] untuk membayar ganti rugi yang ditentukan oleh Protokol Boxer.[2] Pengumuman menasionalisasi jalur kereta api bertujuan untuk membayar kembali utang kepada pemenang antagonis dari Pemberontakan Boxer - terutama Britania Raya, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat - menemui banyak tentangan.[1][3][5] Protes diadakan di Changsha dan rakyat di Guangdong memboikot uang kertas pemerintah.[3] Pada bulan Juli, pemerintah Qing membayar kompensasi kepada investor, tetapi jumlah yang ditawarkan kepada Sichuan jauh lebih rendah dibandingkan keseluruhan provinsi lainnya.[3]

Pada bulan Agustus, banyak mogok massal dan unjuk rasa yang terjadi di Chengdu.[3] Pada tanggal 7 September, Gubernur Jenderal Zhao Erfeng menangkap pemimpin kunci dari Liga Perlindungan Jalur Kereta Api, dan ketika kerumunan terbentuk untuk memprotes ini, dia memerintahkan pasukan untuk menembak ke arah kerumunan.[3] Kesatuan Tentara Baru di Wuhan ditempatkan di Wuchang, Hankou dan Hanyang pada saat itu.[6]

Sementara itu, pers dan mahasiswa radikal baik di Hunan dan Hubei telah mengkritik dengan kasar elite lokal karena relatif kurangnya kemarahan mereka dalam menanggapi nasionalisasi jalur kereta api (dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Sichuan).[7] Dalam atmosfer retorika panas ini, suasana hati publik mulai beralih dari keyakinan samar bahwa dinasti Qing akan berakhir dan menuju keinginan konkret bahwa dinasti Qing harus berakhir.[7]

Pemberontakan

Bendera militer Wuchang berbintang 9 dengan simbol Taijitu di tengah.[1]

Kelompok revolusioner dan insiden pengeboman

Pemberontakan itu sendiri pecah secara kebetulan. Pada saat itu, terdapat dua kelompok revolusioner lokal di Wuhan, "Perkumpulan Sastra" (文學社) dan "Asosiasi Progresif" (共進會).[6] Dua kelompok ini bekerja sama, dipimpin oleh Jiang Yiwu (蔣翊武) dan Sun Wu (孫武).[5] Pada bulan September 1911, mereka mulai berkolaborasi dengan Tongmenghui (同盟會).[5] Tanggal pemberontakan awalnya ditentukan pada tanggal 6 Oktober saat Festival Musim Gugur.[5] Namun, beberapa kalangan rakyat tidak siap pada tanggal tersebut, sehingga ditunda.[5] Pada tanggal 9 Oktober, Sun Wu berada di konsesi Rusia di Hankou di mana bom sedang dibuat. Sebuah bom meledak secara tidak disengaja, mengakibatkan Sun Wu terluka serius.[5] Ketika dia dalam perjalanan menuju rumah sakit, staf mengetahui kelompok tersebut adalah revolusioner dan memberi tahu pemerintah Qing.[5]

Pemberontakan Tentara Baru

Menghadapi penangkapan dan eksekusi pasti karena identitas mereka telah terungkap, kaum revolusioner tidak memiliki pilihan selain melancarkan kudeta. Gubernur Jenderal Huguang Qing, Duan Zheng (瑞澂) mencoba untuk melacak kaum revolusioner.[1] Jiang Yiwu dari "Perkumpulan Sastra" memutuskan untuk melancarkan serangan malam itu, tetapi rencana rahasianya diketahui oleh agen Qing.[1] Beberapa anggota ditangkap dan dieksekusi.

