Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemakaman Banyusumurup

Pemakaman Banyusumurup adalah kompleks pemakaman yang berlokasi di Dusun Banyusumurup, Kelurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak sekitar 2 km ke sebelah tenggara dari kompleks pemakaman raja-raja keturunan Mataram, Imogiri.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemakaman Banyusumurup
Cemetery in Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa YogyakartaTemplat:SHORTDESC:Cemetery in Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kompleks Makam Banyusumurup
  • ꦥꦱꦫꦺꦪꦤ꧀ꦢꦊꦩ꧀ꦥꦫꦤꦠ ꦲꦱꦠꦤꦥꦗꦶꦩꦠꦤ꧀ꦲꦶꦩꦓꦶꦫꦶ
  • '
Pintu masuk Kompleks Makam Banyusumurup
Rincian
DidirikanAbad ke-17 (sekitar 1663 M)
Lokasi
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
NegaraIndonesia
JenisMakam kerajaan
PemilikKasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
Cagar budaya Indonesia
Kompleks Makam Banyusumurup
Peringkatn/a
KategoriSitus
Lokasi
keberadaan
Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
No. SKSK GUB DIY Nomor 315/KEP/2020 dan SK Menteri : PM.89/PW.007/MKP/2011
Tanggal SK2011
Koordinat7°55′48″S 110°24′06″E / 7.93005°S 110.40168°E / -7.93005; 110.40168
Pemakaman Banyusumurup di Kabupaten Bantul
Pemakaman Banyusumurup
Pemakaman Banyusumurup
Lokasi Pemakaman Banyusumurup di Kabupaten Bantul
Tampilkan peta Kabupaten Bantul
Pemakaman Banyusumurup di Jawa
Pemakaman Banyusumurup
Lokasi Pemakaman Banyusumurup di Kabupaten Bantul
Tampilkan peta Jawa
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Pemakaman Banyusumurup adalah kompleks pemakaman yang berlokasi di Dusun Banyusumurup, Kelurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak sekitar 2 km ke sebelah tenggara dari kompleks pemakaman raja-raja keturunan Mataram, Imogiri.

Sejarah

Pemakaman Banyusumurup merupakan lokasi penguburan orang-orang penting dan masih kalangan berdarah biru yang dianggap membangkang atau melawan raja berkuasa,[1] khususnya Amangkurat Tegalwangi I

Kompleks

Pemakaman tersebut mula-mula dipakai untuk mengebumikan Pangeran Pekik asal Surabaya, beserta para anak dan bawahannya setelah dihukum mati oleh Amangkurat I pada 21 Februari 1659.[2]

Di antara 52 nisan yang ada di situ, terdapat 32 yang berkaitan dengan Pangeran Pekik.

  1. Pangeran Pekik
  2. Ratu Pandhansari
  3. Putra Raja yang masih kecil
  4. Pangeran Lamongan
  5. RAy Tyutang
  6. RAy Kleting Wulung
  7. RAy Jambul
  8. KGP Timur
  9. Pangeran Demang
  10. Ratu Lembah
  11. Raden Kertonegoro
  12. Singolesono
  13. Martapuro
  14. Kertonadi
  15. Wongsokusumo
  16. Jagaraga
  17. Cokronogoro
  18. Singorowo
  19. Janarutro
  20. Tomo
  21. Pawiro Tarung
  22. Hanggajoyo
  23. Raden Tondo
  24. Raden Lamongan
  25. Kertopuro
  26. Koryonegoro
  27. Wirokusumo
  28. Irawongso
  29. Wongsocitro
  30. Wirosari
  31. Aryo Kusumo
  32. Atmojo Kusumo

Setelah itu, Banyusumurup juga dipakai untuk mengebumikan orang-orang yang berkhianat, memberontak, atau anti terhadap penguasa, yang masih berasal dari golongan sentono dalem (keluarga). Di antaranya adalah:

  • Roro Oyi, putri asal Surabaya yang direncanakan untuk dipinang Amangkurat I, antara 1668-1670.[3]
  • Prawirodirjo III yang didakwa berontak terhadap Belanda, 1810. Namun makam Prawirodirjo dipindahkan ke Magetan pada tahun 1957, ditempatkan di samping makam istrinya, Maduretno.[4]
  • Danurejo II, dihukum mati di dalam keraton Yogyakarta pada tanggal 28 Oktober 1811[5] kemudian dipindahkan ke Mlangi pada 1865.[6]
  • Raden Tumenggung Danukusumo I, ayah dari Danurejo II, dihukum gantung saat diasingkan menuju Pacitan, 15 Januari 1812. Kemudian dipindahkan ke Mlangi pada tahun 1812.[6]
  • Pangeran Joyokusumo I dan kedua putranya, Joyokusumo II dan Atmokusumo, yang berpihak pada Pangeran Diponegoro.[7] Tewas di Kelurahan Senggir, Kulonprogo pada 21 September 1829 dan kepalanya dipenggal oleh Tumenggung Cokrojoyo dan dibawa ke Jenderal De Kock di Magelang. Kepalanya dikebumikan di Banyusumurup[8] dan badannya dikebumikan di Senggir.[9]

Bangunan

Kompleks Makam Banyusumurup terdiri atas dua halaman yang masing-masing dikelilingi tembok bata dan berdenah empat persegi panjang, dengan arah utara selatan.

