Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPembelajaran Mendalam
Artikel Wikipedia

Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga secara holistik dan terpadu.

Wikipedia article
Diperbarui 25 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga secara holistik dan terpadu.[1]

Istilah Pembelajaran Mendalam pada dunia pendidikan Indonesia dipopulerkan oleh Abdul Mu'ti, yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024 -- 2029.

Menurut Abdul Mu'ti, Pembelajaran Mendalam (PM) dirancang sebagai pendekatan yang mampu menjawab tantangan krisis pembelajaran dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata, serta pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Latar Belakang

Kebijakan tentang pendekatan pembelajaran mendalam di Indonesia antara lain dibelakangi oleh beberapa keadaan;[2]

  • Perubahan masa depan sulit diprediksi
  • Permasalahan mutu pendidikan yaitu rendahnya tingkat literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta masih ketimpangan pendidikan. Untuk melihat permasalahan mutu pendidikan Indonesia pemerintah merujuk pada hasi PISA tahun 2022 yang menunjukkan bahwa sekitar 99% Murid Indonesia hanya bisa menjawab soal Level 1-3/lower order thinking skills (LOTS). Jadi, hanya sekitar 1% murid Indonesia yang bisa menjawab soal Level 4-6/higher order thinking skills (HOTS).
  • Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
  • Kompetensi masa depan

Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, diharapkan dapat menambah karakteristik praktik pedagogi setidaknya pada 6 hal;

  • Keterlibatan; Guru diharapkan membangun keterlibatan peserta didik sebagai subjek belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
  • Berkesadaran; Guru lebih dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pembelajar yang aktif termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
  • Memuliakan; Guru dan peserta didik lebih saling menghargai dan menghormati potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Pengembang Budaya Belajar; Guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar.
  • Pemanfaatan Teknologi Digital; Guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan efisiensi dan efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.
  • Multi/Interdisiplin Ilmu Pengetahuan; Guru dan peserta didik lebih dapat menerapkan multi/interdisiplin ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran.

Pengertian

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga secara holistik dan terpadu.

Setidaknya ada beberapa kata kunci dalam istilah Pembelajaran Mendalam;

  • memuliakan (saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan).
  • berkesadaran (Peserta didik sadar/memahami tujuan pembelajaran, termotivasi untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar).
  • bermakna (Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan dan dapat

menerapkannya dalam kehidupan nyata.

  • menggembirakan (suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi). Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan merupakan 3 prinsip yang harus diterapkan dalam PM (Pembelajaran Mendalam)
  • olah pikir (pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan memecahkan masalah)
  • olah hati (mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual).
  • olah rasa (mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan antarmanusia.)
  • olahraga (menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani).

Penilaian

Pembelajaran Mendalam menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen atau penilaian autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:

  • Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning) yaitu penilaian yang digunakan untuk refleksi proses

pembelajaran dan refleksi diri peserta didik seperti checklist kemajuan belajar.

  • Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning) yaitu penilaian untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar seperti penilaian formatif dan diagnostik.
  • Asesmen dalam Pembelajaran (Assessment of Learning)

yaitu penilaian untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran. Penilaian akhir pembelajaran ini tidak hanya terbatas pada tes lisan saja tapi juga dapat menggunakan tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya yang sesuai dengan capaian pembelajaran yang diukur.

Penerapan

Implementasi atau PM (Pembelajaran Mendalam) meliputi beberapa strategi, yang memiliki implikasi pada beberapa aspek pembelajaran: kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, ekosistem, peran guru, kepala sekolah dan pengawas, serta manajemen dan pengawasan. Implementasi PM (Pembelajaran Mendalam) juga harus mempertimbangkan penyesuaian dengan kurikulum yang berlaku ada saat ini yaitu Kurikulum Merdeka.

Referensi

  1. ↑ "Pembelajaran Mendalam".
  2. ↑ "Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua".

Pranala luar

  • NASKAH AKADEMIK PEMBELAJARAN MENDALAM Menuju Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Pengertian
  3. Penilaian
  4. Penerapan
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Pemelajaran dalam

propagasi balik lebih realistis. Penelitian lain menilai bahwa bentuk pembelajaran mendalam tanpa pengawasan lebih dekat dengan mekanisme yang ditemukan di

Kurikulum di Indonesia

Learning atau pembelajaran mendalam. Yulianti dan Nuriasih, N. (2016). Telaah Kurikulum dan Aplikasinya dalam Proses Belajar Mengajar (PDF). Malang:

Character.ai

aplikasi web chatbot model bahasa saraf

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026