Dalam bisbol, pitcher adalah pemain yang melempar ("pitch") bola bisbol dari pitcher's mound ke arah catcher untuk memulai setiap permainan, dengan tujuan untuk mematikan seorang batter, yang berusaha untuk memukul bola yang dilempar atau mendapatkan jalan (walk). Dalam sistem penomoran pertahanan yang digunakan dalam bisbol, pitcher diberi nomor 1. Pitcher sering dianggap sebagai pemain paling penting di sisi pertahanan permainan, dan karena itu ditempatkan di ujung kanan spektrum pertahanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dalam bisbol, pitcher adalah pemain yang melempar ("pitch") bola bisbol dari pitcher's mound ke arah catcher untuk memulai setiap permainan, dengan tujuan untuk mematikan seorang batter, yang berusaha untuk memukul bola yang dilempar atau mendapatkan jalan (walk). Dalam sistem penomoran pertahanan yang digunakan dalam bisbol, pitcher diberi nomor 1. Pitcher sering dianggap sebagai pemain paling penting di sisi pertahanan permainan, dan karena itu ditempatkan di ujung kanan spektrum pertahanan.
Ada banyak jenis pitcher, seperti pitcher awal, pitcher pengganti, pereda tengah, spesialis tangan kiri, setup man, dan penutup (closer).
Secara tradisional, pitcher juga ikut memukul. Dimulai pada tahun 1973 dengan American League, dan meluas ke liga-liga lain sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an, tugas memukul pitcher umumnya dialihkan ke posisi pemukul yang ditunjuk, yang sempat menjadi sumber kontroversi. National League mengadopsi posisi pemukul yang ditunjuk pada tahun 2022; hingga Central League Jepang merupakan tingkat kompetisi tertinggi yang belum menggunakan posisi tersebut.
Dalam sebagian besar kasus, tujuan seorang pitcher adalah melempar lemparan ke arah catcher tanpa membiarkan batter memukul bola dengan tongkat pemukul. Lemparan yang sukses dilakukan sedemikian rupa sehingga batter membiarkan bola melewati strike zone, mengayunkan tongkat dan meleset, atau memukul bola dengan buruk (menghasilkan pop fly atau ground out).
Jika batter memilih untuk tidak mengayun, lemparan disebut strike jika sebagian bola melewati area strike zone, dan disebut ball jika tidak ada bagian bola yang melewati area tersebut. Check swing terjadi ketika batter mulai mengayun tetapi menghentikan ayunannya di tengah jalan. Jika batter berhasil menghentikan ayunan dan lemparan berada di luar strike zone, maka disebut ball.
Ada dua posisi lemparan yang sah: windup dan posisi set atau stretch. Kedua posisi ini dapat digunakan kapan saja; biasanya, windup digunakan ketika base kosong, sedangkan posisi set digunakan ketika ada pelari di base. Masing-masing posisi memiliki prosedur yang harus diikuti. Seorang pitcher dapat dikenai pelanggaran balk dari posisi mana pun. Power pitcher adalah pitcher yang mengandalkan kecepatan lemparannya untuk sukses.[1] Umumnya, power pitcher mencatat persentase strikeout yang tinggi, sedangkan control pitcher berhasil dengan melempar secara akurat sehingga jarang memberikan walk.

Hampir semua aksi dalam permainan berpusat pada pitcher dari tim bertahan. Gaya, waktu antar lemparan, dan keterampilan seorang pitcher sangat memengaruhi dinamika permainan dan sering kali menentukan siapa yang menang. Dengan kaki poros berada di pitcher’s rubber di tengah pitcher's mound, yang berjarak 60 kaki 6 inci (18,44 m) dari home plate, pitcher melempar bola bisbol ke catcher yang berada di belakang home plate untuk menangkap bola. Sementara itu, batter berdiri di batter’s box di salah satu sisi home plate dan berusaha memukul bola ke dalam area permainan dengan aman.
Jenis dan urutan lemparan yang dipilih bergantung pada situasi permainan. Karena pitcher dan catcher harus berkoordinasi untuk setiap lemparan, sistem isyarat tangan digunakan oleh catcher untuk memberi tahu pilihan lemparan kepada pitcher, yang dapat menolak atau menerima dengan menggoyangkan atau menganggukkan kepala. Hubungan antara pitcher dan catcher begitu penting hingga beberapa tim memilih catcher awal berdasarkan siapa pitcher awalnya. Bersama-sama, pitcher dan catcher dikenal sebagai battery.
Meskipun tujuan dan mekanika melempar tetap sama, pitcher dapat diklasifikasikan menurut peran dan efektivitasnya. Starting pitcher memulai permainan, kemudian dapat digantikan oleh berbagai relief pitcher seperti long reliever, spesialis tangan kiri, pereda tengah, setup man, dan/atau penutup (closer).
Dalam singkatan posisi bisbol, huruf P digunakan sebagai penanda umum untuk pitcher. SP dan RP kadang digunakan untuk membedakan antara starting dan relief pitcher, sedangkan LHP dan RHP digunakan untuk menunjukkan pitcher bertangan kiri atau kanan.[2]
Dalam Major League Baseball, baseball rubbing mud digunakan untuk menyiapkan bola pertandingan sebelum digunakan oleh pitcher.[3]
When [Kelly] Jack Swift arrived in Elkin, N.C., in late 1951, he was nobody's idea of a prospect.