Halaman I

Berukuran panjang 37 m, lebar 24 m, tinggi 2, 75 m dan terdapat regol yang tinggi sampai ujung atap. Regol ini selalu ditutup dan dibuka hanya bila ada peziarah datang. Pada halaman I ini terdapat 52 makam, di antaranya makam Pangeran Pekik, Pangeran Lamongan, Rara Oyi, Pangeran Timur, kerabat dan pengikut Pangeran Pekik.

Halaman II

Berukuran panjang 20,3 m, lebar 19,5 m dan ukuran regol sama dengan halaman I. Halaman II ini berada di luar halaman I, yaitu di sisi selatan bagian barat. Di halaman II terdapat dua bangunan yang terletak di sisi utara dan selatan yang disebut bale panyerenan, yaitu tempat untuk meletakkan jenazah sebelum dimakamkan dan tempat menunggu para peziarah.

Cagar Budaya

Kompleks Makam Banyusumurup sudah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya berdasarkan UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dengan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia No. PM.89/PW.007/ MKP/2011.[10]

Galeri

  • Makam Pangeran Lamongan (kiri) dan Pangeran Pekik (kanan)
    Makam Pangeran Lamongan (kiri) dan Pangeran Pekik (kanan)
  • Makam Rara Oyi atau Kanjeng Ratu Mangkurat
    Makam Rara Oyi atau Kanjeng Ratu Mangkurat
  • Nisan berprasasti
    Nisan berprasasti
  • Nisan bergaya Hanyakrakusuman
    Nisan bergaya Hanyakrakusuman

Referensi

  1. ↑ "Kesunyian di Lembah Makam Para Hukuman Raja - Tribun Jogja". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-03-05.
  2. ↑ "Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja - Tribun Jogja". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-03-14.
  3. ↑ "Roro Oyi, Kisah Tragis Gadis Surabaya di Tangan Amangkurat I - Tribun Jogja". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-03-14.
  4. ↑ "Awan Gelap dan Kilatan Petir Iringi Pemindahan Makam Raden Ronggo Prawirodirdjo III - Tribun Jogja". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-03-05.
  5. ↑ R.,, Carey, P. B.; Bambang,, Murtianto,; Gramedia, PT. Takdir : riwayat Pangeran Diponogoro, 1785-1855. Jakarta. ISBN 9789797097998. OCLC 883389465. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  6. 1 2 1948-, Carey, Peter (Peter B.R.),; M., Udiani, Christina; (Jakarta), Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV) (2011). Kuasa ramalan Pangeran Diponegoro dan akhir tatanan lama di Jawa, 1785-1855 / Jilid 1. Jakarta: KITLV-Jakarta. ISBN 9789799103932. OCLC 781656725. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  7. ↑ R., Carey, P. B. Kuasa ramalan : Pangeran Diponegoro dan akhir tatanan lama di Jawa, 1785-1855 (Edisi Cetakan pertama). Jakarta. ISBN 9799103959. OCLC 882551668
  8. ↑ Carey, Peter (2017). Judul: Sisi Lain Diponegoro – Babat Kedung Kedo dan Historiografi Perang Jawa. Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 151. ISBN 978-602-424-680-8.
  9. ↑ Media, Wisnu Wardhana - Harian Jogja Digital. "Makam Pangeran Joyokusumo Memprihatinkan". Harianjogja.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-22. Diakses tanggal 2018-03-22.
  10. ↑ https://budaya.data.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/objek/KB001637

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Kompleks
  3. Bangunan
  4. Halaman I
  5. Halaman II
  6. Cagar Budaya
  7. Galeri
  8. Referensi

Artikel Terkait

Masjid Banyusumurup

masjid di Indonesia

Rara Hoyi

tanah Lipura. Sementara menurut sumber Lainnya Hoyi dikuburkan di pemakaman Banyusumurup dengan nama Kanjeng Ratu Mangkurat. Kejadian tersebut terjadi pada

Danurejo II

Yogyakarta pada 28 Oktober 1811 dan dikebumikan di pemakaman para pengkhianat, pemakaman Banyusumurup. Pada masa pemerintahan Hamengkubuwana VI pada tahun

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026