Xiong Bingkun (熊秉坤) kemudian memutuskan untuk memberontak pada malam hari tanggal 10 Oktober pukul 19.00.[1] Tentara Baru yang dimodernisasi di Wuchang melancarkan pemberontakan.[6] Meskipun Tentara Baru milik pemerintah Qing, banyak tentaranya siap untuk mengalihkan kesetiaan mereka kepada pemimpin revolusioner anti-Qing yang diasingkan saat itu, Sun Yat-sen.[2] Kaum revolusioner mengambil alih kantor pemerintahan Duan Zheng, yang berhasil menghindari penangkapan dengan melarikan diri melalui terowongan.[1] Setelah pertempuran sengit, tentara merebut tempat-tempat strategis di kota. Semakin banyak revolusioner yang bergabung dengan pemberontak dan pasukan pemerintah dikalahkan.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 戴逸, 龔書鐸. [2002] (2003) 中國通史. 清. Intelligence press. ISBN 962-8792-89-X. p 86-89.
  2. 1 2 3 4 5 Spence, Jonathan D. [1990] (1990). The Search for Modern China. W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-30780-8, ISBN 978-0-393-30780-1. pg 250-256.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Reilly, Thomas. [1997] (1997). Science and Football III, Volume 3. Taylor & Francis publishing. ISBN 0-419-22160-3, ISBN 978-0-419-22160-9. pg 277-278.
  4. ↑ Fenby, Jonathan. [2008] (2008). The History of Modern China: The Fall and Rise of a Great Power. ISBN 978-0-7139-9832-0. pg 107, pg 116, pg 119.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 王恆偉. (2005) (2006) 中國歷史講堂 #6 民國. 中華書局. ISBN 962-8885-29-4. pg 3-7.
  6. 1 2 3 4 Wang, Ke-wen. [1998] (1998). Modern China: An Encyclopedia of History, Culture and Nationalism. Taylor & Francis Publishing. ISBN 0-8153-0720-9, ISBN 978-0-8153-0720-4. pg 390-391.
  7. 1 2 Esherick, Joseph W. (1976). Reform and Revolution in China: The 1911 Revolution in Hunan and Hubei. Berkeley: University of California Press. hlm. 166-168. ISBN 0-520-05734-1. Diakses tanggal 18 November 2016.
  • l
  • b
  • s
Topik Dinasti Qing
Sejarah
Awal
(1616–1683)
  • Penyatuan Jurchen
  • Jin Akhir
  • Tujuh Kebencian Besar
  • Invasi Jin Akhir ke Joseon
  • Invasi Qing ke Joseon
  • Penaklukan Ming oleh Qing
    • Pertempuran Shanhaiguan
  • Pembersihan Besar
  • Pemberontakan Tiga Vasal
Kejayaan Qing
(1683–1839)
  • Konflik perbatasan Tiongkok-Rusia
  • Peperangan Qing–Dzungar
  • Ekspedisi Tiongkok ke Tibet (1720)
  • Kontroversi upacara adat Tionghoa
  • Sepuluh Kampanye Militer Besar
  • Pemberontakan Miao (1735–1736)
  • Kerusuhan Lhasa 1750
  • Perang Tiongkok-Burma (1765–1769)
  • Pertempuran Ngọc Hồi-Đống Đa
  • Perang Tiongkok-Nepal
  • Pemberontakan Miao (1795–1806)
  • Pemberontakan Seroja Putih
Akhir
(1840–1912)
  • Perang Candu Pertama
  • Perang Tiongkok-Sikh
  • Pemberontakan Taiping
  • Pemberontakan Nian
  • Pemberontakan Serban Merah (1854–1856)
  • Pemberontakan Da Cheng
  • Perkumpulan Pedang Kecil
  • Pemberontakan Miao (1854–1873)
  • Perang Nepal-Tibet Ketiga
  • Pemberontakan Panthay
  • Perang Candu Kedua
  • Perang Klan Punti-Hakka
  • Akuisisi Amur
  • Gerakan Penguatan Diri
  • Restorasi Tongzhi
  • Pemberontakan Dungan (1862–1877)
  • Insiden Mudan (1871)
  • Pembantaian Tianjin
  • Peristiwa Margary
  • Invasi Jepang ke Taiwan (1874)
  • Bencana Kelaparan Tiongkok Utara
  • Penaklukan kembali Xinjiang oleh Qing
  • Perang Tiongkok-Prancis
  • Ekspedisi Sikkim
  • Insiden Jindandao
  • Perang Tiongkok-Jepang Pertama
  • Gerakan Gongche Shangshu
  • Pemberontakan Dungan (1895–1896)
  • Reformasi Seratus Hari
  • Pemberontakan Petinju
    • Lentera Merah
  • Aliansi Delapan Bangsa
  • Reformasi Akhir
  • Ekspedisi Britania Raya ke Tibet
  • Pemberontakan Batang
  • Pemilihan umum Majelis Sementara 1909
  • Ekspedisi Tiongkok ke Tibet (1910)
  • Gerakan Perlindungan Kereta Api
  • Revolusi Xinhai
    • Pemberontakan Wuchang
    • Kekacauan Xinhai Lhasa
