Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Partai Komunis Belanda

Partai Komunis Belanda adalah sebuah partai komunis di Belanda. Partai ini didirikan pada tahun 1909 sebagai Partai Sosial Demokrat (SDP) dan bergabung dengan Partai Sosialis Pasifis, Partai Politik Radikal, dan Partai Rakyat Evangelis pada tahun 1991, membentuk GroenLinks. Para anggota yang menentang penggabungan tersebut mendirikan Partai Komunis Belanda Baru.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Partai Komunis Belanda
partai politikTemplat:SHORTDESC:partai politik
Partai Komunis Belanda
Communistische Partij Nederland
Ketua umumDavid Wijnkoop (1909–1925)
Louis de Visser (1925–1935)
Ko Beuzemaker (1935–1939)
Paul de Groot (1945–1967)
Marcus Bakker (1967–1982)
Ina Brouwer (1982–1991)
Dibentuk14 Februari 1909 (sebagai Partai Sosial Demokrat)
November 1918 (sebagai Partai Komunis Belanda)
Dibubarkan15 Juni 1991
Didahului olehPartai Sosial Demokrat
Digabungkan denganGroenLinks
Kantor pusatFelix Meritis, Amsterdam
Sayap pelajarLiga Pemuda Belanda Umum
IdeologiEurokomunisme
Republikanisme
Sebelum 1980-an:
Marxisme-Leninisme
Afiliasi internasionalKomintern (1919–1943)
Kominform (1947–1956)
Warna  Merah
  • Politik Belanda
  • Partai politik
  • Pemilihan umum

Partai Komunis Belanda (bahasa Belanda: Communistische Partij Nederlandcode: nl is deprecated , pelafalan dalam bahasa Belanda: [kɔmyˈnɪstisə pɑrˈtɛi ˈneːdərlɑnt]ⓘ, CPN) adalah sebuah partai komunis di Belanda. Partai ini didirikan pada tahun 1909 sebagai Partai Sosial Demokrat (SDP) dan bergabung dengan Partai Sosialis Pasifis, Partai Politik Radikal, dan Partai Rakyat Evangelis pada tahun 1991, membentuk GroenLinks. Para anggota yang menentang penggabungan tersebut mendirikan Partai Komunis Belanda Baru.

Ideologi

Perkembangan ideologis

SDP didirikan sebagai partai Marxis ortodoks yang menganjurkan revolusi ekonomi dan sosial yang akan menggulingkan sistem ekonomi dan politik kapitalis, demi kediktatoran sosialis kaum proletar, yang kemudian berkembang menjadi masyarakat komunis tanpa kelas. Mereka memisahkan diri dari SDAP, ketika pimpinan reformis memblokir penerbitan jurnal otonom mereka.

Setelah Revolusi Rusia, partai tersebut mengadopsi nama Komunis. Dengan hengkangnya kelompok sayap kiri di sekitar De Internationale, partai tersebut mengadopsi Marxisme–Leninisme, ideologi resmi Uni Soviet dan Komintern. Ini menganjurkan penggulingan negara oleh partai vanguard, yang akan memimpin negara menuju sosialisme. Partai tersebut tetap setia pada versi Marxisme–Leninisme Uni Soviet selama tahun 1920-an, ketika interpretasi Trotsky menjadi pesaing ideologis penting dari Joseph Stalin. Hal ini menyebabkan perpecahan ketika sekelompok sekutu terkemuka Trotsky, Henk Sneevliet, meninggalkan partai untuk membentuk Partai Sosialis Revolusioner (RSP).

Pada tahun 1960-an, partai tidak memilih pihak dalam konflik antara Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet. Meskipun demikian, kelompok Maois, yang disebut Gerakan Persatuan Komunis Belanda, memisahkan diri dari Partai. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Partai mulai menjauh dari akar Marxis/Leninisnya[1] dan mulai merangkul program yang lebih libertarian dan Eurokomunis dengan penekanan kuat pada feminisme.

Referensi

  1. ↑ "The Right Side: Dutch Communists 50 Years after Stalin". Radio Netherlands Archives. 12 September 2003.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ideologi
  2. Perkembangan ideologis
  3. Referensi

Artikel Terkait

Partai Komunis Indonesia

bekas partai politik di Indonesia

Henk Sneevliet

politikus komunis Belanda abad ke-20

Daftar Ketua Umum Partai Komunis Indonesia

Jendral Partai Komunis Indonesia, adalah jabatan tertinggi dalam hierarki kepemimpinan Partai Komunis Indonesia. Pada masa kolonial Belanda, jabatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026