Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPatikan cina
Artikel Wikipedia

Patikan cina

Patikan cina. Tanaman catikan cina kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda. Tanaman ini berkhasiat mengobati ambeien, disentri, kurang darah, lemah jantung, luka, dan pencuci darah. Bagian yang digunakan dari tanaman ini adalah daun, getah dan seluruh bagian pohon. Senyawa kimia yang dikandung tanaman patikan cina ini diantaranya adalah myricil alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzinol, hentri-acontane, dan pada bagian bunga dan daun terkandung zat cosmosin. Tanaman ini memiliki beberapa nama berbeda di berbagai daerah, seperti patikan cina (Indonesia), gelang pasir, krokot cina (Jawa); ki mules, nanangkaan gede, useup nana (Jawa); jalu-jalu tona (Maluku);dan xiao lei yang cao (Tiongkok).

Wikipedia article
Diperbarui 16 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Patikan cina
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2025)
Species of flowering plant in the spurge family EuphorbiaceaeTemplat:SHORTDESC:Species of flowering plant in the spurge family Euphorbiaceae

Patikan cina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Euphorbia
Spesies:
E. thymifolia
Nama binomial
Euphorbia thymifolia
L.[1]

Patikan cina (Euphorbia thymifolia). Tanaman catikan cina kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda. Tanaman ini berkhasiat mengobati ambeien, disentri, kurang darah, lemah jantung, luka, dan pencuci darah.[2] Bagian yang digunakan dari tanaman ini adalah daun, getah dan seluruh bagian pohon.[2] Senyawa kimia yang dikandung tanaman patikan cina ini diantaranya adalah myricil alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzinol, hentri-acontane, dan pada bagian bunga dan daun terkandung zat cosmosin. Tanaman ini memiliki beberapa nama berbeda di berbagai daerah, seperti patikan cina (Indonesia), gelang pasir, krokot cina (Jawa); ki mules, nanangkaan gede, useup nana (Jawa); jalu-jalu tona (Maluku);dan xiao lei yang cao (Tiongkok).

Referensi

  1. ↑ Sp. Pl.: 454 (1753)
  2. 1 2 "Patikan CINA SEBAGAI TUMBUHAN OBAT". Shvoong.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-21. Diakses tanggal 2014-06-27.
Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Pengidentifikasi takson
Euphorbia thymifolia
  • Wikidata: Q10904925
  • Wikispecies: Euphorbia thymifolia
  • AoFP: 2778
  • APDB: 106260
  • APNI: 94189
  • BioLib: 204113
  • CoL: 3CQZC
  • EoL: 1143760
  • FloraBase: 42878
  • FNA: 200012575
  • FoC: 200012575
  • GBIF: 3066919
  • GRIN: 423411
  • iNaturalist: 200055
  • IPNI: 102034-2
  • ITIS: 513411
  • NCBI: 318061
  • NTFlora: 14314
  • Open Tree of Life: 851843
  • PFI: 9321
  • Plant List: kew-82529
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:102034-2
  • Tropicos: 12802290
  • WFO: wfo-0000965105

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Agus Andrianto

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Indonesia ke-1

Tapioka

tepung yang berasal dari singkong

Kesultanan Banjar

kesultanan Islam yang berdiri di Kalimantan Selatan (1526–1860/1905), direstorasi pada 2010

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026