    • Revolusi Mongolia 1911
    • Revolusi Xinhai di Xinjiang
  • Restorasi Manchu
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
  • Kaisar
    • Daftar
    • Silsilah
  • Amban
  • Gong Jin'ou
  • Dewan Konsultatif
  • Bendera Dinasti Qing
  • Dewan Agung
  • Kitab Hukum Qing Agung
  • Istana Klan Kekaisaran
  • Komisioner Kekaisaran
  • Departemen Rumah Tangga Kekaisaran
  • Lifan Yuan
  • Kementerian Pos dan Komunikasi
  • Komandan Infanteri Sembilan Gerbang
  • Gubernur provinsi
  • Komandan militer provinsi
  • Prinsip Konstitusi 1908
  • Pangkat kerajaan dan bangsawan Dinasti Qing
  • Raja Muda
    • Zhili
    • Shaan-Gan
    • Liangjiang
    • Huguang
    • Sichuan
    • Min-Zhe
    • Liangguang
    • Yun-Gui
    • Tiga Provinsi Timur Laut
  • Zongli Yamen
Militer
  • Militer Dinasti Qing
  • Tentara Beiyang
  • Tentara Chu
  • Delapan Panji
  • Tentara Jaya Selalu
  • Tentara Kamp Hijau
  • Tentara Huai
  • Hushenying
  • Brigade Pengawal Kekaisaran
  • Tentara Baru
  • Pasukan Lapangan Peking
  • Shuishiying
  • Korps Wuwei
  • Tentara Xiang
  • Angkatan Laut Qing
  • (Armada Beiyang
  • Armada Fujian
  • Armada Guangdong
  • Armada Nanyang)
Wilayah khusus
  • Dinasti Qing di Asia Dalam
  • Manchuria di bawah kekuasaan Qing
  • Mongolia di bawah kekuasaan Qing
    • Pembagian administratif
  • Tibet di bawah kekuasaan Qing
    • Pasu Emas
    • Daftar residen kekaisaran
  • Xinjiang di bawah kekuasaan Qing
    • Jenderal Ili
  • Taiwan di bawah kekuasaan Qing
    • Balai Pemerintahan Provinsi
Istana &
mausoleum
  • Sanggraloka Gunung Chengde
  • Kota Terlarang
  • Istana Mukden
  • Istana Musim Panas Lama
  • Istana Musim Panas
  • Makam Qing Timur
  • Mausoleum Fuling
  • Makam Kekaisaran Dinasti Ming dan Qing
  • Makam Qing Barat
Masyarakat &
budaya
  • Booi Aha
  • Sekolah Pemikiran Changzhou
  • Dibao
  • Empat Wang
  • Gujin Tushu Jicheng
  • Sejarah Ming
  • Islam pada masa Dinasti Qing
  • Kamus Kangxi
  • Kaozheng
  • Penyelidikan Sastra
  • Pesta Kekaisaran Manchu Han
  • Peiwen Yunfu
  • Kamus Pentaglot
  • Penutup kepala pejabat Qing
  • Puisi Qing
  • Quan Tangshi
  • Taucang
  • Penelitian mengenai Asal-Usul Manchu
  • Dekret Rahasia Kaisar Kangxi
  • Shamanisme dalam Dinasti Qing
  • Siku Quanshu
    • Zongmu Tiyao
Traktat
  • Traktat Kyakhta (1727)
  • Traktat Nerchinsk
  • Perjanjian tidak setara
    • Protokol Boxer
    • Traktat Burlingame
    • Konvensi Chefoo
    • Konvensi Antara Britania Raya dan Tiongkok Mengenai Tibet
    • Konvensi untuk Perluasan Wilayah Hong Kong
    • Konvensi Peking
    • Konvensi Tientsin
    • Traktat Li–Lobanov
    • Traktat Tiongkok-Portugal di Peking
    • Traktat Aigun
    • Traktat Bogue
    • Traktat Kanton
    • Traktat Kulja
    • Traktat Nanking
    • Traktat Sankt-Peterburg (1881)
    • Traktat Shimonoseki
    • Traktat Tarbagatai
    • Traktat Tientsin
    • Traktat Wanghia
    • Traktat Whampoa
Mata uang
Uang logam
  • Zhiqian
  • Kangxi Tongbao
  • Qianlong Tongbao
  • Hongqian
  • Koin Tembaga Qing Agung
  • Koin Emas Qing Agung
Uang kertas
  • Da-Qing Baochao
  • Hubu Guanpiao
Topik lainnya
  • Aisin Gioro
  • Sentimen anti-Qing
  • Sistem Kanton
  • Chuang Guandong
  • Konsep Sejarah Qing
  • Perburuan kekaisaran Dinasti Qing
  • Suku Manchu
  • Nama-nama Dinasti Qing
  • Sejarah Qing Baru
  • Teori penaklukan Qing
  • Garis waktu pemberontakan anti-Qing akhir
  • Pelabuhan traktat
  • Embarau Dedalu

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Krisi jalur kereta api Kanton dan Sichuan
  2. Pemberontakan
  3. Kelompok revolusioner dan insiden pengeboman
  4. Pemberontakan Tentara Baru
  5. Referensi

Artikel Terkait

Distrik Wuchang

kota di Tiongkok

Revolusi Xinhai

artikel daftar Wikimedia

Wuhan

kota di Tiongkok

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026