The Most Rev. Patrick Coveney, Uskup Agung Tituler Satrianum, adalah seorang prelatus Gereja Katolik Irlandia berpangkat senior yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci dari 1966 sampai 2009. Ia menjadi uskup agung pada 1985 dan memenuhi sejumlah tugas sebagai Nunsius Apostolik, yang meliputi penempatan di Zimbabwe, Etiopia, Selandia Baru, dan Yunani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Patrick Coveney | |
|---|---|
| Nunsius Apostolik Emeritus Yunani Uskup Agung Tituler Satrianum | |
| Penunjukan | 25 Januari 2005 |
Masa jabatan berakhir | 16 Juli 2009 |
| Pendahulu | Paul Fouad Tabet |
| Penerus | Luigi Gatti |
| Jabatan lain | Uskup Agung Tituler Satrianum (1985–2022) |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 21 Februari 1959 oleh Luigi Traglia |
Tahbisan uskup | 15 September 1985 oleh Agostino Casaroli, Gaetano Alibrandi, dan Michael Murphy |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1934-07-29)29 Juli 1934 Tracton, County Cork, Irlandia |
| Meninggal | 22 Oktober 2022(2022-10-22) (umur 88) |
| Kewarganegaraan | Irlandia |
Jabatan sebelumnya |
|
The Most Rev. Patrick Coveney (29 Juli 1934 – 22 Oktober 2022), Uskup Agung Tituler Satrianum, adalah seorang prelatus Gereja Katolik Irlandia berpangkat senior yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci dari 1966 sampai 2009. Ia menjadi uskup agung pada 1985 dan memenuhi sejumlah tugas sebagai Nunsius Apostolik, yang meliputi penempatan di Zimbabwe, Etiopia, Selandia Baru, dan Yunani.
Uskup Agung Coveney lahir di Tracton, County Cork, Irlandia,[1] balajr di Maynooth College (menerima gelar akademik Bachelor of Arts dalam bahasa dan sastra klasik), dan Kolese Kepausan Irlandia, Roma, Italia (menerima Lisensiat Teologi Suci) dan ditahbiskan dalam usia dua puluh empat tahun sebagai imam pada 21 Februari 1959 oleh wali regen uskup agung (wakil vikaris jenderal Roma) Luigi Traglia di Basilika Agung Santo Yohanes Lateran.
Setelah melakukan karya paroki di Kidlington, Inggris, ia mengajar di St. Finbarr's College, sebuah seminari minor Keuskupan Cork dan Ross di Cork dari 1960 sampai 1966.[2] Saat pemakaian bahasa vernakular diperkenalkan ke perayaan Misa Ritus Roma, ia menyunting sebuah leksioner dalam bahasa Inggris.[3]
Pada September 1966, ia datang untuk bekerja dalam seksi bahasa Inggris dari Sekretariat Negara di Vatikan.[2] Ia terkadang bertindak sebagai penerjemah Paus Paulus VI, sebagaimana kala Sri Paus menerima tiga antariksawan misi Apollo 11 yang menjadi manusia pertama yang mendarat di Bulan.[4]
Di Universitas Kepausan Lateran, ia menerima gelar Doktor Hukum Kanon pada 1969.
Untuk mempersiapkan karir diplomatik, ia masuk Akademi Gerejawi Kepausan pada 1969[5] dan masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1971.[6]
Coveney bertugas dengan pangkat Sekretaris dalam Nunsiatur Apostolik di Buenos Aires dari 1972 sampai 1976, kemudian kembali ke Sekretariat Negara di Vatikan. Ia menjadi konselor nunsiatur di New Delhi (1982–1984) dan Khartoum (1984–1985).[6][7]
Pada 27 Juli 1985, ia diangkat menjadi uskup agung tituler Satrianum dan Pro-Nunsius Apostolik untuk Zimbabwe dan Delegasi Apostolik untuk Mozambik.[8] Ia menerima penahbisan episkopal pada 15 September 1985 di North Cathedral, Cork. Penahbis utamanya adalah Agostino Cardinal Casaroli, Sekretaris Kardinal Negara didampingi oleh Uskup Agung Gaetano Alibrandi, Nunsius Apostolik untuk Irlandia, dan Uskup Michael Murphy, Uskup Cork dan Ross. Di Harare, ibukota Zimbabwe, ia mewakili Takhta Suci pada KTT Gerakan Non-Blok ke-8 (1–6 September 1986).
Pada 25 Januari 1990, ia diangkat menjadi Nunsius untuk Etiopia dan juga Delegasi Apostolik untuk Djibouti pada 26 Maret 1992. Pada 30 September 1995, ia diangkat menjadi Nunsius untuk Eritrea.[9]
Coveney menjadi Nunsius Apostolik untuk Selandia Baru, Tonga, Kepulauan Marshall, dan Samoa, dan Delegasi Apostolik untuk Oseania pada 27 April 1996.[10][a] Penugasannya diperluas untuk meliputi Nunsius Apostolik untuk Fiji, Kiribati, Negara Federasi Mikronesia, dan Vanuatu pada 15 Oktober 1996,[11] dan Nunsius Apostolik untuk Nauru pada 7 Desember 1996.[12] Ia juga diangkat menjadi nunsius apostolik untuk Kepulauan Cook dan Palau pada 14 Juli 2001.[13] Selaku perwakilan diplomatik residen dengan masa jabatan terpanjang untuk Selandia Baru, Uskup Agung Coveney sempat menjabat sebagai dekan korps diplomatik. Meskipun berbasis di Wellington, ia juga mewakili Takhta Suci pada pelantikan Chen Shui-bian selaku presiden Republik Tiongkok (Taiwan) pada 18 Mei 2004.[14]
Jabatan diplomatik terakhir Coveney adalah sebagai Nunsius Apostolik untuk Yunani pada 25 Januari 2005.[15][16] Pada 5 November 2008, ia memimpin penyerahan fragmen Parthenon Frieze kepada Museum Akropolis di Athena yang dipinjamkan dari Museum Vatikan.[17][18]
Coveney pensiun pada 2009, dan meninggal pada 22 Oktober 2022, dalam usia 88 tahun.[19]